
Setelah sholat subuh amira tidak melakukan apa- apa di rumah iqbal ia menjadi sungkan karena sekarang ingatan amira sudah pulih jadi dia juga tahu kalo dia bukan siapa-siapa di rumah ini.
Dalam kamar ia hanya melamun dan merindukan orang tua nya.
Setelah selesai sarapan amira menemui mutiara yang sedang bersantai di taman belakang rumah.
"Ma! " Kata amira canggung.
"Kenapa sayang! " Ucap mutiara lembut.
Amira mendekati mutiara duduk bangku taman dekat mutiara.
"Amira ingin pulang! " Kata amira pelan sambil menundukkan kepala nya.
"Apakah ingatan mu sudah pulih semua sayang? " Tanya mutiara memastikan.
"Sudah ma! Mira sudah ingat semua nya" Jawab amira.
"Baik lah kalo begitu, mama akan minta iqbal untuk mengantarkan kamu ya! " Ucap mutiara sambil mengelus kepala amira.
"Tidak usah ma, amira pulang sendiri saja! " Tolak amira karena tak merasa enak selama satu tahun ini dia sudah banyak merepotkan keluarga ini jadi dia tak ingin merepotkan lagi.
"Kalo kamu tidak mau di antar sama iqbal mama tidak akan mengizinkan kamu pulang! " Tegas mutiara.
"Tapi...
" Gak boleh nolak! " Potong mutiara.
Amira menghela nafas nya perlahan benar-benar merasa tak enak berat untuk menerima namun ia tak bisa menolak kalo ditolak dia tak akan di izinkan pulang.
Padahal mutiara hanya berbohong dia cuma mau memberikan ruang antara amira dan juga iqbal karena mutiara tahu kalo iqbal anak nya sudah suka sama amira.
"Baik lah ma! " Jawab amira.
"Nah gitu dong! Kalo mama boleh tahu rumah kamu dimana sayang? " Tanya mutiara.
"Hemm, rumah orang tua amira jauh dari sini ma mira tinggal di pedesaan soal nya? " Jawab amira.
"Terus suami kamu dimana? " Tanya mutiara penasaran sekalian dia juga ingin mencari tahu tentang amira.
Amira terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan nya, mutiara pun bisa melihat kalo amira seperti kesusahan untuk mengatakan nya.
"Kalo kamu tidak mau menceritakan tidak apa-apa mama tidak memaksa kok! " Ucap mutiara.
"Bukan gitu ma mira cuma malu aja untuk menceritakan nya! " Jawab amira.
__ADS_1
"Kenapa malu cerita kan saja anggap saja mama seperti mama kamu sendiri! " Ucap mutiara lembut.
Amira bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari mutiara seperti kasih sayang ibu pada nya.
"Sebenarnya suami amira sudah menjatuhkan talak ma namun kami belum berpisah secara negara karena amira kecelakaan ma! " Cerita amira.
"Apakah kalian sudah memiliki anak? " Tanya mutiara.
"Belum ma, pernikahan kami juga belum terlalu lama saat dia menjatuhkan talak pada amira! Mungkin masih dua bulan ma! " Kata amira.
"Hah, dua bulan! " Ucap mutiara kaget.
"Ya ma! " Amira mengangguk kepala nya.
"Kenapa kalian berpisah? " Tanya mutiara semakin penasaran.
"Dia tidak mencintai amira ma, kami menikah karena di jodoh kan oleh orang tua saja jadi dia tak terima! " Jawab amira dengan nada sedih mata nya jadi sendu.
Mutiara jadi merasa bersalah karena mengingatkan amira tentang luka itu.
"Maaf kan mama ya sayang kalo membuat kamu terluka lagi karena mengingat kejadian itu! Ucap mutiara.
"Gak kok ma, mama gak perlu minta maaf semua sudah berlalu" Jawab amira.
"Makasih ya ma! " Jawab amira.
