Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 64 : Awal mula kebahagiaan


__ADS_3

"Tante ayo kita pulang ke kota." ujar Rangga, yang membujuk ibu Grisella untuk segera pulang, karena hal ini juga adalah salah satu perintah ayah nya sebelum ia tiada.


Akan tetapi ibu Grisella tetap menolaknya dengan alasan bahwa Kailes belum mengizinkan nya untuk pulang. "Rangga, cobalah untuk mengerti... paman mu belum mengizinkan tante untuk segera pulang."


"Ayolah tante... paman, sudah sangat merindukan mu pasti, kau juga tau hal ini adalah salah satu permintaan terakhir ayah ku. Aku mohon tante pulanglah bersama ku ke kota, ayolah..." bujuk Rangga, sekali lagi.


Indri, mencoba untuk kembali berfikir, dan mempercayai apa yang di katakan oleh Rangga. "Hmm... baiklah kalo begitu tante akan pulang ke kota bersama mu."


"Nah gitu dong dari tadi. Nadia! ayo kita siapkan semuanya!" seru Rangga, yang begitu bersemangat.


"Baik Tuan, laksanakan!" jawab Nadia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya mereka pun telah selesai membereskan semua barang, dan sekarang mereka pun sedang dalam perjalanan untuk pulang.

__ADS_1


"Baiklah semuanya sudah siap? tidak ada lagi yang tertinggal? kita akan segera berangkat." ujar Rangga, yang kembali mengecek.


"Iyah Tuan, semuanya telah selesai di angkut ke dalam mobil." jawab Nadia.


"Baiklah, ayo kita berangkat. Yuhu! ibu akhirnya aku menemukan kakak mu!" teriak Rangga, di dalam mobil.


"Hahaha... astaga, kau ini Rangga." ujar ibu Grisella, yang merasa terhibur.


Di sisi lain tempat.


Nathan, yang sedang membawa Grisella ke rumah nya untuk kembali memeriksakan kondisinya lagi. Setelah sampai di rumah Grisella, segera di bawa ke kamarnya untuk di periksa, setelah menunggu kurang lebuh tiga puluh menit Dokter pun mengatakan sesuatu kepada Nathan.


"Ya Dokter? apakah ada yang salah?" tanya Nathan, dengan raut wajah yang hawatir.


Sang Dokter, pun segera menjabat tangan Nathan, dengan seyuman. "Selamat Tuan! obat yang saya berikan berdampak sangat baik bagi ingatan kekasih anda, dan saya hanya dapat mengucapkan selamat karna kekasih anda telah dapat mengingat semua memory nya kembali, akan tetapi tetap perhatikan kondisinya untuk satu bulan kedepan. Jika ada keluhan maka segera periksakan kembali."

__ADS_1


"Ia hanya membutuhkan sedikit istirahat lagi untuk pemulihan diri."


"Terimakasih Dokter, bayaran anda sedang di proses, dan akan segera cair di rekening anda." ujar Nathan, yang begitu sangat gembira atas kesembuhan Grisella.


"Terimakasih kembali tuan, saya undur diri dulu." sang Dokter pun keluar dari kamar Nathan.


Setelah Dokter keluar dari kamar. Nathan, segera mendekat ke arah Grisella, dan memegangi kedua tangan nya dengan sangat erat sambil terus bergumam.


"Key... kau telah berani membohongiku selama ini? kenapa kau bisa mengalami lupa ingatan seperti ini? dan bagaimana caranya untuk menjelaskan hal ini kepada ayah ku nanti? iyah... menjelaskan bahwa aku sangat mencintai suatu larangan yang ia berikan."


"Luka di leher mu itu ternyata memanglah milik Keylla ku, cintaku selama ini ternyata terdapat di dalam diri teman masa kecil ku sendiri." gumam Nathan.


Nathan, yang tak bisa menahan diri lagi pun akhirnya langsung mencium bibir Grisella, dengan berlahan.


"Aku sangat mencintaimu Grisella... muahh..."

__ADS_1


Cinta tidak dapat membohongi dirinya sendiri, jika memang ia telah mencintai suatu hal walaupun begitu banyak rintangan yang menimpa mereka, dan sebesar apapun rintangan tersebut, Cinta sejati akan selalu di pertemukan kembali, layaknya air yang akan terus mengalir dan kembali ke asalnya.


Bersambung.....


__ADS_2