Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 10


__ADS_3

" Lo bisa kerja gak sih" bentak jessica pada amira sambil melempar baju padanya.


" Lo lihat itu, akibat ulah lo baju gue jadi rusak emang nya lo bisa tanggung jawab "


" Maaf non" jawab amira.


" Ini ada apa sih, pagi - pagi sudah pada berisik" kata kevin baru saja datang.


" Gara-gara perempuan kampungan ini lah, dia udah merusak pakaian gue" jelas jessica dengan kesal


plak


Satu tamparan mendarat di pipi amira, sakit di pipinya tak seberapa sakit di hati nya.


" Gue udah pernah bilang kan jangan bikin masalah, apa lo udah lupa? "


Kata kevin dengan ketus nya pada amira.


" Maaf mas" cuma kata itu yang bisa di ucapkan oleh amira.


Kevin pun menjambak khimar yang ia pakai beserta rambutnya.


" Lo sudah mulai belagu ya, apa karena selama ini gue diam aja"


" Ma... maaf mas" jawab amira terbata karena menahan sakit.


" Ya allah den, kasihan non mira apa yang mau aden lakukan "


" Mbok gak usah ikut campur deh, lagian buat apa mbok panggil dia nona disini dia itu cuma pembantu " kata indira


deg...


' ternyata mami pun sudah menunjukkan ke tidak sukaan nya pada ku, apa aku bisa bertahan disini' batin amira


" Tapi nya..


" Mbok mau di pecat ya" bentak jessica


Si mbok pun tak bisa berbuat apa -apa untuk menolong amira.


" Jangan buat luka yang nampak jelas, nanti itu akan menyulitkan mu" kata indira lalu pergi meninggalkan mereka jessica pun mengikut indira.


Kevin menarik amira menuju kamar mandi yang ada di belakang, di hempas kan nya tubuh amira di lantai lalu menyiram amira dengan air sampai ia basah kuyup.


" Lo berdiam diri di sini sampai salah satu ada yang memanggil lo, kalo lo berani keluar hukuman lo akan lebih parah " bentak kevin


Kevin pergi meninggalkan amira dalam kondisi basah.


" Ya allah, apakah aku bisa bertahan sampai waktu nya tiba" kata amira sambil menangis.

__ADS_1


" Mi, kapan papi akan pulang " tanya jessica saat sudah dalam kamar indira.


" Mami belum tahu sayang, pekerjaan papi mu masih banyak" jawab indira sambil duduk di sofa yang ada dalam kamar nya.


" Jadi kapan kita akan mengusir dia"


" Mami juga gak tahu sayang, kita gak bisa gegabah yang ada nanti nya perusahaan gak akan di berikan kepada abang mu"


Sebenarnya indiri tidak mau ikut dalam menyiksa amira, namun tadi malam suami nya menghubungi nya dia kesal karena hal pertama yang di bicarakan nya tentang amira, jadi ia berfikir apa yang di bilang oleh jessica ada benar nya makannya saat ia melihat amira ia jadi kesal.


" Mi, aku punya ide"


" Ide apa jes? " tanya indira semangat


" Bagaimana kalo kita siksa hati nya mi, kita buat dia merasa cemburu sampai ia yang memilih pergi sendiri"


" Bagaimana cara nya?"


" Kita kerja sama sama kak amel mi pacar bang kevin"


" Ah, kamu benar jes"


Kata indira sambil tersenyum manis.


Sudah jam 9 pagi tapi amira belum juga keluar dari dalam kamar mandi mbok merasa khawatir namun ia tak berani berbuat apa-apa.


" Mbok" teriak jessica


" Ada apa non?"


" Tolong panggil kan pembantu itu, ada kerjaan buat dia" perintah jessica


Si mbok pun pergi ke kamar mandi belakang untuk menolong amira.


" Non, ayo mbok bantu"


" Jangan, nanti mbok bisa kena marah"


" Ini perintah non jessica, kata nya ada pekerjaan buat non"


Mendengar ucapan si mbok amira pun mau keluar dari dalam kamar mandi.


Amira mengganti baju nya karena sudah melihat jessica menunggu nya.


" Antar ini ke kantor bang kevin, gue sudah pesan kan ojek buat lo, jadi lo bisa pergi sekarang " ucap jessica dengan ketus sambil menyerah kan sebuah map pada amira.


Amira pun mengambil map nya, lalu pergi menuju depan rumah, disana sudah ada yang menunggu nya amira pun langsung naik ojek tersebut.


Dalam perjalanan amira merasa pusing badannya juga kurang enak namun ia tahan.

__ADS_1


Sesampainya di depan perusahaan kevin amira langsung menanyakan pada satpam yang menjaga, amira di arahkan ke resepsionis mereka menyuruh amira langsung saja ke ruangan kevin.


Amira berjalan menuju lantai dua ke ruangan kevin, sesampainya di depan pintu ia hanya bisa mematung karena sedang melihat sesuatu.


Dari pintu yang terbuka sedikit itu amira bisa melihat kevin sedang bermesraan dengan seorang wanita.


" Kamu kok nakal sih sayang" ucap kevin dengan lembut sambil mengelus pipi amel yang duduk di pangkuan nya


" Apa kamu tidak menyukai nya sayang "


" Aku menyukai nya sayang, apa pun yang kamu lakukan "


" Terus kenapa kamu seperti menghindar saat aku menginginkan nya"


" Bukan nya menghindar sayang, cuma"


" Cuma apa sayang " kata amel sambil mengelus junior kevin membuat dia bergairah.


Saat melihat kevin seperti itu amel tersenyum menggoda.


" Nanti aku tidak bisa menahan nya" keluh kevin.


" Aku akan memberikan nya sayang, biasanya juga kamu langsung main tanpa melihat situasi "


" Karena aku tahu kondisi kamu saat ini bagaimana, aku hanya ingin menjaga kamu saja sayang "


" Kalo masalah itu gak apa-apa sayang, kita masih bisa melakukan nya" ucap amel sambil mengambil tangganya kevin lalu meletakkan nya di atas gunung kembar nya.


Kevin yang mendapatkan lampu hijau pun langsung ******* bibir amel dengan rakus tangannya pun tak tinggal diam, dia sudah meraba tubuh amel.


Posisi mereka sedang duduk di kursi kerja kevin dengan posisi kevin membelakangi pintu jadi ia tak tahu ada yang melihat nya.


Amel yang bisa melihat ada seseorang di luar sana hanya tersenyum saja. lalu dengan tangan satu nya ia mengirimkan pesan kepada seseorang.


Amira yang menyaksikan itu semua menutup mulut nya agar tak mengeluarkan suara, hati nya terasa sangat sakit dadanya juga sangat sesak air mata nya sudah membasahi pipi nya ia pergi dari sana meninggalkan mereka.


Amira menghapus air mata nya, agar tak ada yang melihat dia menangis.


Di tinggal kan nya map itu di resepsionis lalu pergi dari perusahaan kevin.


Ia berjalan sambil merasakan luka di hati nya, ia berusaha menahan air mata nya namun tak bisa terlalu sakit hati ini.


" Ternyata selama ini aku tidak memiliki kesempatan sama sekali ya mas, aku yang terlalu berharap lebih dalam hubungan ini" gumam amira.


Ia menangis menerima luka ini, sambil berjalan di bawah terik matahari.


kepala nya terasa pusing mata nya mulai kabur tanpa sadar ia menabrak seseorang dan terjatuh badannya terasa tak bertenaga.


Kesadarannya mulai hilang sampai ia pingsan.

__ADS_1


__ADS_2