Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 57 : Kepergian ayah Rangga


__ADS_3

Setelah Rangga, keluar dari kamar ayahnya dengan segera ia berfikir untuk segera pergi mencari kakak dari ibunya, dengan hati yang berdebar-debar karna kondisi ayahnya yang mulai memburuk, ia pun segera menelfon dokter Daniel, untuk membantunya.


Yaps benar ternyata diam-diam Dokter Daniel, pun memiliki hubungan yang sangat baik dengan Rangga, tanpa di ketahui oleh Harry. Setelah beberapa saat kemudian Dokter Daniel, datang dan segera masuk ke dalam kamar ayahnya untuk membantu Tim Medis yang sedang berada di dalam.


Dada Rangga, semakin terasa sesak pada saat itu, yang membuat kepalanya terasa nyeri, dan ingatan nya mulai kembali pulih secara tiba-tiba, karna nyeri itu semakin menjadi pada akhirnya Rangga sudah tak dapat lagi untuk menahan nya, ia pun langsung terjatuh pisan di hadapan Kakek, dan Neneknya.


Bruk... !!!


"Rangga!" teriak Nenek, dan Kakeknya secara bersamaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Singkatnya setelah ia sadar dari pingsannya Dokter Daniel, sudah berada di sisinya dan berkata bahwa ayahnya sudah tidak dapat di selamatkan lagi karna penyumbatan darah di area jantung nya yang sudah begitu parah yang pada akhirnya membuat ayahmu tidak bisa bertahan lagi.


"Dokter! bagaimana dengan keadaan ayah ku?!" ujar Rangga, yang langsung bangkit dari tidurnya.


"Rangga... ayah mu mengalami penyumbatan aliran darah di area jantung, yang membuatnya susah untuk bernafas, dan aliran darah ke otaknya pun mulai terhambat. Kami sudah semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa ayah mu, akan tetapi takdir berkata lain, saya ikut berduka untuk ini." ujar Dokter Daniel.


"Agrhh! ayah kau tidak boleh meninggalkan ku seperti ini!" teriak Rangga, yang begitu terkejut setelah mendengar kabar itu.


Namun, Dokter Daniel segera memberikan gelang, dan surat pemberian ayahnya sebelum ia meninggal pada Rangga. "Sebelum ayahmu meninggal dia memberikan gelang, dan sepucuk surat ini untukmu."


Rangga, pun mengambil surat terakhir ayahnya itu. "Terimakasih Dokter Daniel, kau sudah sangat berjasa di kehidupan ku. Aku harap... aku dapat membalas semua kebaikan mu ini."

__ADS_1


Puk...


Dokter Daniel, menepuk pundak Rangga, dan tersenyum. "Tenanglah, ini sudah menjadi tugasku. Kau tidak perlu memberikan ku hadiah atau sebuah penghargaan, hanya cukup dengan memberikan posisi bahwa aku adalah Dokter andalan mu, hal itu sudah membuatku sangat bahagia."


Rangga, tersenyum tipis dengan raut wajah yang masih pucat. "Hmm ya terimakasih, sebaiknya aku langsung mengurus pemakaman ayah."


Dokter Daniel, segera menghadang Rangga. "Beristirahatlah sebentar, biarkan aku dan keluarga mu saja yang melakukan nya, kau cukup datang saja di saat pemakaman nya."


Karna Rangga, yang sudah begitu percaya pada Dokter Daniel akhirnya ia pun menyerahkan semuanya padanya. "Baiklah kalo begitu."


Tak lama dari Dokter Daniel pergi Rangga, mulai mengumpulkan informasi tentang desa yang di sebut oleh ayahnya. Walaupun desa itu hanya di tinggali oleh beberapa rumah saja akan tetapi tetap saja ia harus dapat dengan baik mencari posisi yang tepat dengan desa itu.

__ADS_1


Hal itu membuat Rangga, semakin bertekad untuk segera pergi menemukan kakak dari ibunya, karna ia semakin penasaran dengan isi surat, dan misteri dari percakapan nya dengan ayahnya yang belum tuntas di bicarakan, karna ia berharap kakak dari ibunya itu dapat menjawab semua misteri itu.


Bersambung.....


__ADS_2