
Karna beban fikiran yang di tanggung oleh Grisella, terlalu banyak sehingga membuat dirinya tiba-tiba tertidur di pangkuan Nathan.
Nathan, yang mengetahui Grisella, sedang tertidur pun akhirnya membawanya ke kamar untuk menidurkan nya di atas ranjang yang lebih nyaman.
Di saat Grisella, yang sedang tertidur pulas dengan berlahan Nathan, mulai membuka kacamatanya, lalu ia bergumam. "Betapa cantiknya kau jika tidak memakai kacamata ini, apakah kamu benar-benar membutuhkan kacamata ini karna mata mu memiliki gangguan? aku berjanji padamu setelah aku mengakhiri sandiwaraku ini, aku akan mengobati matamu itu agar kembali normal."
"Ouh ya satu lagi terimakasih karna kau telah menyatakan rasa cintamu padaku, dan jujur saja aku malu karna malah kaulah yang duluan menyatakan nya. Aku semakin yakin bahwa kamu memang'lah gadis cantik itu yang aku temui di pesta malam itu."
Namun, tak selang beberapa lama Nathan, seketika di buat terkejut saat ia melihat luka yang ada di leher sebelah kanan Grisella. Hal itu mengingatkan nya pada perkataan ayahnya bahwa. "Kau dahulu memiliki seorang sahabat di masa kecil, ia seorang wanita yang sangat tomboi, dan suatu saat kau tak sengaja melukai leher sebelah kanan nya dengan duri mawar."
Nathan, langsung mengingat kembali masa masa kecilnya pada saat itu, namun sayang nya ia tidak dapat menemukan teman masa kecilnya itu kembali, ia pun berusaha untuk menyadarkan diri bahwa itu bukan'lah Sella, karna tidak mungkin hanya satu orang di dunia ini yang memiliki luka seperti itu di lehernya.
Lima belas tahun yang lalu, di saat Nathan, dan sahabat perempuan nya sedang bermain di taman rumahnya.
"Keylla!" teriak Nathan, pada sahabat perempuan nya itu.
__ADS_1
Dengan cueknya gadis kecil itu hanya terdiam saja saat Nathan, memanggilnya.
"Keylla... lihatlah kesini, aku membawakan mu bunga mawar... ini sangat cantik sekali! sama sepertimu." teriak Nathan.
"Sudah ku bilang sebut dulu namaku dengan benar!" seru gadis kecil itu.
"Aku tidak peduli! anggap saja nama Keylla, itu adalah panggilan ku padamu, ingat yah! hanya aku saja yang akan memanggilmu dengan panggilan Keylla." ucap Nathan, kecil pada saat itu.
"Jadi... Keylla, itu bisa di sebut dengan panggilan sayang bukan?" tanya gadis kecil itu.
Puk...
Gadis kecil itu dengan spontan langsung memeluk Nathan, karna kegirangan. "Baiklah! aku akan menerimanya. Terimakasih."
"E-eh... !!! Key! mawar ini belum selesai aku bersihkan durinya, apakah kau terluka?" seru Nathan, yang segera melepas pelukan gadis kecil itu.
__ADS_1
"Tidak aku tidak apa-apa, tenang saja..."
Akan tetapi Nathan, melihat leher sebelah kanan nya berdarah di karenakan goresan duri mawar.
"Kau sebut itu tidak apa-apa? lihatlah lehermu itu berdarah!"
Si gadis kecil pun segera memegang leher sebelah kanan nya. "Ahhh... iyah, kau benar Nathan! Hiks... rasa perihnya mulai ada, hiks..."
Nathan, segera mengusap kepala Keylla, dengan begitu lembut. "Maafkan aku ya... seharusnya aku membersihkan dahulu semua duri-duri mawarnya. Kamu tunggu aku di sini oke? biar aku panggilkan ayahku untuk mengobati lukamu."
"Hiks... umm, baiklah. Cepatlah kembali Nathan, aku sangat membutuhkan mu..."
Nathan, berusaha untuk kembali sadar bahwasanya tidak hanya Sella, yang memiliki luka di lehernya. Ia pun memutuskan untuk pergi sebentar meninggalkan kamarnya, karna ia ingin menenangkan fikiran nya di luar.
Bersambung.....
__ADS_1