Setelah iqbal pulang ke rumah mutiara pun memberi tahu kalo amira ingin pulang ke rumah orang tua nya dan mutiara meminta iqbal untuk mengantarkan nya kesana.
Iqbal pun mau mengantarkan amira dengan senang hati.
Dalam kamar zahra iqbal masuk ke dalam setelah zahra tertidur pulas.
"Kata mama kamu mau pulang ya? " Tanya iqbal.
"Ya mas! " Jawab amira.
"Setelah kamu pulang apa yang akan kamu lakukan di sana? " Tanya iqbal lagi.
Sebenarnya ia hanya berbasa basi pada amira ia hanya ingin lebih banyak berbincang dengan amira sebelum amira pulang.
"Mungkin mira akan membantu orang tua di ladang saja mas! " Ucap amira.
"Mas juga sudah dengar tentang masalah rumah tangga kamu apa yang akan kamu lakukan untuk itu? " Tanya iqbal.
"Mira juga belum tahu mas nanti coba amira bicarakan sama orang tua di kampung! " Jawab amira.
__ADS_1
Dalam hati nya amira sangat ingin bercerai dengan kevin ia sangat sakit hati akan perlakuan kevin dulu apa lagi saat kevin berusaha merebut kesucian amira secara paksa ia sangat trauma.
Ia juga tak ingin bertemu kevin untuk saat ini amira belum siapa melihat wajah kevin orang yang sangat dia benci.
"Baik lah kalo begitu besok pagi kita akan berangkat lebih baik sekarang kamu istirahat saja! " Kata iqbal sambil bangkit dari duduknya.
"Mas! " Kata amira menghentikan langkah iqbal.
"Ada apa? " Tanya iqbal.
"Hemm, amira mau tanya sesuatu! " Ucap amira ragu.
"Mau bertanya apa? "
"Apa mas ada lihat foto dalam tak mira saat amira periksa tidak ada di dalam! " Ucap amira.
"Maksud kamu foto anak perempuan dan laki-laki! " Kata iqbal.
"Ya mas, apa mas ada lihat? Soal nya foto itu sangat penting buat mira" Ucap amira.
'Apakah lelaki dalam foto itu yang penting mira' Batin iqbal.
"Seperti nya foto itu tertinggal di rumah sakit saat kami sedang mencari indentitas dan keluarga mu! Coba nanti mas cek ya" Jelas iqbal.
"Baik lah mas, terima kasih ya mas! " Ucap amira senang karena iqbal mau membantu diri nya mencari barang berharga nya.
Iqbal melangkah kan kaki nya keluar dari kamar zahra lalu menutup pintu nya ia bersandar.
Setelah itu iqbal masuk dalam kamar nya sambil menghela nafas kasar hati nya saat ini sedang tidak damai ada rasa sedih risau gelisah semua bercampur aduk.
Dia berbaring di ranjang sambil memejamkan mata nya agar bisa tertidur melupakan masalah ini sejenak.
Malam semakin larut membuat semua orang terlelap dalam tidur nya iqbal bangun untuk sholat malam ia mencurahkan semua isi hati nya pada sang Khalik.
Ia berdoa agar di beri petunjuk akan permasalahan yang sedang ia alami saat ini.
"Ya allah maafkan lah hamba mu ini datang saat dalam kesulitan dan kegelisahan! "
"Ya allah berikan lah hamba petunjuk setiap pertanyaan dalam hati hamba! "
"Kalo memang dia jodoh hamba satukan lah kami ya allah namun jika dia bukan jodoh hamba hilangkan lah rasa ini pada nya agar hamba tak terluka terlalu dalam! " Doa iqbal.
"Mudah kan lah segala urusan kami ya allah lancarkan lah jika ini jalan yang terbaik hamba akan menerima apa pun itu! " Ucap iqbal.
Iqbal sangat tulus pada amira dalam hati nya dia berharap amira tak kembali pada mantan suami nya dan mau membuka pintu hati nya untuk iqbal.
__ADS_1