
Singkatnya keesokan harinya. Mereka berempat pergi ke asrama, berjalan dengan gagahnya menelusuri setiap kolidor untuk menuju ke kelas, dan seketika kehadiran Rangga di asrama membuat semua orang membicarakan mereka.
"Wah... wah... akhirnya F4 asrama kita kembali." bisik salah satu para gadis yang ada di setiap kolidor. Hampir seluruh murid di asrama tidak pernah menyangka bahwa Rangga, akan kembali ke asrama.
"Akhirnya setelah dua tahun terakhir mereka kembali lengkap, aku sangat merindukan masa-masa mereka dahulu." saut gadis yang lainnya.
"Astaga! mereka berempat sangat tampan..."
Agam, melirik ke arah Nathan. "Bagaimana apakah aku sudah kembali tampan seperti dahulu?"
"Cih... ganteng dari mananya?!" jawab Dias, dengan seruan nya.
"Ehh udah-udah, si Agam kan emang yang paling ganteng, hahaha." ujar Nathan.
"Eh sebentar apakah kalian tidak pernah menjadi pusat perhatian seperti ini lagi setelah aku pergi?" tanya Rangga.
"Eumm kita tetap jadi pusat perhatian akan tetapi Nathan, selalu mengumumkan bahwa di asrama ini tidak ada yang boleh terlalu histeris ketika bertemu dengan kami." jawab Dias.
"Eumm... kalo mulai dari ini bolehkan? boleh lah..." Rangga, melirik ke arah Nathan, dengan tatapan memohon.
"Ahh... hentikan itu! jangan lagi kau perlihatkan wajah memelas mu itu kepada ku!" seru Nathan, yang segera berlari menjauh dari Rangga.
"Ahh... jangan begitu! tunggu aku! tetaplah berada di dekatku!" ujar Rangga, yang langsung mengejar Nathan.
Hahaha... kalian berdua ini, jadi kumatkan! ujar Agam, dan Dias bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika mereka berempat masuk ke dalam kelas tiba-tiba Rangga, langsung di buat terdiam saat melihat Grisella, seperti ada perasaan yang tidak asik di fikiran nya. Namun ia menghiraukan perasaan itu, dan bertanya pada Nathan.
"Apakah dia orang nya?" bisik Rangg, yang bertanya pada Nathan.
Nathan, pun menjawab dengan sedikit memberikan senyuman pada Grisella. "iyah."
"Ouhh baiklah." Rangga, pun mulai mendekat ke arah Grisella, dan berusaha untuk menyapanya.
"Halo... aku Rangga." ujar Rangga, sambil mengulurkan tangan nya.
Akan tetapi Grisella, hanya menatap dingin ke arah Rangga, dan hampir tidak ingin merespon nya sama sekali. "Lalu?"
__ADS_1
"Dih! baru pertama kalinya ada cewe yang berani menolak ku seperti itu." ujar Rangga, di dalam hatinya.
Karna tidak ingin malu ia pun segera beranjak, dan langsung duduk di bangku nya sambil mengatakan. "Kamu sombong sekali kelihatan nya, kalo begitu aku juga tidak mau menjabat tangan mu."
"Semuanya aku sudah kembali lagi, aku harap kalian masih mengenaliku." ujar Rangga, yang langsung mengganti suasana kelas.
Dan suasana kelas pun di buat heboh oleh Rangga setelah ia mengatakan itu, banyak wanita di kelas yang menghampirinya hanya untuk bertanya kenapa kamu pergi dari asrama ini?
Agam, tiba-tiba berkata bahwa sepertinya mereka berempat akan kembali menjadi pujaan para wanita seperti dahulu.
"Akhirnya kehidupan kita kembali, hmm... maksudku kita kembali menjadi incaran para gadis di asrama ini." Agam, bertingkah so cool dengan cara menyisir-nyisir rambutnya dengan tangan.
(Dias mengacak-ngacak kembali rambut Agam). Wush... Wush...
"Bagaimana bisa kamu menjadi pujaan para wanita jika rambutmu saja seperti itu, hahaha..." setelah mengacak-ngacak rambut Agam, Dias, segera kabur masuk ke dalam kelas untuk menghindari Agam.
"Dias! awas kau! aku tetap bisa menangkapmu jika hanya di dalam kelas!" seru Agam.
