
Mutiara yang mendapat kabar kalo sarah masuk rumah sakit segera berangkat kesana ia sangat khawatir akan kondisi sarah.
Mutiara sangat sayang sama sarah kehadiran sarah mengingat kan nya pada anak perempuan nya yang sudah meninggal dunia dan sarah adalah nama anak nya mutiara.
Mutiara memperlakukan sarah seperti anak nya sendiri tidak pernah membedakan nya dari yang lain walaupun sarah hanya orang lain.
Setelah beberapa menit mutiara pun sampai juga ke rumah sakit ia langsung menuju ruang rawat sarah.
"Bagaimana kondisi nya? " Tanya mutiara pada iqbal setelah ia masuk.
"Sarah belum sadar ma! " Jawab iqbal.
Mutiara mendekati sarah yang masih belum sadarkan diri lalu kembali lagi duduk di sofa bersama iqbal ia melihat zahra sudah tertidur di sofa panjang.
"Kenapa zahra tidak tidur di ruangan kamu saja bal? " Tanya mutiara.
"Zahra gak mau ma! Mama kan tahu betapa dekat nya zahra dengan sarah mana mau dia di pisahkan ma! " Jelas iqbal.
"Kamu benar bal, kalo ingatan sarah kembali mama gak tahu bagaimana nanti dengan zahra" Ucap mutiara sedih.
"Sama ma! " Jawab iqbal.
Mutiara sudah mendengar semua ceritanya dari pak eko dia juga bingung tidak ingin melepas sarah namun dia tak bisa egois menahan sarah.
Mereka menunggu dalam hening tak ada yang berbicara mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Tiba-tiba mereka di kejutkan dengan teriakan sarah.
"TIDAK! " Teriak sarah kuat.
Mutiara dan iqbal langsung berlari menghampiri sarah dengan panik.
"Sarah ada apa sayang? " Tanya mutiara panik melihat sarah tubuh nya basah karena keringat dan nafas nya ngos-ngosan seperti orang di kejar-kejar.
"Saya dimana? " Tanya sarah sambil melihat sekeliling nya kebingungan.
"Kamu di rumah sakit! Apa yang kamu rasakan sekarang sayang? " Tanya mutiara lembut.
Sedangkan iqbal menghampiri zahra karena terbangun akibat teriakan sarah tadi.
"Kepala saya sakit! " Jawab sarah sambil memegang kepala nya.
Mutiara segera menekan tombol untuk memanggil dokter.
"Mama! " Panggil zahra.
"Kita disini dulu ya sayang mama masih sakit! " Bujuk iqbal.
"Zahra doain mama ya biar cepat sehat! " Ucap iqbal.
"Ya pa! " Jawab zahra pasrah.
Iqbal memeluk tubuh zahra ia sangat takut kalo sarah akan lupa pada zahra dan zahra kembali seperti dulu lagi.
Tak berapa lama dokter dan perawat pun datang untuk memeriksa sarah.
"Apakah kepala ibu masih sakit? " Tanya dokter anita.
__ADS_1
"Sedikit dok! " Jawab sarah.
"Apa ibu mengingat nama ibu? " Tanya dokter anita hati-hati.
Mutiara dan iqbal sangat tegang menunggu jawaban sarah.
"Ingat dok! " Jawab sarah.
Perasaan iqbal saat ini benar-benar resah ia sangat ingin egois agar ingatan sarah tak kembali pulih namun itu tak lah mungkin terjadi.
"Siapa nama ibu? " Tanya dokter anita.
"Amira alifia dok! " Jawab amira.
"Baik lah, kalo bisa pelan-pelan saja mengingat semua nya ya bu amira agar kepala nya tidak sakit! " Ucap dokter anita.
"Baik dok! " Jawab amira.
Dokter anita pun pamit karena tak ada hal serius yang perlu di khawatir kan dari amira.
Iqbal pun membawa zahra melihat amira.
"Mama! " Panggil zahra lalu memeluk amira.
"Ya sayang! " Jawab amira lembut sambil mencium kening zahra.
"Apa kamu sudah ingat semua nya? " Tanya iqbal.
"Alhamdulillah, mira sudah ingat semua nya mas iqbal! " Jawab amira sambil tersenyum.
