
Sudah beberapa hari ini sikap amira berubah ia lebih banyak diam dan tak menunjukkan senyuman nya lagi.
Saat dia di marahin atau di hina dia hanya diam saja dan tidak menangis lagi.
Perubahan sikap nya ini membuat indira dan jessica sedikit merasa heran.
" Dia kenapa ya mi? " tanya jessica
" Mami juga kurang tahu jes, mungkin sudah sadar kali dengan status dia" jawab indira
" Bisa jadi mi, dia sudah menerima diri nya yang jadi pembantu "
" Benar tu jes, ya mana mungkin dia sebanding dengan keluarga kita ini"
" Ya iya lah mi bagaikan langit dan bumi" jawab jessica dengan tertawa.
saat mereka sedang asik berbincang di dekat kolam renang kevin berteriak memanggil mami nya.
" Mami... "
" Mami.. "
Panggil kevin dengan suara keras.
" Disini vin" jawab indira
Kevin pun segera berjalan menuju tempat dimana sang mami berada.
" Ada apa sih vin panggil mami pakai teriak segala?" tanya indira yang heran dengan sikap kevin tidak seperti biasa nya.
" Kevin ada kabar buruk buat mami! " ucap kevin sontak saja membuat indira dan jessica terkejut.
" APA" teriak serempak mereka berdua.
" Biasa aja napa teriak nya nanti aku bisa budek tahu " gerutu kevin sambil menutup telinganya.
" Kabar buruk apa bang , papi sakit atau masuk rumah sakit? " tanya jessica
" Bukan"
" Perusahaan bangkrut"
" Ya gak lah gaco kamu"
" Terus apa dong, atau kak amel selingkuh!" ucap jessica
" Jessica lo bisa diam gak, buat apa juga amel selingkuh kalo abang lo ini aja ganteng dan kaya mana mungkin ada yang sebanding " pamer kevin.
" Sombong amat lu bang" gerutu jessica.
" Haha, makannya jangan ke lamaan jomblo jes" ejek kevin.
__ADS_1
" Ih, abang kok malah ejek aku sih" kesal jessica lalu mencubit perut kevin.
" Auuh. sakit kali jes"
" Rasakan"
" Aduh, kalian berdua bukannya serius malah bercanda " gerutu indira melihat kedua anaknya ini.
" Bang kevin duluan mi" cemberut jessica.
" Sudah jes, kevin berita buruk apa yang kamu bilang tadi"
" Ah ya hampir aja aku lupa" kata kevin.
Kevin pun menceritakan apa yang di sampaikan oleh papi nya dan keinginan untuk cepat pulang.
Sontak saja membuat indira marah, bagaimana bisa suami nya menginginkan amira hamil baru dia pulang dan tak peduli dengan perasaan nya disini yang merindukan nya.
" Apa sih yang sudah di lakukan perempuan kampungan itu pada papi kalian sampai dia seperti itu" kesal indira
" Kevin gak tahu ma"
" Kan sudah aku bilang mi, mereka pasti pakai ilmu hitam bukti nya aja sudah ada mi papi menginginkan perempuan itu yang membujuk papi pulang dengan kabar kehamilan "
" Pasti ini rencana dia mi, agar bang kevin menidurinya sampai hamil" jelas jessica
" Kamu benar juga jes, mami gak akan sudi punya cucu dari wanita rendahan itu"
" Mami juga bingung nih"
" Kevin punya ide ma" kata kevin dengan senyuman manis.
" Apa?" serempak mereka bertanya
Kevin pun membisikkan rencana nya pada mereka dan betapa terkejut nya indira dan jessica mendengar rencananya itu.
" Apa nanti papi bakalan percaya bang? " tanya jessica.
" Gue akan bawa orang nya ke rumah sakit pura-pura untuk pemeriksaan nanti foto nya akan kita kirim sama papi setelah papi sudah menepati janji nya baru lah kita jujur sama papi"
" Wah betul juga tuh vin, jadi kapan kamu akan membawa dia? "
" Hari ini juga ma, lebih cepat lebih baik"
" Aku ikut bang, biar papi makin percaya kalo kita peduli dengan dia"
" Ok, ayo siap-siap aku mau panggil dia dulu"
Jessica pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya.
Sedangkan kevin kedapur untuk memanggil amira.
__ADS_1
" Amira" panggil kevin.
"Ya tuan" jawab amira biasa saja
Biasa nya amira akan tersenyum manis pada kevin dan berkata lembut pada nya.
Namun sudah beberapa hari ini kevin tidak melihat senyum manis amira seketika di hati nya ada rasa kehilangan.
Namun ia tepis dan memikirkan tujuan pertama nya saja.
" Kamu cepat siap-siap kita mau pergi " perintah kevin dengan ketus.
" Baik tuan" jawab amira dan pergi untuk bersiap.
Kevin merasa aneh dengan panggilan amira bukan kah itu yang dia harap kan selama ini tapi kenapa saat dia memangil ku dengan kata itu aku merasa risih dan tak suka.
Akhirnya mereka bertiga pun berangkat amira hanya diam saja tak mengeluarkan suara hanya kevin dan jessica lah yang berbicara.
" Apa abang sudah mengatur semua nya?" tanya jessica
" Semua sudah beres kamu tenang aja, kita cukup datang saja" jawab kevin.
" Kamu memang hebat bang, aku sudah gak sabar "
" Ya "
Amira tak mengerti apa yang di bicarakan mereka berdua dia hanya diam saja.
35 menit mereka pun sampai di sebuah rumah sakit.
Mereka pun berjalan dan masuk dalam ruangan yang di sana sudah ada dokter yang menunggu nya.
Amira di arah kan untuk berbaring di sebuah ranjang, amira pun menurut saja dokter pun mulai melakukan tugas nya sedang kan kevin berada di luar menghubungi seseorang.
sedangkan jessica menemani amira di dalam setelah selesai mereka pun kembali ke rumah.
" Bagaimana hasil nya? "
" Bagus bang"
" Abang sudah menghubungi papi? "
" Sudah, kata nya beberapa hari papi akan pulang! "
" Yes, gak lama lagi kita akan bebas"
" Ya jes"
' Sepertinya waktu ku berada di rumah itu tak akan lama lagi, aku harus bersiap untuk pergi' batin amira.
Amira melihat ke luar jendela ia termenung melihat kota yang indah ini, cuma kali ini dia akan melihat ini setelah mertua nya pulang nanti dia akan kembali ke kampung halaman nya.
__ADS_1