
"Halo ayah, apa kabar?" tanya Grisella, kepada ayah Harry.
"Baik anak ku, aku sangat sehat, dan kuat. Kau tidak perlu menghawatirkan nya." jawab ayah Harry.
Dengan raut wajah yang begitu terkejut Nathan, masih belum dapat menerima bahwa Sella, adalah Grisella, teman masa kecilnya dahulu.
"Sella... jadi selama ini kau adalah Keylla?! teman masa kecil ku? Pantas saja hatiku selalu berkata bahwa kau adalah cintaku, ta-tapi bagaimana ini? kau berasal dari marga Yudisti." Gumam Nathan, di balik dinding.
Prank... !!!
Suara vas bunga yang tak sengaja Nathan jatuhkan, seketika membuat suasana berubah menjadi mencekam.
"Siapa itu?!" tanya ayah Harry.
Nathan, pun segera keluar dari persembunyian nya, dan berusaha bertingkah seperti pengawal yang biasanya.
"Maaf Tuan... hamba tak sengaja menjatuhkan vas bunga mahal ini, anda boleh memotong nya dari gajih ku bulan ini." ujar Nathan, yang mengganti suaranya menjadi lebih berat.
"Ahh ku kira apa, yasudah tidak apa-apa, kembali bekerja."
__ADS_1
"Baik Tuan, terimakasih." jawab Nathan, yang segera membalikan badan nya.
"Tunggu!" seru Grisella.
Grisella, tidak langsung mempercayai ucapan yang di lontarkan oleh Nathan, yang sedang menyamar itu. Ia pun mulai melangkah mendekat ke arah Nathan, dan langsung membuka masker yang di pakai oleh Nathan. "Nathan?! bukankah kau seharusnya sudah berangkat ke luar negeri?"
"Tuan muda Jian! mengapa kau berani menyusup ke dalam kediaman ku? bukankah keluarga mu itu begitu terhormat?" seru ayah Harry, yang seketika panik karna kedatangan Nathan.
"Nathan, apakah kau membohongi kami? dan ini adalah sebuah kebohongan publik?" tanya Harry.
Nathan, tidak bisa berkutik lagi ia pun menjawab semua pertanyaan yang mereka lontarkan sambil menggenggam kedua tangan Grisella. "Upss... ketauan deh. Iyah ini adalah rencana ku demi mendapatkan identitas asli Sella, karna aku sudah menemukan topeng biru langit di rumah nya, dan ternyata kau adalah Grisella Yudisti, ka-kau adalah Keylla! teman masa kecil ku dahulu."
"Jaga mulut mu itu! Grisella bukan lah teman masa kecil mu! dia adalah teman masa kecil ku sekaligus dengan tunangan ku!" ujar Harry, yang di buat geram oleh Nathan, karna ia telah berani berkata seperti itu di hadapan Grisella, walau sebenarnya ia sangat ketakutan Grisella akan mengingat semua memory nya kembali.
Nathan, pun langsung memeluk erat Grisella. "Keylla! Keylla! kau adalah Keylla ku, teman kesayangan ku, si gadis kecil tomboi ku!"
Seketika di ingatan Grisella, muncul beberapa memory di saat ia masih kecil, dan benar ia mulai mengingat hal itu kembali. "Na-Nathan? kau memanggil nama ku dengan salah."
Bruk... !!!
__ADS_1
Grisella, terjatuh karna pingsan. Harry, yang melihatnya segera ingin menggendong nya akan tetapi Nathan, lebih dulu menggendong nya da membawa Grisella pergi dari rumah keluarga Jonathan.
"Diam Harry! dia adalah milik ku sekarang!" seru Nathan, yang segera meninggalkan kediaman Jonathan.
Langkah Harry, seketika terhenti oleh kata-kata Nathan itu.
"Ayah bagaimana ini?! aku takut Grisella, akan mengingat semuanya." tanya Harry, yang tak bisa melakukan apapun lagi.
Puk...
Ayahnya menepuk bahu Harry. "Tenanglah nak, selama ia masih memakan obat yang kau berikan, aku jamin posisimu akan selalu aman. Hal yang harus kita lakukan sekarang adalah melenyapkan Nathan!"
"Ta-tapi kenapa ayah?" tanya Harry, sekali lagi.
Ayahnya pun menjawab. "Yang pertama dia sudah menyamar, dan menyusup ke dalam rumah kita, lalu yang kedua dia sudah mengetahui identitas asli Grisella, hal itu akan sangat berbahaya bagi keluarga Yudisti, karna aku takut keluarga Jian akan membalas dendam lewat putri kesayangan nya Kailes itu, jika Grisella celaka aku tak sanggup melihatmu hancur."
"Maka oleh sebab itu lenyapkan saja Nathan Jian, itu!"
Harry, pun tersenyum karna bahagia. "Hmm... terimakasih ayah, karna kau selalu membantuku."
__ADS_1
"Sudah menjadi kewajiban ku sebagai ayah untuk selalu membantumu, Harry." jawab Ayahnya.
Bersambung.....