Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 65 : Kebahagiaan yang telah di temukan


__ADS_3

Tiga jam kemudian.


Ibu Grisella, Rangga, dan juga perawat Nadia, akhirnya telah sampai di kediaman Jian, ibu Grisella begitu sangat senang ketika ia baru saja menginjakan kakinya di atas tanah kota ini lagi.


Ketika gerbang mulai di buka seluruh penjaga dengan seketika langsung di buat terkejut saat melihat Nyonya besarnya telah datang kembali ke rumah, begitupun dengan para pembantu yang ada di sana.


Seketika rumah besar itu di ramaikan oleh suara sorakan selamat datang kembali Nyonya besar.


"Nyonya besar sudah kembali! Selamat datang Nyonya Indri Yudisti, selamat datang!" sorak seluruh pekerja yang da di kediaman Yudisti.


Kailes yang mendengarnya begitu sangat jelas akhirnya memutuskan untuk segera keluar rumah yang tujuan nya untuk melihat kebisingan apa yang telah terjadi di luar.


"Nyonya... nyonya? sebenarnya ada apasih di luar? sebaiknya aku sendiri yang harus bertindak." gumam Kailes, yang segera keluar dari kamarnya.


Ketika ia mulai berjalan untuk keluar rumah seketika ia langsung terkejut ketika melihat istri tercintanya telah kembali pulang, ia langsung berlari ke arah Indri untuk segera memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


"Indri... !!!" seru ayah Grisella, sambil berlari menuju ke arah ibu Grisella.


"Kau keterlaluan sekali sebagai istri... karena kau telah meninggalkan ku selama dua tahun lebih, padahal aku sudah menyuruhmu untuk pulang segera pulang dari tahun lalu, tpi perawatmu itu selalu menjawab bahwa kau masih dalam keadaan yang buruk."


Indri, sangat terkejut, karna selama ini perawatnya itu selalu memberitahukan perkembangan mentalnya yang semakin membaik, akan tetapi mengapa surat yang ia berikan malah bertulis pesan yang salah?


Indri, pun menjawab. "Kau tidak pernah menjemput kami untuk segera pulang, dan kaulah yang selalu memberi jawaban bahwa kamu meminta perawatku untuk lebih lama lagi tinggal di sana dengan alasan bahwa kau ingin aku sepenuhnya sembuh."


"Apa?! ta-tapi aku berani bersumpah padamu bahwa selama ini aku selalu meminta mu untuk segera pulang, bukan nya malah membuatmu berlama-lama di sana. Aku mengirim mu ke sana hanya untuk menenangkan dirimu sementara, dan membuatmu nyaman dengan cara melihat sekeliling pemandangan yang ada di pedesaan itu." jawab ayah Grisella.


Ayah Grisella, pun langsung memeluk ibu Grisella, dengan penuh cinta dan kasih sayang. "Tenanglah sayang, yang terpenting sekarang adalah kau telah kembali ke sisi ku dan anak-anak kita."


Ketika Kailes memeluk Indri, ternyata di belakang nya berdiri Rangga putra dari Indra, dengan seketika ia langsung terkejut dan segera mengusirnya dari rumah nya.


"Rangga! kau sudah berani lancang?! siapa yang mengizinkan mu untuk masuk?" seru Kailes.

__ADS_1


Indri, langsung menarik tangan suaminya itu. "Tenanglah sayang... apakah kau tau kabar Indra yang sudah meninggal dunia?"


"Iyah, memang nya ada hubungan apa dengan kedatangan nya kemari?" tanya Kailes, pada istrinya.


"Karna dialah aku bisa kembali, jika saja Indra tidak menyuruh nya untuk datang, dan menjemput ku, mungkin entah sampai kapan aku akan berada di sana." jawab Indri.


Setelah Indri menjelaskan segalanya pada Kailes, akhirnya hati Kailes dapat luluh, Kailes pun akhirnya dapat lebih tenang, dan mulai menerima kembali kehadiran Rangga.


Rangga, yang telah mengerti tentang kejahatan keluarga Jonathan, pun meminta mereka semua untuk masuk terlebih dahulu ke dalam rumah, karna ada hal yang sangat penting untuk mereka bicarakan.


"Paman, ada hal yang penting yang harus aku bicarakan dengan mu, dan sebaiknya kita bicarakan di dalam rumah." ujar Rangga.


"Baiklah, ayo kita masuk ke dalam."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2