Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 66 : Kembalinya ingatan Grisella


__ADS_3

Beralih ke sisi Grisella, dan Nathan.


Satu jam kemudian Grisella, akhirnya sudah kembali sadar dari pingsan nya. Nathan, kelihatan nya begitu sangat bahagia ketika melihat sang pujaan hati telah kembali sadarkan diri.


"Akhirnya kau bangun juga." ujar Nathan, yang langsung siap siaga di sisi Grisella.


"N-Nathan, bantu aku untuk duduk." ujar Grisella, yang berusaha untuk menggapai tangan Nathan.


Dengan berlahan Nathan, pun segera membantu Grisella, untuk duduk. "Pelan-pelan saja sayang."


Seketika Grisella, di buat tercengang dengan sikap manis nya Nathan. "Sa-sayang? sebenarnya apa yang yang telah terjadi padamu?"


"Jangan berakting lagi Key, aku tau bahwa kau sudah mengingat kembali semua memory mu yang hilang." ujar Nathan, dengan ucapan yang begitu halus pada Grisella.


Grisella, tiba-tiba merenung. "Ya... aku sudah mengingat kembali seluruh cerita masa kecil ku, dan juga tentang persahabatan dekat diantara keluarga kita dahulu. Asal kau tau saja Rangga, itu sebenarnya adalah sepupu laki-laki ku."


Tangan Nathan, mulai menggapai pundak Grisella seraya akan memeluknua. "Lalu kenapa jika Rangga, itu adalah sepupu lelaki mu? hal itu tidak akan menghalangi hubungan kita berdua. Rangga, adalah sahabat ku sekaligus sepupu mu, itu tidak masalah sayang."


"Tapi dahulu aku sempat menyukainya apakah kau marah?" tanya Grisella, sambil bersender di dada Nathan.

__ADS_1


"Tidak... apakah sekarang aku sudah boleh menyebut hubungan kita berdua ini adalah sepasang kekasih?" tanya Nathan.


"Eumm tentu saja. Emm... sebelum itu akan aku jelaskan bagaimana kejadian yang membuatku bisa lupa ingatan, kau sangat ingin tahu bukan?" ujar Grisella.


"Baiklah, tapi jangan paksakan dirimu terlalu keras oke?"


"Oke sayang. Jadi selama ini Harry, hanya sekedar memanfaatkan ku saja, dan sebenarnya aku dahulu sama sekali tidak mencintai Harry, akan tetapi di karenakan adanya kecelakaan itu ia malah mengakui diriku sebagai kekasih nya."


Nathan, cukup terkejut dengan apa yang di katakan oleh Grisella, aka tetapi ia berusaha untuk lebih tenang, dan mendengarkan ceritanya sampai akhir.


"Jadi dahulu aku sempat ingin kabur bersama Rangga, akan tetapi semuanya malah berantakan karna perbuaran Harry, aku terjatuh dari jurang, lalu setelah selamat dari kecelakaan itu aku di nyatakan mengalami pendarahan yang cukup parah di bagian kepala yang menyebabkan lupa ingatan sementara, sedangkan Rangga aku sama sekali tidak tahu apa yang selanjutnya ia lakukan setelah kecelakaan itu."


Nathan, yang mendengarnya begitu merasa sangat lega, sambil mengusap ubun-ubun kepala Grisella, dengan sangat lembut ia berkata. "Kalo begitu baguslah, itu berarti kesempatan untuk ku semakin dekat, dan akan aku jadikan kau sebagai nyonya muda di keluarga Jian."


"Hahaha... ah kau ini bisa saja." ujar Grisella, yang tertawa malu di hadapan Nathan.


Tring... Drtt... Drtt...


Kakak Grisella, secara tiba-tiba menelfon. "Sebentar aku angkat telfon dari Kak Aditya dulu."

__ADS_1


"Baiklah."


"Hallo kak? ada apa?" tanya Grisella, pada kakaknya.


"Bu-bunda... sudah kebali pulang ke rumah, cepatlah untuk pulang! ini memanglah hal yang tak di sangka-sangka. Di sini juga ada teman Asrama mu yaitu Rangga, cepatlah pulang." ujar Aditya, dengan suara yang masih terasa bergetar.


Wajah Grisella, seketika berbinar ketika mengetahui ibunya sudah pulang. "Baik Kak! aku akan segera ke sana bersama Nathan. Ouh ya kakak... ingatan ku sepenuh nya sudah kembali, jadi kau tidak perlu bertingkah seperti menyembunyikan sesuatu lagi oke? aku tau Rangga itu adalah sepupu ku."


"Apa?! secepat itu? hahaha... kalo begitu akan ku tunggu cerita mu nanti." ujar Aditya, yang kebahagiaan nya langsung di kali lipatkan.


"Baik Kak, aku akan segera pulang."


"Kakak tunggu."


Tut...


Telfon pun di akhiri, Nathan dan Grisella pun segera berangkat menuju kediaman Yudisti.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2