Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 124


__ADS_3

Usaha dan kerja keras amira tenyata tidak sia-sia.


Perlahan-lahan zahra sudah mulai bisa belajar mandiri walaupun membutuhkan waktu.


Dengan sabar dan telaten amira mengajari zahra apa pun itu.


Bagi amira ini bukan sekedar agar zahra lepas dari nya sehingga ia memiliki waktu bebas, namun bagi amira ini adalah pendidikan agar zahra bisa tumbuh menjadi anak yang mandiri.


Amira tidak akan selalu berada di samping nya kalo zahra tidak bisa mandiri ia khawatir kalo suatu saat nanti zahra gak akan bisa menghadapi masalah nya sendiri.


"Mama! " Panggil zahra dengan lembut.


"Ya sayang, ada apa? " Tanya amira lalu mendekati zahra yang tengah menggambar di meja belajar nya.


"Mama sayang gak sama zahra? " Tanya zahra dengan wajah polos nya.


"Tentu saja mama sayang nak! " Jawab amira dengan senyuman manis.


"Kalo nanti zahra ada adik mama masih sayang gak sama zahra? " Tanya zahra lagi.


"Tentu saja mama tetap sayang sama zahra karena zahra kan anak mama juga! " Jawab amira dengan lembut memberikan penjelasan pada zahra.


"Mama janji! " Ucap zahra sambil menunjukan jari kelingking nya.


"Janji sayang! " Jawab amira mengikuti zahra mengeluarkan jari kelingking nya dan menyatukan nya.


Malam pun tiba....


Setelah selesai makan malam mereka kumpul di ruang keluarga sekedar menonton tv atau bercerita bersama namun ini adalah waktu berharga bagi mereka.


Karena kesibukan masing-masing sulit untuk bisa berkumpul bersama bila ada waktu sebisa mungkin mereka akan berkumpul bersama.


"Zahra, sudah waktu nya tidur! " Kata mutiara pada cucu nya itu.


"Ya oma! " Jawab zahra dengan polos nya.

__ADS_1


"Ayo sayang! " Ajak amira menemani zahra.


Sesampainya di kamar zahra melakukan aktivasi sebelum tidur nya menggosok gigi mencuci kaki dan tangan nya lalu menganti baju tidur nya.


"Zahra mau di baca kan buku cerita apa? " Tanya amira.


"Gak usah ma!" Jawab zahra lalu berbaring di tempat tidur nya.


Amira melihat kalo putri nya itu sudah mengantuk berat amira pun ingin naik ke tempat tidur nya namun di tahan oleh zahra.


"Jangan ma! " Kata zahra melarang amira untuk berbaring di tempat tidur.


"Kenapa sayang? " Tanya amira dengan bingung karena gak biasa-biasa nya zahra seperti ini.


"Zahra kan sudah besar jadi zahra mau tidur sendirian aja kali ini ma! " Jawab zahra.


"Yang benar sayang? " Tanya amira memastikan.


"Ya ma! Kata oma kalo zahra mau punya adik zahra harus jadi anak baik dan gak boleh tidur bareng mama lagi! " Ucap zahra dengan polos nya.


Ya allah ada-ada saja lah mertua ku ini pasti ia membujuk zahra dengan iming-iming adik nih.


"Mau ma, tapi... " Kata zahra seketika murung.


"Tapi kenapa sayang? " Tanya amira dengan lembut sambil mengelus rambut nya.


"Zahra takut kalo nanti punya adik mama sama papa gak sayang lagi sama zahra! " Ucap nya dengan sedih.


"Zahra sayang, kalo nanti zahra punya adik mama sama papa akan tetap sayang sama zahra karena zahra itu adalah malaikat kecil kami yang sudah hadir dalam hidup mama dan papa! " Jelas amira.


"Mama sama papa akan selalu sayang sama zahra! " Lanjut amira.


"Beneran ma? "


"Ya sayang! "

__ADS_1


"Kalo gitu mulai sekarang zahra tidur sendiri ya ma zahra akan jadi anak yang baik biar bisa punya adik! " Kata nya lagi dengan polos.


"Ya sayang, terima kasih sudah jadi anak yang baik ya sayang! " Kata amira sambil mencium pipi zahra.


Sebelum amira pergi ia menemani zahra hingga terlelap setelah memastikan zahra tidur amira pun pergi menuju kamarnya.


Di dalam kamar sudah ada iqbal yang sedang sibuk melihat beberapa dokumen pasien nya.


Amira tak ingin menggangu iqbal ia pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian tidur lalu naik ke atas ranjang ingin beristirahat.


"Kok gak tidur sama zahra dek? " Tanya iqbal heran karena melihat amira berbaring di ranjang tempat tidur karena biasanya zahra gak akan membiarkan amira pergi dari samping nya walaupun zahra sudah tidur.


"Mulai hari ini zahra mau tidur sendiri mas ia mau belajar katanya! " Jawab amira.


"Serius dek? " Tanya iqbal memastikan.


"Ya mas! " Jawab amira dengan suara lembut.


Iqbal yang mendengar jawab amira langsung merapikan semua dokumen nya lalu menghampiri amira yang sudah berbaring.


"Kalo gitu boleh dong dek! " Goda iqbal.


"Mas adek mau cerita sesuatu nih!" Kata amira mengalihkan pembicaraan terlebih dahulu sebelum ia mengiyakan permintaan iqbal.


"Apa dek? " Tanya iqbal.


Amira pun menceritakan tentang zahra yang ingin adik namun takut kalo kedua orang tuanya mengabaikan nya membuat amira sedang bingung sekarang.


"Menurut mas bagaimana? " Kata amira.


"Kalo memang kamu belum siap kita bisa menunda memiliki anak lagi mas akan mendukung kamu kok sayang! " Jawab iqbal.


"Mira bukan mau menunda mas hanya saja mira takut kalo nanti tidak bisa membagi waktu karena ini kan anak pertama mira mas pasti masih perlu banyak belajar dan membutuhkan waktu mira cuma khawatir kalo nanti zahra berfikir mira melupakan dia ! " Jelas amira mengatakan beban pikiran nya.


"Mas percaya sama kamu dek, kamu pasti bisa membagi waktu antara keduanya dan mas percaya kalo kamu juga akan selalu ada dan sayang dengan zahra! "

__ADS_1


"Apa pun keputusan yang kamu pilih mas akan selalu mendukung kamu sayang! " Ucap iqbal mendukung amira.


Dalam berumah tangga bukan hanya materi yang di butuh kan komunikasi dan juga dukungan sangat lah di butuh kan seorang istri.


__ADS_2