Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 73 : Kehidupan baru (Tamat)


__ADS_3

Singkatnya 5 Tahun kemudian.


"Grisella... lihatlah aku sudah menjadi sukses, apakah aku sudah bisa menikahimu? kau mau meminta mahar berapa dariku? jika kau ingin semua perusahaan ku untuk menjadi mahar mu, maka akan aku berikan semuanya padamu." ujar Nathan, di hadapan makam Grisella.


Puk...


"Apakah kau masih belum dapat mengihklas kan nya?" tanya Rangga.


Nathan, tersenyum dengan penuh makna pada Rangga, lalu menjawab. "Aku sudah mengihklaskan nya pergi, karena ia pernah berkata padaku, ya... walau itu hanya sebuah candaan kami dahulu akan tetapi ia pernah berkata padaku seperti ini 'Jika aku meninggalkan mu lebih dahulu, maka aku mohon ihklaskan aku, dan pergilah mencari wanita lain yang lebih baik dari ku. Cobalah untuk membuka hati, dan berikan cintamu itu pada wanita lain yang kau pilih nanti, aku mohon jaga wanita itu sebagaimana kau menjaga ku sekarang.' begitu ucap nya."


"Ya... walaupun dahulu aku sering kali menyangkal nya, dan berkata bahwa dia akan selalu hidup sebelum aku mati, akan tetapi takdir berkata lain, sekarang aku sudah mulai mengihklas kan nya, karna aku percaya kami akan bertemu kembali nanti." ujar Nathan, sambil mengusap nisan Grisella.


"Sayang... maaf aku telat, ini bunga yang kau minta. Sesuai dengan bunga yang Grisella, sukai yaitu bunga Anggrek." ucap seorang wanita yang memberikan buket bunga anggrek nya itu pada Nathan.

__ADS_1


Nathan, pun berbalik mengambil buket bunga tersebut, dan menyimpan nya di atas pemakaman Grisella. "Grisella... lihatlah, sesuai dengan apa yang kau minta aku sudah dapat mulai mencintainya sekarang, karena wajah cantikmu itu selalu ada di dalam wajahnya, dan membuat rinduku ini selalu terobati ketika melihat nya, Treysa."


Treysa, menggenggam tangan Nathan, dengan cukup erat. "Grisella, terimakasih karna kau sudah memberikan wajahmu untuk ku, dan juga memberikan lelaki mu untuk ku, aku berjanji setelah aku tiada, dan kita berkumpul kembali, aku akan mengembalikan Nathan mu ini ke sisi mu."


Nathan, pun menjawab nya. "Grisella... kau tidak akan pernah tergantikan di dalam hatiku ini, kami berdua akan segera menikah bulan depan, kau bahagia bukan? terimakasih Grisella, karena kau sudah menghiasi masa kecil ku, sekaligus dengan masa remaja ku dengan sangat indah, aku mencintaimu Grisella."


Did... Did... !!!


"Baik baik" ujar Nathan, yang segera beranjak.


"Grisella, kami pergi dulu." ujar Treysa, yang berbisik di sebelah pemakaman Grisella.


Lima tahun yang lalu.

__ADS_1


Sebelum Grisella, di nyatakan meninggal dunia, ia sempat menulis surat yang berisikan bahwa dirinya ingin wajahnya itu di berikan kepada sahabatnya yaitu Treysa, dan ia pun memohon pada Nathan, untuk dapat mencintainya, karna di setiap tatapan yang ia lihat mengarah ke arah Treysa ia juga akan selalu mengingat nya, merasa bahwa dirinya selalu ada di samping nya, dan selalu hidup di samping nya.


Grisella, pun mengucapkan bahwa ia ingin semua orang mengihklaskan nya, karna ia tidak ingin mereka menyalahkan Harry, mungkin kematian nya memang sudah di takdirkan karna sebuah racun.


Akhirnya surat itu telah terpenuhi oleh Nathan, ia sekarang telah menjalin kasih dengan Treysa sahabat baik Grisella, dan mulai mencintainya seperti ia mencintai Grisella.


Namun di sisi lain Harry, pun kini sedang berada di dalam penjara, dan hatinya begitu penuh dengan rasa penyesalan, karena telah bertindak di luar akal untuk membunuh Grisella.


Tamat...


Apakah kau tau arti Cinta sejati? ia akan tetap mengalir seperti air walaupun dunia telah memisahkan mereka.


Jangan lupa tetap suport Author di novel-novel lainnya🖤

__ADS_1


__ADS_2