Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 24 : Cinta Di Tolak?


__ADS_3

Pada keputusan itu Grisella, hanya dapat terpaku patuh pada aturan yang di berikan oleh ayah nya. Ia selalu berusaha untuk menjadi kuat, dan berprestasi agar ia dapat di sekolah kan di asrama, namun sayang nya semua itu tidak sesuai dengan ekspetasi. Ayah Grisella, selalu mengabulkan seluruh keinginan putrinya, terkecuali hal itu.


Sampai pula di hari dimana Ayah Grisella, mengundang teman lamanya ke rumah, tidak lupa beserta dengan keluarganya. Keluarga itu memiliki marga besar Jonathan. Kebetulan di hari itu Harry, juga ikut dalam undangan keluarga Grisella, untuk membicarakan hal seputar bisnis, sekaligus makan siang bersama.


"Grisella, sayang..." panggil ayah.


"Ya aku di sini ayah, ada apa?" tanya Grisella, yang segera menghampiri ayahnya itu.


"Sebentar lagi keluarga Jonathan akan kemari, kamu bersiap-siaplah." jawab Ayah Grisella.


"Ouh baiklah, tapi siapa mereka?" tanya Grisella, sekali lagi.


"Sudahlah, turun dan lihatlah nanti." ujar ayah, yang langsung pergi meninggalkan Grisella, sambil tersenyum.


Sesampainya keluarga Jonathan, ke Kediaman Yudisti, ayah Grisella, segera menyambut mereka dengan sangat baik, dan ramah.


Prok...


Ayah Grisella, mengulurkan tangan nya pada ayah Harry, dengan senyuman lebar di pipinya. "Akhirnya kamu datang juga bro!"


"Hahaha... pasti bro!" ujar ayah Harry, yang juga menjabat tangan ayah Grisella, dengan bersemangat.

__ADS_1


"Agak kangen yah, kira-kira kita udah nggak ketemu berapa lama nih bro?" tanya ayah Grisella.


Tiba-tiba Grisella, turun dari lantai dua menuju ke ruang tamu. "Bra... bro... bra... bro... ayah, kaya yang masih muda aja."


"Eh apakah itu putri mu Grisella? wah dia sangat cantik yah, sama seperti ibunya." ujar ayah Harry, yang merasa kagum dengan paras cantik yang di miliki oleh Grisella.


"Ouh iyah Dhean, sebaiknya kita harus mengenalkan anak kita. Dimana Harry?" tanya ayah Grisella.


"Ya om... aku di sini." jawab Harry, yang langsung masuk ke dalam rumah Yudisti.


"Eh nak? kok kamu di sini? bukan nya tadi bilang nggak akan ikut?" tanya istri Dhean, yang bernama Intan Jonathan.


"Grisella... kenalkan ini Harry, dan Harry... perkenalan ini adalah Grisella, anak dari om Kailes." ujar Dhean, yang memperkenalkan putri Kailes, pada putranya, dan begitupun dengan sebaliknya.


Dan pada pandangan pertama Harry, seketika langsung di buat jatuh cinta oleh Grisella. Namun sayang nya tidak dengan Grisella, baginya hanya ada Rangga, pada saat itu yang selalu ia anggap sebagai teman di dalam hidupnya, karena Ranggalah orang pertama yang ia temukan seumur hidup.


Singkatnya hari demi hari ia mulai lewatkan tanpa ada kehadiran Rangga, di sisinya. Satu-satunya orang yang dapat membuatnya selalu merasa bahagia, dan tidak pernah mengenal sepi lagi.


Tidak ada seorangpun yang dapat menggantikan Rangga, akan tetapi Harry, masih terus-menerus berjuang untuk mendapatkan hati Grisella. Hingga pada akhirnya satu bulan kemudian di saat Harry, yang sedang rajin-rajin nya mengunjungi rumah Grisella, Rangga, tiba-tiba datang untuk mengunjungi Grisella, dan ibunya.


Tuk... tuk... tuk...

__ADS_1


Suara seseorang yang mengetuk pintu, akan tetapi Grisella, merasa heran dengan seseorang itu. "Kenapa ia harus mengetuk pintu? apakah dia si tukang susu yang biasanya? atau siapa? biasanya juga laporan dulu."


"Ya sebentar!" teriak Grisella, yang segera menuju pintu untuk membukakan pintu.


Krek... ya ada ap?


"Kejutan... !!!" seru Rangga.


Plok...


Grisella, langsung memeluk Rangga, dengan sangat erat. "Rangga! akhirnya kamu mengunjungiku lagi... aku sangat merindukan mu!"


Hmm...


Rangga, tersenyum tipis sambil mengusap halus rambut panjang Grisella. "Aku juga sangat merindukan mu Grisella."


"Baiklah ayo masuk! Ibu! Ibu! lihatlah siapa yang datang." teriak Grisella.


Harry, yang juga sedang berada di sana seketika di buat hancur oleh perilaku Grisella, yang lebih baik dalam memperlakukan Rangga, di bandingkan dengan dirinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2