Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 100


__ADS_3

Setelah beberapa jam mengurung diri di dalam kamar akhirnya amira pun sudah mulai tenang kembali.


Ia berusaha untuk mengontrol diri nya agar menerima keadaan saat ini.


"Ikhlaskan amira! " Ucap amira sambil mengelus dadanya.


Amira berulang kali menghela nafas nya agar ia bisa lebih tenang.


Setelah itu dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya agar terlihat lebih segar.


"Kamu pasti bisa mir melupakan semua nya! " Gumam amira lagi.


Amira keluar dari dalam kamar nya ia pergi menuju dapur untuk mengambil minum sambil melihat sekeliling untuk mencari imah dan juga zahra namun ia sama sekali tak melihat mereka.


Saat sampai di ruang tamu ia hanya melihat hasan yang tengah duduk sambil menonton televisi disana tak ada imah dan zahra juga.


"Ibu sama zahra mana pak? " Tanya amira pada hasan yang sedang menonton televisi.


Setelah hasan menyampaikan keinginan untuk menikahkan amira dengan orang pilihan nya amira belum ada lagi berbincang dengan hasan baru ini lah ia berbicara lagi dengan hasan.


"Mereka pergi ke taman yang ada di kompleks ini! " Jawab hasan dengan nada biasa saja sambil tetap fokus dengan televisi nya.


"Kalo gitu mira susul ibu ya pak! " Kata amira.


"Ya, tapi jangan lama kali pulang nya ya sudah sore juga! " Kata hasan sambil mengingat kan amira.


"Ya pak! " Jawab amira .


"Assalamualaikum! " Ucap amira memberi salam.

__ADS_1


"Waalaikumsalam! " Jawab hasan.


Amira pun melangkah keluar rumah, setelah amira keluar dari dalam rumah hasan pun bergegas melihat amira melalui jendela rumah.


Rupanya saat ini hasan sedang senang karena amira mau berbicara padanya karena permintaan nya waktu itu amira mendiamkan nya ia kira amira marah pada hasan itu membuat hasan merasa bersalah.


Namun karena hasan keras kepala ia pun tak mau berbicara terlebih dahulu jadi nya mereka saling diam-diam saja.


Sedangkan amira tak ada niat untuk mendiamkan hasan hanya saja ia belum siap menerima permintaan hasan sehingga ia ingin berfikir sejenak.


Karena saat ini suasana hati amira sedang sedih ia pun memilih keluar untuk mencari imah dan juga zahra sekalian untuk menenangkan dirinya.


Taman nya tidak terlalu jauh dari rumah amira


namun ia belum pernah kesana selama ia tinggal disini ia tidak pernah keluar rumah ia menghabiskan waktunya di dalam rumah sambil bermain bersama zahra.


Sesampainya di taman amira langsung melihat imah dan juga zahra yang sedang bermain ayunan di taman.


"Bu! " Panggil amira imah pun menoleh kearah amira.


"Keluar kok gak ajak mira sih? " Tanya amira.


"Ibu tadi nya mau ajak kamu tapi pas sampai kamar ibu lihat kamu sedang tidur ! " Jawab imah.


Amira pun duduk di sebelah imah sambil menjaga zahra.


"Kenapa ndok? " Tanya imah tiba-tiba.


"Kenapa apa nya bu? " Tanya amira bingung.

__ADS_1


"Kamu kenapa kok kelihatan gak semangat? apa kamu ada masalah ndok? " Tanya imah.


"Ah, gak kok bu mungkin karena baru bangun tidur aja bu mira gak apa-apa kok bu! " Kata amira.


"Kalo mau cerita, cerita saja ndok ibu akan dengar kan! " Ucap imah lagi sambil menatap amira.


"Jangan dipendam ndok ibu selalu bersama mu! "


Mendengar itu amira pun mulai merasa sedih kembali ia memang membutuhkan teman cerita saat ini karena suasana hati nya kini tengah sedih.


Amira pun menceritakan pada imah tentang kejadian tadi saat ia sedang teleponan dengan iqbal dan iqbal mematikan sambung telepon nya secara tiba-tiba saat dia ingin mengatakan isi hati nya.


"Begitu lah bu! " Kata amira dengan suara bergetar ia berusaha menahan diri agar tak menangis karena ada zahra.


"Jangan berburuk sangka dulu mir, mana tahu nak iqbal sedang sibuk sehingga dia langsung mematikan telepon nya! " Ucap imah menasehati amira.


"Sepertinya tidak bu, sebelum mira bicara mira sudah bertanya sama mas iqbal kata nya dia lagi istirahat namun saat mira mau bilang tentang itu mas iqbal langsung mematikan ponsel nya! " Kata amira.


"Sepertinya memang mas iqbal gak suka sama mira bu mira saja yang terlalu berharap! " Kata amira lagi.


"Sudah lah ndok mungkin saja kalian tidak berjodoh kamu jangan terlalu bersedih ikhlas kan saja ndok! " Ucap imah menasehati amira.


Amira tidak menjawab ia hanya menghela nafas kasar saja.


Tidak semudah itu mengikhlaskan sesuatu apa lagi ini orang yang kita cintai namun lebih sakit nya lagi orang itu belum kita miliki tapi sudah tak bisa kita gapai.


Setelah zahra merasa puas bermain imah pun mengajak pulang karena sudah sore juga.


Mereka pun berjalan sambil bersenda gurau tertawa bersama.

__ADS_1


Namun tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan amira secara paksa dan langsung membawa tubuh nya dalam dekapan nya yang membuat mereka bertiga sangat terkejut.


__ADS_2