
Di sisi lain yaitu di kediaman keluarga Jonathan.
"Apakah kau sudah tau tentang berita kematian Indra Yan? Fyuh... akhirnya aku dapat bahagia sepenuhnya, karena sudah tidak ada lagi orang yang akan membocorkan rencana kita." ujar ayah Harry, yang begitu bahagia dengan kematian ayah Rangga.
"Tapi ayah... apakah Rangga tidak akan mengetahui hal ini?" tanya Harry, dengan raut wajah yang penuh dengan rasa hawatir.
Ayah nya pun menjawab dengan penuh percaya diri. "Kau tenang saja. Si Indra Yan, itu tidak akan pernah berani untuk mengucapkan perbuatan kita ke muka publik, karena sebagian saham milik keluarga Yan itu berada di tangan kita. Jadi... bila dia berani mengatakan suatu hal walau itu hanya sedikit, ayah berjanji ia akan langsung kehilangan seluruh hartanya dan juga ia akan di asingkan dari kota ini. Hahaha! Akhirnya aku dapat bernafas dengan lega." ujar nya lagi dengan sangat sombong.
Walau Ayah nya begitu terlihat bergembira, akan tetapi tidak dengan Harry yang semakin ketakutan akan kehilangan Grisella jika ia tau kebusukan dari keluarga nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Indra Yan, dahulu adalah adik kelas dari Kailes, dan Alfin, ia adalah satu-satunya adik kelas yang mereka selalu bimbing dengan baik. Bisa di bilang ia adalah adik kelas kesayangan Kailes dan Alfin, akan tetapi pada saat itu ayah Harry begitu membencinya, dan begitu iri pada Indra.
Pada akhirnya ia memiliki rencana untuk menghancurkan kekerabatan baik dari keluarga Jian, dan keluarga Yudisti, dengan cara menfitnah keluarga Jian lah yang telah mengambil seluruh keuntungan perusahaan yang mereka bangun bersama, sekaligus memanipulasi kejadian perselingkuhan adik dari istri keluarga Yudisti dengan Indra Yan.
Pada akhirnya kehancuran pun terjadi, akan tetapi suatu hari Indra tiba-tiba menemukan sebuah dokumen berisikan semua bukti yang menunjukan bahwa semua kehancuran ini di sebabkan oleh keluarga Jonathan.
"Do-dokumen ini? aku tak menyangka bahwa dialah dalang dari semua penderitaan ini, akan tetapi bila dia tak membuat kehancuran ini mungkin saja aku tidak akan pernah bertemu dengan Bella. Ah... sudahlah sebaiknya aku harus segera melaporkan hal ini kepada ketua Kailes, dan Alfin." ujar Indra, pada saat itu.
"Apa yang sedang kau lakukan di kantor ku?!" seru Ayah Harry.
"Kaulah dalang dari semua kehancuran ini! aku akan melaporkan mu kepada ketua Kailes, dan Alfin." bentak Indra.
__ADS_1
"Aku akan terlebih dahulu melaporkan mu karena telah lancang masuk ke ruangan ku tanpa seizin ku!"
"Laporkan saja, aku sama sekali tidak takut untuk menghadapi mu. Akupun mengakui kesalahan ku bahwa aku telah lancang, akan tetapi kelancangan ku ini membuah'kan hasil."
Karna ia mulai tersudut pada akhirnya ia pun memiliki ide untuk mengacam Indra. "Oh... begitu ya? apakah kau lupa sebagian kekayaan mu berada si tangan ku? jika kau berani melaporkan nya maka aku akan mengambil alih semua kekayaan mu."
Pada akhirnya indra memutuskan untuk menahan diri melapor, dan mencari cara agar ia dapat merebut kembali semua kekayaan nya menjadi atas nama dirinya kembali.
Namun, sayang nya ajal dari Indra, begitu cepat datang untuk mengambilnya dari dunia ini, pada akhirnya harapan terakhir dari semua orang adalah Rangga.
Bersambung.....
__ADS_1