
Imah menghela nafas kasar setelah hasan pergi dia sama sekali tidak mengerti mengapa jalan pikiran suami nya seperti itu.
Imah pergi ke kamar nya amira karena ia tahu saat ini amira sedang sedih padahal ia baru saja memberi tahu kalo ia menyukai iqbal namun hasan malah mencari kan ia calon suami dan tak mau memiliki menantu orang kota.
Tok
Tok
Tok
Imah mengetuk pintu kamar amira.
"Ibu boleh masuk nak? " Tanya imah.
"Masuk saja bu! " Jawab amira dengan suara lirih.
Imah pun masuk kedalam kamar amira ia lihat amira sedang duduk di tepi ranjang namun yang membuat imah sedih adalah amira habis menangis.
Imah tahu kalo amira saat ini sedang sedih masalah dia belum selesai namun hasan sudah mencari calon suami buat dia dan yang lebih sakit nya lagi hasan menentang amira menikah dengan orang kota.
"Kamu yang sabar ya mir! " Ucap imah sambil memeluk amira.
"Seperti nya aku tidak berjodoh dengan dia bu! " Kata amira lirih.
"Tidak ada yang tahu akan hal itu nak, jodoh maut rezeki semua itu cuma allah yang tahu itu nak! " Jawab imah.
Amira menangis dalam pelukan imah ia meluapkan isi hati nya pada imah.
"Kenapa bapak seperti ini sama mira bu, kenapa bapak melarang mira menikah dengan anak kota padahal tidak semua nya seperti kevin ! " Kata amira dengan sedih.
"Kamu yang sabar ya sayang, sebaiknya kamu bicarakan dulu sama bapak mungkin dia akan mengerti kamu kalo kamu ngomong sama bapak! "
"Mira takut bu, mira takut kalo bapak akan marah sama mira karena ingin menikah dengan orang kota! "
"Kalo kamu tidak mencobanya bagaimana kamu tahu hasil nya nak, coba lah terlebih dahulu kalo memang bapak tetap tidak setuju ibu akan bantu kamu "
"Kenapa saat mira menyukai seseorang seperti nya sangat sulit untuk bersama ya bu! " Ucap amira.
__ADS_1
"Dulu saat menikah dengan kevin mira tidak bisa memiliki nya karena dia tidak menginginkan mira sekarang saat mira mencintai orang lain malah terhalang restu bapak, apakah mira tidak boleh bahagia ya bu! " Kata amira lagi dengan sendu.
"Jangan berkata seperti itu nak, mungkin saat ini takdir yang kamu jalanin adalah kesedihan namun suatu saat nanti kamu pun pasti akan bahagia nak! " Jelas imah berusaha menghibur amira.
"Dulu saat menjadi istri nya kevin setiap hari mira merasakan kesedihan bu apa pun yang mira lakukan selalu salah cuma kata-kata kasar yang mira terima sekarang mira merasakan kesedihan lagi bu" Kata amira mengingat masa lalu nya saat masih bersama kevin.
# Flashback #
"LO ITU BUTA YA! " Bentak kevin wajah nya merah karena emosi.
"Maaf mas ! " Jawab amira dengan suara pelan.
"CUMA CUCI BAJU AJA LO GAK BECUS APA LAGI KERJAAN YANG LAIN! Dasar gak berguna" Kata kevin lagi dengan nada kasar.
"LO LIHAT INI, GARA-GARA LO BAJU GUA JADI RUSAK SEPERTI INI! "
"Mira minta maaf mas, mira gak sengaja melakukan nya! " Kata amira berusaha meminta maaf.
Saat mencuci pakaian kevin amira tidak sengaja memasukan baju berwarna putih kedalam ember yang penuh dengan baju berwarna yang gampang luntur.
"HAH, Memang nya dengan lo minta maaf masalah nya bisa selesai! GAK BODOH! " Bentak kevin.
"Memang benar ya kata orang-orang kalo orang dari kampung itu gak berguna gak becus melakukan apa pun sama sekali seperti ini lah, cuci baju aja gak berguna sama sekali!" Hina kevin.
Amira hanya bisa diam menerima penghinaan dari kevin di tidak bisa melawan atau membantah karena baru menikah dan tak mau membuat keributan.
"Gua gak mau tau lo harus bersih kan baju ini seperti semula kalo gak lo gak boleh makan! " Ancam kevin .
"Tapi mas, mira gak bisa menghilang kan nya! " Jawab amira.
"Gua gak peduli pokoknya lo harus bersih kan baju ini " Kata kevin lalu melemparkan baju yang ada di tangan nya ke wajah amira.
Amira hanya bisa terdiam dengan sedih padahal ia sudah berusaha melakukan yang terbaik namun tetap saja salah di mata kevin.
Karena kebencian kevin pada amira ia sama sekali tidak bisa melihat ke tulusan yang di berikan oleh amira.
Bukan hanya kata-kata kasar yang di ucapkan kevin ia juga mau memukul atau menampar amira kalo dia dalam suasana tidak senang amira seperti pelampiasan amarah nya kalo sampai di rumah.
__ADS_1
# Flashback selesai #
"Padahal amira sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk nya bu namun dia selalu saja marah pada amira "
"Apa sebenarnya kesalahan amira bu sehingga menerima nasib seperti ini apakah amira salah karena sudah menuruti keinginan bapak! "
"Apakah kali ini amira akan salah lagi kalo menerima permintaan bapak dan melupakan kebahagiaan mira bu? " Tanya amira.
"Gak nak, kamu gak salah semua ini salah ibu dan bapak kejar lah kebahagiaan kamu nak ikuti kata hati mu kalo itu yang membuat kamu bahagia ibu akan selalu mendukung kamu nak! " Jelas imah.
Amira menangis dalam pelukan imah ia merasa sangat tertekan ia takut kalo hasan tidak akan merestui nya namun ia mencintai iqbal saat ini.
Saat amira menangis dalam pelukan imah dia tidak sadar kalo zahra masuk kedalam kamar nya.
Melihat amira menangis zahra tidak suka ia pun berlari lalu memanggil amira.
"Mama! " Kata zahra.
Amira langsung melepas pelukan nya dari imah ia pun menghapus air matanya setelah itu memeluk zahra.
"Mama kenapa nangis? Zahra nakal ya jadi buat mama sedih? " Tanya zahra dengan polos nya.
"Gak kok sayang, tadi eyang putri cerita kisah sedih jadi mama nangis dengar nya sayang! " Kata amira bohong.
"Eyang jangan cerita yang sedih-sedih nanti zahra sedih lihat mama sedih! " Ucap zahra pada imah dengan nada sopan dan polos nya.
"Zahra gak mau mama sedih jangan sedih lagi ya ma! " Bujuk zahra.
Mendengar itu hati amira terasa sakit bagaimana tidak sudah satu tahun mereka bersama dia sudah mengangap zahra seperti anak nya sendiri.
Kalo sekarang dia berpisah dengan zahra ia juga tak akan sanggup.
"Kata kan pada nya nak kalo kamu menyukai nya agar kamu tahu harus mundur atau maju! " Ucap imah pada amira.
"Ibu akan selalu mendukung mu nak! " Kata imah lagi memberi selamat pada amira.
"Ya bu!" Jawab amira sambil tersenyum.
__ADS_1