
Bandara internasional Soekarno-Hatta nampak seorang wanita dengan setelan gamis syar'i berwarna navy dan khimar yang senada berjalan anggun dengan menggandeng anak perempuan yang cantik di sebelah anak tersebut ada seorang pria tampan yang berjalan beriringan dengan mereka nampak bagaikan sebuah keluarga yang sempurna.
Wajah sang wanita terlihat cantik alami tanpa ada polesan apa pun sedangkan sang pria sangat sempurna karena dia tinggi wajah tampan putih mulus belum lagi anak yang berada di antara mereka semakin membuat serasi.
Setelah keluar dari bandara mereka langsung menuju tempat jemputan dan naik mobil yang sudah menunggu mereka dari tadi.
Di dalam mobil sangat wanita dan anak perempuan nya duduk di belakang anak perempuan nya sangat manja pada sangat wanita.
Sedangkan sang pria duduk di depan bersama supir.
"Kita langsung pulang aja ya pak! " Perintah sang pria.
"Baik tuan! " Jawab supir.
Mobil pun meninggalkan bandara melaju menuju kediaman mereka.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja sedangkan sang anak memeluk sang wanita.
2 Jam lebih akhirnya mereka pun sampai juga di rumah mereka pun sudah di tunggu oleh keluarga yang lain nya.
"Assalamu'alaikum! " Kata sang wanita.
Tak lama ada seorang wanita paru baya datang menghampiri mereka.
"Walaikumsalam, wah zahra cucu nya oma sudah pulang! " Jawab mutiara memeluk alesha zahra sang cucu setelah melepaskan pelukan nya.
"Oma kangen banget sama zahra! Zahra kangen sama oma gak? " Tanya nya pada Zahra.
Sang wanita pun menyalami mutiara sambil mencium punggung tangan nya.
"Bagaimana kabar kamu sayang? " Tanya mutiara sambil memeluk sang wanita.
"Alhamdulillah sarah baik ma, mama bagaimana disini sehat kan? " Tanya sarah.
"Alhamdulillah mama sehat nak! Iqbal mana sar kok gak kelihatan? " Tanya mutiara tak melihat keberadaan iqbal.
__ADS_1
"Mas iqbal ke rumah sakit ma katanya ada urusan sebentar! " Jawab sarah.
"Ya allah, anak itu baru saja pulang dari Singapura sudah pergi lagi bukan nya istirahat gak! " Ucap mutiara sambil merepet.
"Katanya cuma sebentar kok ma, mama jangan marah ya nanti gak awet muda lagi! " Goda sarah.
"Kamu ini bisa saja goda mama! " Kata mutiara.
Mereka pun masuk ke dalam rumah di ruang keluarga sudah ada abddul dan juga seorang lelaki muda yaitu adik iqbal yang bernama haikal irham wijaya.
"Cucu opa, sini sayang peluk opa! " Kata abddul pada zahra.
Namun sayangnya zahra tak mau memeluk abddul ia lebih memilih memeluk sarah.
"Hahaha, kasihan banget kakek nya gak dapat pelukan dari cucu! Ulu ulu jangan nangis ya kek" Ledek haikal.
Kami pun hanya bisa tertawa saat melihat wajah abddul yang terlihat cemberut karena zahra tak mau memeluk nya.
Di tambah lagi dengan ke usilan haikal yang menggoda abddul semakin membuat lucu.
Hasil nya pun sama saja zahra lebih memilih memeluk sarah.
"Huh dasar mentang-mentang ada orang baru yang lama gak mau, sungguh terlalu" jawab haikal.
"Maaf ya om! " Jawab sarah.
"Bagaimana kehidupan di Singapura sar? " Tanya mutiara.
"Bagi sarah agak sulit ma, lebih enak lagi di Indonesia ! " Jawab sarah.
"Ya iya lah disana makannya gak enak kan kal? " Tanya haikal
"Kamu betul baget kal, apa lagi kalo masakan nya buatan mama pasti makin enak! " Jawab sarah sambil tersenyum.
"Kalian berdua bisa saja goda mama terus! Bilang aja kamu mau di masakan kan mal?! ucap mutiara.
__ADS_1
Mereka pun bercanda bersama, sekali gus menggoda abddul karena Zahra tak mau di peluk.
"Mama! " kata zahra dengan suara kecil.
"Ya sayang ada apa? " Tanya sarah dengan lembut.
Zahra merentangkan tangan nya seperti minta di gendong sarah pun dengan telaten mengendong zahra dengan hati-hati zahra pun bersandar di bahu sarah.
"Seperti nya zahra ngantuk ma pa, sarah bawa ke kamar dulu ya! " Kata sarah
"Ya sayang, bawa lah dia pasti dia kelahan dalam perjalan kalian!" Jawab mutiara.
"Ya ma! " Jawab sarah lalu membawa zahra menuju lantai dua masuk ke kamar untuk menidurkan zahra.
Tak berapa lama sarah pun juga ikut tertidur menemani zahra karena kelelahan.
***
Sementara itu di rumah sakit iqbal tengah berbincang dengan danu dan juga kemal sepertinya mereka sedang membahas sesuatu yang penting.
"Jadi bagaimana hasilnya? " Tanya dokter danu.
"Masih seperti itu saja, belum ada yang berubah! " Jawab iqbal.
"Terus lo mau kayak mana setelah ini? "
"Gua juga belum tahu, kalo di suruh pergi kita gak tahu keluarga dia dimana! Kan gak mungkin gua sekejam itu sama dia"
"Ya juga sih kan kasihan dia"
"Itu dia yang gua pikiran , kita kehilangan informasi dirinya! dan kehilangan jejak keluarga nya" Jawab iqbal.
"Dari anak buah abang apa gak ada dapat informasi? " Tanya kemal.
"Gak ada juga! Hah aku frustasi" Jawab iqbal menghela nafas.
__ADS_1
Sudah satu tahun lamanya namun ia masih belum bisa menemukan keberadaan keluarga amira.