"Apa kamu ingat sama mama amira? " Tanya mutiara.
"Ingat dong bu, mira sangat berterima kasih sama ibu dan juga mas iqbal karena sudah mau merawat dan menjaga amira! "
"Kalo bukan karena ibu dan juga mas iqbal mungkin saat ini hidup amira entah bagaimana! " Ucap amira.
"Jangan bilang seperti itu sayang, sudah seharusnya kita saling tolong menolong" Kata mutiara.
"Ya bu! " Jawab amira.
"Jangan panggil ibu ya, panggil mama saja soal nya mama sudah terbiasa dengan panggilan itu! " Kata mutiara.
"Tapi bu.... !" Ucap amira ragu sambil melirik iqbal.
"Gak ada tapi-tapian ! " Tegas mutiara.
Akhirnya amira pun mengiyakan perkataan mutiara.
Melihat ingatan amira sudah kembali seperti ini membuat iqbal sedih ia pun permisi keluar terlebih dahulu beralasan ada pekerjaan.
"Kapan mira bisa pulang ma? " Tanya amira.
"Nanti mama tanyakan ya! Sebaiknya kamu istirahat biar cepat sembuh" Ucap mutiara.
"Ya ma! " Jawab amira sambil membaringkan diri nya sambil memeluk zahra.
Mereka berdua pun tidur dengan lelap nya.
__ADS_1
Besok pagi nya amira pun sudah di izinkan untuk pulang karena keadaan dia sudah membaik.
"Alhamdulillah, bisa pulang juga! " Ucap amira.
"Ya sayang! " Jawab mutiara.
Mereka berempat masuk dalam mobil iqbal duduk sendiri di bagian depan untuk menyetir sedangkan yang lain duduk di belakang.
Sepanjang perjalanan iqbal selalu saja melirik amira dari kaca spion nya melihat senyum bahagia amira membuat iqbal ikut bahagia.
Ingin rasanya ia meraih amira dalam pelukan nya namun sayangnya mereka belum halal, apa lagi ingatan amira sudah pulih membuat amira menjaga jarak terhadap iqbal.
***
Drettt drettt.
Ponsel kevin berdering tanda panggilan masuk saat melihat nama ilham yang tertera dengan cepat kevin mengangkat nya.
"Bagaimana? " Tanya kevin cepat.
"Saya sudah menemukan nya pak! " Kata ilham.
"Dimana dia berada? " Tanya kevin.
"Beliau ada di rumah sakit saat ini pak! "
"Rumah sakit mana? "
"Kasih bunda pak! "
"Baik lah kalo begitu saya segera kesana! " Jawab kevin lalu mematikan sambungan telepon nya.
Tanpa menunggu lama kevin segera berangkat menuju rumah sakit kasih bunda namun saat dia datang jam besuk sudah habis jadi dia tidak di izinkan masuk kedalam.
Sepanjang malam kevin menunggu di parkiran saat sudah pagi ia pun di izinkan masuk kedalam.
Kevin segera mencari ruangan amira di rawat setelah beberapa menit akhirnya kevin menemukan nya namun saat dia masuk ruangan sudah kosong.
"Permisi! " Kata kevin pada resepsionis.
"Ya pak ada yang bisa di bantu? " Tanya resepsionis.
"Pasien bernama amira yang ada di ruangan VIP kemana ya kok gak ada dalam ruangan? " Tanya kevin.
"Bu amira nya sudah pulang pak baru saja! " Jawab resepsionis.
"Kalo boleh tahu sama siapa dia pulang tadi ya? " Tanya kevin.
"Kalo itu saya kurang tahu pak, hanya saat bu amira lewat dia di temanin oleh anak nya dan ibu nya! " Jawab resepsionis.
Mendengar kata-kata anak seketika membuat kevin lemas jantung nya berdegup kencang sekali.
'Apa kamu sudah menikah amira' Tanya kevin dalam hati nya.
Kevin pun berjalan menuju parkiran berharap amira masih ada disana setelah berusaha mencari kevin tak juga melihat sosok amira.
Kevin benar-benar sangat frustasi karena belum bisa bertemu dengan amira.
__ADS_1