
Setelah hasan tahu kevin ada di depan rumah nya ia langsung menyuruh amira untuk bersembunyi dalam kamar nya lalu ia pun berjalan ke arah pintu.
Sedangkan imah bergegas menyembunyikan barang amira yang ada di ruang tengah agar kevin tak mengetahui kalo amira ada disini.
Hasan berjalan dengan cepat menuju pintu depan dengan kasar ia membuka pintu ia melihat kevin sudah berdiri di sana dengan wajah tak bersalah nya itu.
"Assalamu'alaikum pak! " Ucap kevin sopan sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.
Namun hasan sama sekali tak menggubris tangan kevin ia hanya menjawab salam nya saja.
"Buat apa kamu kesini lagi? " Tanya hasan dengan nada tak suka.
"Pak apakah amira sudah pulang kesini? " Tanya kevin tanpa tahu malu.
"Hah, kamu yang sudah menyebabkan anak saya hilang sampai sekarang kenapa kamu bertanya sama saya seharusnya saya yang bertanya kemana anak saya! " Jawab hasan dengan ketus.
"Pak saya tahu amira sudah pulang kesini saya ingin bertemu dengan nya! " Ucap kevin.
"Sampai sekarang anak saya belum tahu di mana keberadaan nya kamu datang kesini malah bilang kalo dia sudah pulang! Apa kamu sedang menghina saya? " Tanya hasan dengan suara keras.
Di wajah nya sudah nampak kemarahan ia ingin segera mengusir kevin namun ia juga takut kalo kevin akan curiga kenapa tiba-tiba di usir.
"Saya tidak bermaksud seperti itu pak, hanya saja saya merasa amira sudah pulang dan berada di sini! " Kata kevin yakin.
Di dalam kamar amira sudah was-was karena kevin seperti nya sudah tahu kalo dia berada di sini ia sangat takut kalo kevin masuk ke dalam dan mencari sampai ketemu dia tak mau kembali dengan nya lagi.
Amira terus berfikir kemana dia harus bersembunyi agar kevin tidak tahu keberadaan nya karena amira yakin kevin akan memaksa masuk ke dalam dan mencari dia.
"Kalo pun anak saya sudah pulang saya tidak akan mengizinkan kamu bertemu dengan nya saya tidak sudi anak saya bertemu pria bajingan seperti kamu! " Bentak hasan.
"Saya tahu saya banyak salah pak tapi izinkan saya untuk bertemu dengan amira saya ingin meminta maaf dan memperbaiki semua nya " Mohon kevin.
__ADS_1
"Kamu pikir saya percaya sama kamu lagi, cukup sekali saya melakukan kesalahan tidak untuk kedua kali nya! Sebaiknya kamu pergi dari sini! " Kata hasan dengan tegas sambil mengusir kevin.
Namun karena kevin yakin amira berada di sini ia bersikeras ingin masuk sampai ia ribut dengan hasan.
"Saya ingin mencari amira saya yakin dia ada disini pak! " Ucap kevin dengan nada tinggi.
"Amira tidak ada disini! Kalo pun ada saya tidak akan mengizinkan nya bertemu kamu! " Kata hasan sambil menghalangi kevin agar tidak masuk dalam rumah.
"Dengan bapak seperti ini saya semakin yakin kalo amira ada di dalam! Saya ingin bertemu dengan nya bapak tidak bisa menghalangi saya! "
"PERGI KAMU! " Teriak hasan dengan suara kuat membuat kevin sedikit terkejut.
Karena teriakan hasan para tetangga nya pun datang menghampiri rumah hasan dan melihat apa yang terjadi.
"Kamu dan keluarga mu itu sama saja dulu gara-gara kalian anak saya hilang sekarang gara-gara kamu anak perempuan saya hilang sekarang dengan seenaknya kamu mau menerobos masuk mencari anak saya! " Teriak hasan yang sudah tidak bisa menahan emosi nya.
Seseorang dari kerumunan warga pun mendekati hasan dan juga kevin untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
"Ini pak ustadz, anak ini ingin menerobos masuk kedalam rumah saya padahal saya sudah mengusir nya dari tadi! " Jawab hasan.
"Benar apa yang di bilang pak hasan nak? " Tanya ustadz.
"Benar pak, tapi saya punya alasan sendiri saya ingin mencari istri saya di dalam pak ustadz! " Jawab kevin.
"Apa benar istri pemuda ini ada di dalam pak hasan? " Tanya ustadz sebagai peneggah mereka.
"Tidak ada pak!" Jawab hasan.
"Bapak jangan bohong, saya tahu amira ada di dalam bapak tidak bisa menyembunyikan istri saya seperti ini saya berhak menemui amira pak! " Kata kevin sedikit kesal karena hasan terus saja menghalangi nya.
"Siapa yang kamu bilang istri HAH, kamu sudah menjatuhkan talak pada anak saya amira dan gara-gara kamu juga anak saya menghilang sampai sekarang dan belum tahu dimana dia sekarang AMIRA BUKAN ISTRI KAMU LAGI! " Teriak hasan.
__ADS_1
Kevin yang mendengar kenyataan kalo dia sudah menjatuhkan talak pada amira hanya bisa terdiam karena dia pun meluapkan hal itu.
"Kamu yang sudah menyakiti anak saya sampai seperti itu tapi kamu pula yang berkata saya menyembunyikan anak saya kamu yang sudah tidak memiliki hak untuk bertemu dengan dia! " Kata hasan.
Sedangkan sang ustadz pun sudah paham kemana jalan permasalahan ini sebab semua orang juga sudah tahu kalo amira menghilang dan belum kembali sampai sekarang.
"Tapi saya yakin kalo amira ada di dalam bapak juga gak bisa melarang saya untuk tidak bertemu dengan dia! " Ucap kevin tak mau kalah.
"Apa benar amira ada di dalam pak? " Tanya ustadz.
Walaupun jantung hasan sudah mulai tak tenang karena takut ketahuan namun ia berusaha tetap tenang agar kevin tak curiga.
"Amira tidak ada disini pak ustadz! " Jawab hasan dengan yakin.
"Bapak bohong " Bantah kevin.
"Kalo memang amira tidak ada di dalam kenapa bapak dari tadi melarang saya untuk masuk kedalam rumah! Saya yakin bapak menyembunyikan dia di dalam kan? " Kata kevin.
"Apa benar pak nak amira sudah pulang dan berada di dalam? " Tanya ustadz.
"Tidak ada pak, saya melarang dia masuk kedalam karena khawatir dengan istri saya pak kalo istri saya melihat dia istri saya akan syok dan sakit nya akan semakin parah! " Jawab hasan jujur.
Kondisi kesehatan imah menurun semenjak amira hilang dan tak kunjung ada kabar namun semakin buruk saat kevin datang menemui mereka untuk menanyakan keberadaan amira membuat imah stress.
"Saya ingin memeriksa kedalam kalo memang bapak tidak bohong! " Kata kevin.
"Bagaimana pak? " Tanya ustadz.
Ada sedikit keraguan di hati hasan namun ia juga tak bisa melarang kevin untuk masuk kedalam rumah.
Kalo ia melarang kevin masuk itu akan membuat semua orang curiga pada nya namun ia sangat takut kalo kevin sampai menemukan amira di dalam dan membawa nya pergi dari sini.
__ADS_1
Dengan berat hati hasan pun mengizinkan kevin untuk masuk kedalam rumah ia hanya bisa berdoa semoga kevin tidak dapat menemukan amira.