
Waktu masuk kelas pun akhirnya tiba, akan tetapi ketika mereka akan mulai masuk ke dalam kelas tiba-tiba Nathan, di panggil oleh salah satu guru yang memintanya untuk pergi ke ruang guru.
"Nathan..." panggil salah satu guru di luar pintu kelas.
"Ya bu? kenapa?" tanya Nathan, yang segera menghampiri guru tersebut.
"Kami membutuhkan mu di ruang guru, mari ikut ibu ke ruang guru. Tenanglah kau tidak akan ketinggalan pelajaran." jawab sang guru.
"Baiklah bu, tunggu sebantar. Sella, tetap tunggu aku oke?" bisik Nathan, pada Grisella.
"Ish apaan sih, cepet sana-sana!" ujar Grisella, sambil mendorong-dorong tubuh Nathan, agar ia cepat pergi.
"hahaha... iyah-iyah."
Setelah Nathan, pergi ke ruang guru. Harry, mamanfaatkan kesempatan ini untuk terus mempengaruhi Grisella, agar ia tetap profesional dalam menjalankan tugasnya, sekaligus untuk mengingatkan nya kembali bahwa ia tidak boleh sampai jatuh cinta pada Nathan.
"Gri... Sella!" ujar Harry, yang hampir saja mengucap nama asli Grisella.
"Ya kenapa Harry?" tanya Grisella, yang langsung menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Harry, pun mendekatkan dirinya pada Grisella, lalu berbisik. "Ingatlah untuk profesional, dan berusahalah untuk tidak terbawa suasana oleh Nathan, apalagi sampai kau berani jatuh cinta padanya."
Grisella, membalas bisikan Nathan, dengan tersenyum. Lalu menjawabnya dengan lembut. "Sttt... tenanglah sayang, aku ini adalah aktor yang sangat mendunia, dan jangan ragukan lagi kemampuan nya, oke?"
Harry, yang mendengar penjelasan lembut yang di katakan oleh Grisella, seketika hatinya langsung tersentuh, dan ia pun tersenyum, lalu memutuskan untuk mempercayakan semuanya pada Grisella.
"Gadis pintar... kau selalu tau caranya untuk menenangkan hatiku."
"Hehehe..."
Rangga, yang melihat Harry, begitu asik sedang mengobrol dengan Grisella, tiba-tiba merasa kesal karena ia ingat dengan sangat jelas bahwa dialah yang telah memisahkan nya dengan adik sepupunya, dan hasilnya sekarang ia tidak bisa untuk mengingat kembali wajah dari sepupunya itu.
"Sial! kenapa cowo br3ngs3k itu malah asik-asikan ngobrol sama calon pacarnya si Nathan." ujar Rangga, di dalam hatinya.
Grisella, pun segera melirik kebelakang bangkunya untuk melihat langsung wajah Rangga, dengan memberikan senyuman manis di pipinya.
"Hmm ya... Rangga? ada apa?" tanya Grisella.
Dan seketika Bom! amarah yang ada di dalam diri Rangga sekita langsung lenyap saat ia melihat senyuman manis Grisella.
__ADS_1
"Pantas saja Nathan, langsung jatuh cinta padanya." ucap Rangga, di dalam hatinya.
"A-apakah makan siang kali ini kau ada waktu luang untuk makan bersama kamu?"
"Tidak! karna akulah yang terlebuh dahulu mengajak Sella, untuk makan siang bersamaku hari ini! dan Sella, sudah berjanji padaku." ujar Harry, yang langsung menjawab pertanyaan Rangga, dengan bentakan nya.
"Biasa aja dong bro! Sella, cuman mantan pesuruh di rumahmu, tapi kenapa kau begitu melindunginya? apakah kau mencintainya?" tanya Rangga, dengan sedikit tegas.
"Sudah cukup! jika kalian terus bertengkar, aku tidak akan pernah makan siang dengan siapapun!" seru Grisella, yang segera mengakhiri pertengakaran diantara mereka.
"Baiklah-baiklah... kami akan berhenti bertengkar." ujar Rangga, dan Harry, secara bersamaan.
"Baguslah kalo begitu. Sekarang sebaiknya kalian berdua menenangkan diri masing-masing, ingat! jam pelajaran pertama akan segera di mulai." ujar Grisella.
"Emm iyah Sella, maaf." ujar Rangga.
Sebenarnya di dalam hati Rangga, masih tersimpan api amarah yang begitu besar untuk Harry, akan tetapi ia berusaha untuk menahan nya demi Grisella.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa mampir yah!