Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 9 : Topeng biru langit


__ADS_3

Segerombolan wanita langsung menghampiri Harry, setelah ia tiba-tiba menghilang begitu saja dengan wanita kutu buku.


"Harry..." panggil seluruh wanita itu.


"Ya, wanita-wanita ku ada apa?" tanya Harry.


"Kamu habis kemana sama si wakita kutu buku itu." ujar salah satu wanita.


"Ah... maafkan aku, hanya saja tadi aku sengaja membawa Harry, ke tempat yang sepi untuk membayar hutang, jujur aku malu jika membayarnya di depan kalian semua." jawab Grisella, yang bersandiwara besar.


"Ouh gitu ya? lain kali kalo mau ngutang nggak usah sama Harry, sama kita-kita aja."


"Eum, tapi Harry itu sebenarnya adalah Tuan ku, dulu ibuku pernah bekerja di rumah nya, betulkan Tuan Harry?"


"Tuan!" seru mereka, yang terkejut.


"Heem, yasudah aku pergi dulu yah, masih banyak pekerjaan ku di sini." ujar Grisella, yang segera berlari menjauh dari Harry, dan segerombolan wanita itu.


"Harry, benarkah dengan apa yang di katakan oleh si kutu buku tadi? berarti selama ini kalian sudah mengenal? atau jangan-jangan kamu lah yang membawanya ke asrama ini?" Pertanyaan-pertanyaan pun seketika muncul setelah Grisella, mengatakan semua omong kosong nya itu.


"Astaga! wanita itu, selalu membuatku kewalahan, ya tapi apa boleh buat karena aku sangat mencintainya." ucap Harry, di dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkat cerita, semua persiapan pun telah selesai, seluruh murid di asrama teratai putih sudah berhasil untuk bekerja sama tanpa hentinya selama dua hari. Dan hari ini sudah waktunya bagi seluruh siswa di asrama teratai putih untuk memiliki waktunya masing-masing, mereka semua mulai sibuk memilih pakaian, dan topeng untuk di pakai esok malam.


Termasuk dengan Grisella, ia berencana untuk tampil cantik hingga tidak ada satupun orang yang dapat mengetahui bahwa ia adalah Sella si kutu buku. Grisella, segera menelfon kakak nya untuk mengirimkan beberapa baju pestanya yang ada di rumah, juga meminta kakak nya untuk membelikan beberapa topeng untuknya, tidak perlu menunggu lama dalam waktu satu jam semuanya telah sampai di kirim kan ke rumah Grisella.


...Pembicaraan di telfon...


"Kakak! bantu aku."


^^^"Ada apa adik kesayangan ku? kenapa kamu tiba tiba menelfon ku malam-malam?"^^^

__ADS_1


"Nah oleh sebab itu karena ini sudah malam jadi aku ingin meminta bantuan mu."


^^^"Ya tapi bantuan apa?"^^^


"Kakak, jangan pura-pura tidak tau deh! besok asrama teratai putih mengadakan acara pesta topeng, keluarga kita pun di undang lhoh! yang pasti aku ingin meminta mu mengirimkan baju-baju pestaku, jangan lupa dengan topeng nya."


^^^"Hahaha... aku hanya ingin kamu memohon padaku wahai adik kesayangan ku."^^^


"Hmph... kakak, selalu memperlakukan aku seperti anak kecil, tapi yasudahlah aku tunggu satu jam, oke?"


^^^"Baik adik kecil ku, kakak akan secepatnya mengirim semua permintaan mu itu ke depan pintu rumah mu."^^^


"Hahaha... baiklah, terimakasih kakak! aku mencintaimu."


Tut...


"Kebiasaan ini anak, belum di jawab udah main di matiin aja." ujar Aditya.


Satu jam kemudian, paket besar pun sampai di depan rumah Grisella, dengan segera Grisella langsung memilih salah satu gaun diantara banyak nya gaun yaitu gaun yang berwarna pink, dan putih, tidak lupa dengan satu topeng yang elegan berwarna biru langit.




