Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 72 : Kematian Grisella penuh duka


__ADS_3

Sesampainya semua keluarga di rumah sakit, dengan segera mereka menemui Nathan. Tak lama dari itu Dokter akhirnya keluar dari ruangan ICU.


"Dokter! bagaimana dengan kondisi anak saya?!" tanya ayah Grisella.


"Iyah Dokter, bagaimana kondisi Adik saya sekarang? apakah dia baik-baik saja?" tanya Aditya, dengan raut wajah yang begitu cemas.


Dokter, seketika terdiam ketika mereka bertanya-tanya, Nathan yang mulai merasa kesal dengan sikap Sang Dokter pun akhirnya angkat bicara.


"Dokter! sebenarnya kau ini seorang Dokter bukan? mengapa kau hanya diam saja ketika pihak keluarga bertanya tentang keadaan pasien mu?!" bentak Nathan, pada Sang Dokter.


"Bukan seperti itu Tuan, akan tetapi saya ikut berduka cita, terkadang para Dokter memang kesulitan untuk menyampaikan hal ini." jawab Sang Dokter.


Dengan raut wajah yang terkejut Nathan, langsung menarik kerah baju Sang Dokter ke atas. "Apa maksudmu itu?!"


"Tenanglah Nathan! lepaskan dia." seru ayah nya.


Nathan, pun langsung melepaskan Sang Dokter. "Baiklah, cepat katakan!"


Dokter pun langsung melanjutkan perkataan nya. "Maafkan saya karena Nona Grisella, memang sudah tidak dapat di selamatkan lagi. Faktornya utama nya adalah ia telah terkonfirmasi keracunan, dan racun itu bukan sembarang racun akan tetapi yang terdapat di dalam minuman nya adalah Sianida."

__ADS_1


Seketika semua orang langsung terkejut terutama Nathan yang tidak pernah menyangka bahwa Grisella akan dengan cepat meninggalkan nya.


Aditya, langsung teringat, dan bertanya pada Sang Dokter, minuman apa yang adiknya minum.


"Dokter! apakah saya boleh tau minuman apa yang ia minum? apakah Jus Orange?!" tanya Aditya, dengan keringat dingin yang mulai membasuh seluruh badan nya.


Sang Dokter pun menjawab. "Ya Tuan, anda benar sekali."


Brug... !!!


Aditya, langsung terjatuh ketika ia mendengar jawaban dari Sang Dokter. Wajahnya seketika menjadi pucat, tangan nya bergetar, dan air matanya pun mulai menetes. "Ha-Harry pelakunya..."


"Ya benar Nathan! aku ingat bahwa dahulu Grisella, selalu meminta Harry, untuk membuatkan jus Orange untuknya." jawab Aditya.


"Ahhh... !!! anak ku! anak ku! putri kesayangan ku! jangan tinggalkan ibu sayang!" teriak ibu Grisella, yang begitu terpukul dengan kepergian Grisella.


"Te-tenanglah sayang, cobalah untuk tenang dulu." ujar ayah Grisella, yang langsung memeluk istrinya itu.


"Nathan! cepat cari Harry! dan bawa dia ke kantor polisi!" seru ayah Nathan.

__ADS_1


"Baik ayah, teman-teman... temani aku untuk mencarinya." ujar Nathan.


"Baik Nathan, ayo kita tangkap b4j1ng4n itu!"


Tanpa basa-basi lagi Nathan, beserta teman-temannya dengan segera mencari Harry, untuk kesaksian nya. Mereka segera menelfon polisi untuk membantunya mencari keberadaan Harry, dan bum! tak butuh waktu yang lama akhirnya Harry tertangkap di rumah nya.


Setelah di bawa ke kantor polisi ia mengakui bahwa dirinya lah yang telah meracuni Grisella, dan kejiwaan nya pun di tes oleh pihak kepolisian.


Setelah keluar hasil keterangan kejiwaan nya ternyata Harry, sudah tidak berakal lagi atau (Gila) di karenakan obsesinya yang terlalu besar untuk mendapatkan Grisella.


Nathan, yang emosi langsung meminta polisi untuk menghukum penggalnya. "Penggal kepala nya! lelaki semacam mu itu seharusnya tidak di perbolehkan untuk hidup!"


Namun, Harry malah berkata. "Jika kau membuatku mati, aku akan sangat bahagia karna akan lebih mudah mendapatkan Grisella di alam baka."


"Sesuai dengan perjanjian yang di catat oleh nona Grisella, bawah ia tidak mengizinkan Harry, untuk di hukum apapun sebelum ia lulus. Namun Tuan, jangan hawatir... kami akan mengirim Harry ke Rumah Sakit Jiwa untuk mendapatkan pengobatan khusus hingga kejiwaan nya kembali pulih." ujar Sang Komisaris Polisi.


Nathan, bergumam. "Grisella... kau terlalu polos, dan baik."


"Baiklah kalo begitu, kami serahkan kasus ini padamu." ujar Nathan, dengan tatapan sedih.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2