Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 52 : Ungkapan cinta yang awalnya palsu


__ADS_3

Sesampainya Grisella, di kediaman Jian.


Dengan tiba-tiba Nathan, langsung menggendong Grisella, untuk keluar dari mobil.


Heup...


"Na-Nathan! turun'kan aku!" seru Grisella.


"Sudahlah kau hanya perlu diam saja, aku akan menggendong mu hingga masuk ke dalam rumah ku." jawab Nathan.


"Ta-tapi hal ini sangat memalukan." bisik Grisella.


"Sudahlah jangan di fikirkan."


"Baiklah kalo begitu tapi kabul'kan satu permintaan ku."


"Oke, apa yang kau inginkan?" tanya Nathan.


"Aku ingin berkeliling rumah mu, karna aku tau rumah mu ini pasti sangat besar." jawab Grisella.


"Hahaha... hanya itu saja? baiklah ayo kita jalan-jalan." ujar Nathan, yang segera membawa Grisella, untuk berkeliling di sekitar rumahnya.


Sesampainya mereka di taman belakang Grisella, seketika langsung di buat terkagum-kagum oleh taman yang ada di sana, begitu indah dan sejuk.


"Wah... lihatlah taman ini, begitu indah, dan juga cantik. Pantas saja di Asrama ada sebuah taman..." hampir saja Grisella, mengatakan tentang taman rahasia yang di buat oleh Nathan, dan teman-teman nya.


"Ya kenapa? apakah taman di Asrama sama cantiknya seperti taman rumah ku?" tanya Nathan, yang segera ingin menyudutkan nya.

__ADS_1


"Hahaha... iyah kau sangat benar sekali, maklum saja aku'kan hanya seorang gadis desa yang sangat jarang melihat taman-taman yang begitu indah." jawab Grisella, dengan sedikit gugup.


"Eumm begitu yah."


"Eh lihatlah bangku taman itu sangat bagus, bye aku duduk duluan." ujar Grisella, yang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


Setelah mereka berdua duduk di bangku taman dengan tiba-tiba Grisella, meminta izin kepada Nathan, untuk bersandar di bahunya.


"Eumm... Nathan, bolehkah aku bersandar di bahumu?" tanya Grisella.


Nathan, cukup terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Grisella, padanya. "Tentu saja boleh."


"Terimakasih banyak."


"Iyah sama-sama, apakah kau menyukai taman ini?" tanya Nathan.


"Jika kau mau taman seperti ini berada di rumah mu juga, aku berjanji padamu kapan-pun kau menginginkannya aku pasti akan menurutinya dengan cepat."


Grisella, tersenyum tipis di hadapan Nathan, lalu berkata. "Terimakasih. Ketua osis... bolehkah aku mencintaimu? akan tetapi aku hanyalah gadis desa yang tidak sederajat dengan mu."


Bum... !!!


Panah beracun yang di luncurkan oleh Grisella, seketika langsung tepat tertembak mengenai jantung sang korban. Nathan, begitu terkejut setelah mendengar ucapan yang di keluarkan oleh Grisella.


"Apa!? apakah kau benar-benar mencintaiku?" tanya Nathan, dengan raut wajah tersipunya.


Grisella, menganggukan kepalanya. Karna tidak dapat lagi menahan hasratnya Nathan, langsung mencium bibir Grisella, dan Grisella, pun tidak dapat menolaknya demi misinya.

__ADS_1


Cup... muah...


"Nat-Nathan..." bisik Grisella.


Nathan, segera melepaskan ciuman nya dari Grisella. "Ada apa?"


Dengan wajah yang memelas Grisella, berkata. "Bisakah kau tidak pergi? dan temani aku di sini?"


"Eumm... mengenai itu aku tidak bisa. Akan tetapi aku berjanji padamu untuk terus mengirimi mu surat, karena di Asrama luar negeri itu sangat berbeda dengan Asrama yang ada di dalam negeri, di sana tidak di perbolehkan untuk memakai handphone." jawab Nathan.


Grisella, yang mendengarnya seketika langsung bersedih, dan mulai berfikir bagaimana caranya ia untuk membanggakan ayah nya? tak terasa air mata Grisella, mulai mengalir membasahi pipinya.


"Emm... begitu ya? yasudah tidak apa-apa, jadilah anak yang pintar di sana, oke?"


Nathan, yang merasa tak tega melihat wanita yang ia cintai menangin dengan segera langsung memeluknya, karna ia tidak ingin Grisella, merasa sedih lagi.


Pluk...


"Sudahlah... jangan menangis, apakah pelukan ku ini dapat menyembuhkan luka yang ada di dalam hatimu itu?" tanya Nathan, sambil terus memeluk erat Grisella.


"Luka ini tidak akan langsung sembuh begitu sama Nathan..." jawab Grisella.


Heup...


Nathan, langsung menggendong Grisella, untuk masuk ke dalam rumah. "Kalo begitu ayo kita masuk ke dalam rumah."


Grisella, sedikit tersentuh karna perlakuan Nathan, tersebut akan tetapi hatinya tetap merasa sangat hancur, karena ia tidak tau bagaimana caranya untuk keluar dari masalah ini.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2