
" Mira" panggil indira.
" Ya nya" kata amira sopan
" Tolong kamu pergi ke swalayan beli ini semua, soal nya nanti malam akan ada tamu mau datang " kata indira suara nya sangat lembut sangat berbeda dari biasanya suasana hati nya sangat baik hari ini.
" Baik nya" jawab amira.
" Kamu pergi sama supir pribadi saya saja biar cepat, saya gak mau membuat kesan yang gak enak sama tamu saya"
" Ya nya"
Amira pun pergi ke swalayan bersama supir pribadi indira, dalam mobil amira hanya diam saja mereka berhenti setelah sampai di swalayan.
Amira sedikit heran kenapa mereka lewat pintu belakang yang sangat jarang di lewati orang namun ia tak ingin berburuk sangka pada siapa pun.
Amira turun dari mobil ia berjalan menuju pintu masuk nya saat ingin masuk ia mendengar suara rintihan minta tolong.
Amira pun mencari sumber suara itu ia takut bila orang itu sangat membutuhkan bantuan.
Amira melihat ada seseorang lelaki tua yang sedang minta tolong kaki nya berdarah, amira ingin minta tolong namun tak ada orang yang lewat.
" Pak, bapak kenapa? " tanya amira.
" bapak tadi tak sengaja jatuh nak, kaki nya kena kaca" jawab sang bapak.
" Tunggu ya pak, saya akan panggil bantuan"
" Gak usah nak, bapak cuma minta tolong antar kan bapak ke hotel sana bapak menginap disana biar nanti istri saya yang membawa saya ke rumah sakit" pinta sang bapak sambil menunjukkan sebuah hotel yang tak jauh dari swalayan.
Amira sedikit ragu, ia takut kalo ini bohongan namun melihat keadaan sang bapak ia tak tega membiarkan nya.
akhirnya amira pun menolong sang bapak karena tak tega.
" Baik lah pak, saja akan bawa paka kesana" jawab amira
ia pun memapah sang bapak.
" Terima kasih ya nak sudah mau menolong bapak"
" Sama-sama pak"
Mereka pun berjalan perlahan untuk sampai ke depan hotel karena tidak ada yang berjualan di belakang swalayan jalanan pun sepi disini ke banyakan membuka kos atau hotel bagi kalangan bawah.
Mereka pun sampai di depan hotel amira ingin meninggalkan sang bapak di sini saja ia tak ingin masuk namun bingung harus berkata apa.
" Sampai sini saja nak, biar bapak masuk sendiri saja" kata sang bapak.
__ADS_1
amira pun bernafas lega mendengar nya.
" Ya pak" jawab amira.
" Sekali lagi terima kasih ya nak" ucap bapak
" Sama-sama pak, kalo begitu saya permisi dulu pak" ucap amira
sang bapak pun menganguk kan kepala nya, amira pun pergi meninggalkan sang bapak ia pun masuk ke dalam swalayan.
saat sudah melihat amira masuk sang bapak di hampiri seorang pria masih muda.
" Bagaimana? " tanya sang bapak.
" Beres bos" jawab sang pria.
Sang bapak pun tersenyum lalu ia mengambil ponsel nya untuk menghubungi seseorang.
"Semua berjalan sesuai rencana nyonya" kata sang bapak.
"......"
" Baik nyonya akan saya lakukan "
Sambung telepon pun terputus.
"ayo kita bekerja" kata sang bapak mereka pun pergi dari tempat itu.
" Sebentar lagi" ucap nya.
Amira membeli semua yang sudah di tulis oleh indira untuk acara nanti malam.
" Baik lah semuanya sudah beres" kata amira.
Ia pun membawa semua belanjaan nya ke mobil setelah memasukkan nya ke dalam mobil mereka pun pulang ke rumah.
Sesampainya di depan pintu amira bisa mendengar suara tawa jessica dan indira yang sedang bercanda dengan seorang wanita tak lain adalah amelia.
Amira bersikap biasa aja ia pun terus berjalan menuju dapur untuk mulai memasak.
" Loh ndok, kamu habis dari mana? " tanya si mbok
" Habis belanja mbok, kata nyonya nanti malam akan ada tamu jadi dia menyuruh mira belanja ke swalayan " jawab amira.
" Oh, mbok kira kamu kemana pas mbok balik gak ada di rumah " ucap si mbok
" Emangnya mbok tadi habis dari mana?" tanya amira.
__ADS_1
"Mbok tadi di suruh nyonya antar barang ke tetangga sebelah "
" Emm," kata amira sambil menganguk kan kepala nya.
" Ayo ndok kita masak nanti nyonya marah kalo gak siap soal nya sahabat nyonya mau datang kesini"
" Ya mbok" jawab amira
Mereka pun mulai memasak menu yang di inginkan indira, banyak makanan yang mereka siapa kan untuk tamu indira.
Setelah 2 jam bergelut di dapur akhirnya semua masakan pun sudah siap, amira menatanya di atas meja.
" Sudah siap semua? " tanya indira
" Sudah nyonya " jawab amira.
Ting...
Indira menerima sebuah pesan saat ia melihat nya ia tersenyum bahagia.
Amira yang melihat nya pun ikut senang selama amira di rumah mertuanya ia sangat jarang melihat indira tersenyum biasanya ia akan bermuka masam.
Amira pun kembali ke dapur ia ingin membersihkan diri karena sebentar lagi sudah waktu magrib.
Setelah selesai membersihkan diri, ia pun melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu.
Setelah selesai sholat amira mendengar suara teriakan memanggil nama nya ia tahu itu suara siapa.
amira pun bergegas ke luar dari dalam kamar takut membuat kevin suami nya semakin marah.
Saat ia membuka pintu kevin sudah berdiri di depan nya wajah nya merah karena marah, mata nya sangat tajam menatap amira, amira sangat takut melihat kevin seperti ini ia yakin akan terjadi sesuatu.
" Ada apa den" tanya amira dengan suara bergetar ia sangat takut melihat kevin.
Wajah nya penuh dengan emosi sampai amira pun bisa merasakan aura nya.
Plak...
satu tampar melayang di pipi amira tanpa tahu apa salah nya perih yang dirasakan amira, kevin mencengkeram tangan amira dengan kuat sampai membuat amira kesakitan.
Kevin menarik amira, membawa nya menuju lantai atas indira yang melihat kevin berusaha menghentikan nya karena tamu nya sudah datang ia tak ingin ada masalah saat ini.
" Kevin apa yang kamu lakukan, lepas kan dia jangan buat mami malu dong" kata indira dengan nada pelan agar tak ada yang mendengar nya.
Namun kevin tak peduli dengan perkataan mami nya karena ia sudah di kuasai oleh emosi, kevin tetap membawa amira ke lantai atas, amira melihat kevin ingin membawa nya ke dalam kamar tiba-tiba hati amira menjadi gelisah ia takut kevin berbuat yang tidak-tidak.
" Hentikan den" kata amira dengan ketakutan ia berusaha melepaskan tangannya namun tak bisa kevin mencengkeram nya dengan kuat.
__ADS_1
Kamar yang tak pernah amira masuki karena tak di izinkan kevin, namun kenapa sekarang ia menarik amira masuk kedalam kamar nya.
Apa yang ingin kevin lakukan pada amira apakah hati nya sudah terbuka untuk amira. atau kevin hanya ingin menyiksa amira untuk terakhir kalinya saja.