"Hahaha... kalian ini." gumam Nathan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Stt... stt... cie." ujar Treysa.
"Apaan sih Trey?" tanya Grisella.
Treysa, mengedipkan sebelah matanya, dan mengacungkan ibu jari jempolnya pada Grisella. "Kamu adalah satu-satunya kutu buku yang dapat begitu banyak perhatian dari para lelaki tampan di asrama ini."
"Puftt... apa kau bilang?" tanya Grisella, sambil menahan tawanya.
"Kau itu pintar membuat perhatian para lelaki di asrama ini. Aku ingin belajar dari mu!" jawab Treysa, dengan mata yang berbinar-binar.
Grisella, tersenyum dan berkata. "Baiklah, akan aku ajarkan nanti, dan jika kamu ingin tau sebab para laki-laki di asrama ini terpesona pada ku itu karena aroma tubuh ku yang sangat harum."
"Oh ya? apa nama farfum mu? aku juga ingin memakainya!" seru Treysa, yang seketika langsung bersemangat.
Grisella, langsung memeluk Treysa, di karenakan ia tidak tahan dengan kepolosan nya. "Hahaha... aku hanya bercanda. Kamu ini bagaimana sih? bukannya kamu itu pintar? tapi kenapa jika karna hal ini kau tiba-tiba menjadi bodoh? aku sangat senang bisa berteman dengan mu."
"Hahahaha... akhirnya aku bisa membuatmu tertawa, emm... apakah aku boleh bertanya?"
__ADS_1
Melepaskan pelukan. "Boleh."
"Apakah aku ini adalah benar-benar teman pertamamu?" tanya Treysa.
"Eum... sebenarnya teman pertama ku adalah kak...." belum selesai Grisella, berbicara akan tetapi secara tiba-tiba ia merasa sangat pusing.
"Arghh... kepala ku tiba-tiba sangat sakit, Trey! bantu aku ke UKS." ujar Grisella, dengan nada suara yang berusaha untuk menahan rasa sakitnya.
"E-eh?! kamu kenapa? Ketua osis! tolong aku!" seru Treysa, yang seketika langsung di buat panik oleh sahabatnya itu.
Nathan, segera berdiri dan berpindah ke sisi Grisella. "Sella! Sella! kamu kenapa?"
"To-tolong... bawa a-aku ke U-K-S." jawab Grisella, dengan cara bicaranya yang tiba-tiba seperti terbata-bata.
Nathan, segera menggendong Grisella, keluar kelas untuk menuju ke UKS. "Baiklah, bertahan lah sebentar lagi."
"Nathan!" seru Lidia, yang sangat terkejut dengan perlakuan nya terhadap wanita kutu buku itu. Ia pun segera akan mengejar Nathan, namun sayang nya aksinya langsung di hadang oleh Rangga, Agam, dan Dias.
"Biarkan ia menolong Sella!" ujar mereka secara bersamaan.
Tercengang sebentar, sebelum ia memberontak. "Ha? awas! jangan menghalangi jalan ku!"
"Jalan mu? asrama ini bukan milik ayah mu tau, dan ayah mu itu hanya menjabat sebagai wakil kepala, bukan kepala asrama. Mengerti?" ujar Rangga.
"Tutup mulut mu Rangga!" bentak Lidia.
"Lidia... sebaiknya kamu duduk, atau akan aku laporkan kamu pada Nathan, kamu tidak maukan hubungan mu hancur?" ancam Rangga, dengan memberikan tatapan mautnya.
Lidia, langsung di buat membatu oleh ancaman Rangga itu, dan ia pun segera memutar badan nya untuk kembali ke bangku nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain tempat ketika Harry, yang mendengar kabar bahwa Rangga, telah kembali ke asrama tiba-tiba merasa hawatir, dan bergitu marah akan kehadiran nya yang kembali ke asrama.
"Kenapa bajingan itu harus kembali pada saat seperti ini?!" gumam Harry, yang entah kenapa ia begitu marah ketika mendengar informasi itu, padahal para siswa lain begitu sangat senang dengan kehadiran Rangga, yang kembali ke asrama.
Bersambung...
Jangan lupa Like - Suport - Vote - Favorit🖤
__ADS_1