Topeng berwarna biru langit yang di padukan dengan warna putih itu adalah sebuah lambang keabadian, dan desain yang ada di topeng itu hanya bisa di dapatkan satu saja di dunia ini, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengartikan topeng itu.


Grisella, sangat percaya diri jika dirinya memakai pakaian yang seperti ini semua orang yang berada di pesta nanti tidak dapat mengenalinya bahwa ternyata ia adalah Sella yang mereka kenal sebagai gadis kampung.


"Aku begitu sangat cantik memakai gaun dan topeng ini. Di pesta topeng nanti aku akan jamin tidak akan ada seorang pun yang dapat mengenali ku, ya... kecuali Harry, mungkin." ujar Grisella, yang sedang bergumam dengan dirinya sendiri di hadapan cermin.


Di sisi lain tempat, di kediaman Jian. Adrian, dan teman-teman nya pun sedang mempersiapkan pakaian untuk mereka pakai di pesta esok malam. Adrian, begitu sangat pintar dalam hal memilih pakaian, ia terlihat sangat tampan dan memiliki vibes sebagai seorang pangeran kerajaan, sehingga teman-temannya pun mulai mengejeknya sebagai seorang pangeran yang sedang mencari putri cinderella nya yang hilang.


"Teman-teman, aku tak yakin kenapa para guru-guru lebih memilih tema clasik seperti ini, lihatlah penampilan ku. Bagaimana?" ujar Nathan, yang baru saja keluar dari ruang ganti pakaian.

__ADS_1



Seketika teman-temannya langsung tercengang ketika melihat penampilan Nathan, yang begitu sangat berbeda dan benar-benar terlihat seperti seorang pangeran.


"Wah... wah... ternyata selama ini kita berteman dengan seorang pangeran calon putra mahkota, hahaha..." ujar Agam, yang mengungkapkan kekaguman nya dengan cara memberikan sebuah candaan di dalam nya.


"Baju itu sangat cocok untukmu Nathan, ya di bandingkan dengan pakaian mu di sekolah, yang selalu memamerkan dada." sambung Dias.


(Penampilan Nathan di sekolah)



"Aku pun jadi ikut bingung, dia adalah seorang ketua osis akan tetapi penampilan nya selalu seperti, hmm... bisa di bilang ketua osis yang caper dengan para wanita."


"Hahaha bener Gam! bener banget, dan mungkin saja para guru memilih tema ini eklusif untuk Nathan, yang di suruh belajar untuk memakai pakaian yang menutupi dadanya, hahaha..."


"Hey! jaga mulut kalian, penampilan ku seperti itu di sekolah pun ada sebabnya." ucap Nathan, dengan tegas.


"Apa alasan nya?" tanya Agam dan Dias secara bersamaan.


"Di saat Rangga, masih ada di asrama ini ia selalu ingin menyamakan pakaian ku dengan pakaian nya, kalian pasti tau dengan cara berpakaian Rangga, pada saat itu seperti apa. Tapi sayang nya pada saat itu aku selalu menolak permintaan kecil nya. Oleh sebab itu aku selalu membuka kancing kerah bajuku, sekaligus berharap dengan melakukan hal ini aku akan membuatnya kembali ke sisi kita." jawab Nathan.


"Ah bocah itu lagi-lagi membuatku sangat merindukannya." ujar Dias.


"Tapi yasudahlah, kapan pun dirinya pulang kita pasti akan kembali menyambutnya dengan baik. Tinggalkan topik itu dan mari kita kembali ke topik utama, yaitu Nathan adalah seorang putra mahkota yang sedang mencari cinderella nya." ujar Agam, yang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan, yang tujuan nya adalah untuk mengalihkan sementara kesedihan mereka.


"Hahaha kamu benar banget! ayo Nathan berjuanglah di pesta topeng nanti pasti banyak perempuan cantik, huhuhu." ejek Dias.


Nathan, kembali tersenyum dan tertawa bersama kedua teman nya tersebut, ia sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti mereka yang selalu ada untuknya.


Bersambung.....


Jangan lupa Like + Komen + Vote and Share❤

__ADS_1


Nantikan bab selanjutnya! ♡(∩o∩)♡


__ADS_2