Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 121


__ADS_3

Malam pun tiba acara resepsi sudah selesai kini amira sudah berada dalam kamar pengantin nya.


Amira duduk di atas kasur yang sudah di hiasi secantik mungkin.


Ia terlihat tak tenang karena malam ini adalah malam pertama ia dan juga iqbal walaupun dulu ia pernah menjadi istri bohongan iqbal dia sama sekali tidak pernah satu kamar ini membuat amira sedikit tertekan karena ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa.


Clek......


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka amira pun menoleh ke arah sana lalu melihat iqbal keluar perlahan dari sana.


Jantung amira berdegup begitu cepat saat melihat iqbal yang baru saja keluar hanya menggunakan handuk saja untuk menutupi bagian bawah nya amira buru-buru memalingkan wajah nya.


Amira memegangi pipinya yang terasa panas ia menjadi malu karena melihat iqbal seperti itu.


"Kamu gak mau mandi mir? " Tanya iqbal.


"Ah, ia mas mira mau mandi! " Jawab amira gugup.


Amira pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa baju ganti nya sedang kan iqbal tertawa karena melihat tingkah amira yang lucu.


"Ya ampun lucu nya lah istri ku ini! " Gumam iqbal sambil tertawa.


Setelah selesai membersihkan diri amira tak langsung keluar ia masih berdiam diri dalam kamar mandi karena merasa gugup untuk bertemu dengan iqbal.


"Aduh aku harus bagaimana nih! " Kata amira.


"Aku jadi gak berani keluar tapi gak mungkin juga aku disini terus kan! " Gumam amira lagi.


Setelah memberanikan diri amira pun keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai baju tidur lengkap dengan hijab nya.


Amira masih malu untuk melepaskan hijab nya di depan iqbal saat ini.


"Akhirnya keluar juga, mas kira kamu tidur di dalam kamar mandi dek sangking lama nya! " Ucap iqbal sambil Menggelengkan kepala nya.


"Maaf mas! " Jawab amira sedikit kikukkikuk sambil berdiri di dekat lemari pakaian.


"Kamu mau berdiri di situ terus dek? " Tanya iqbal.


"Kamu gak mau golek di kasur bareng mas! " Goda iqbal sambil menepuk-nepuk kasur.


"I... ia mas!" Jawab amira kikuk sambil duduk di kasur samping iqbal.


"Dek! " Panggil iqbal dengan lembut membuat jantung amira makin deg.. deg kan.


"Ya mas! " Jawab amira.


"Kita kan sudah sah jadi suami istri mas boleh gak lihat rambut kamu? " Tanya iqbal dengan suara lembut.

__ADS_1


"Boleh kok mas! " Jawab amira sedikit malu karena untuk pertama kali nya ia akan membuka jilbab nya di depan laki-laki.


Amira membuka jilbab nya perlahan iqbal menarik ikat rambut amira terlihat rambut panjang berwarna hitam yang sangat cantik karena amira selalu merawat rambut nya sejak dulu.


Iqbal mendekati amira perlahan lalu mencium punggung leher nya membuat amira semakin grogi.


"Kalo mas minta malam ini boleh? " Tanya iqbal berbisik di telinga amira dengan lembut membuat sekujur tubuh nya merinding.


"Mira sudah menjadi istri mas, sekarang mira adalah milik mas tentu saja mira mengijinkan nya mas! " Jawab amira malu-malu sambil menundukkan kepala nya.


"Jangan menunduk sayang! Lihat mas " Kata iqbal sambil mengangkat kepala amira perlahan.


Untuk pertama kali nya mereka berdua saling memandang begitu dekat nya iqbal bisa melihat wajah amira yang sangat cantik dan juga ayu.


Tidak akan bosan melihat nya bola mata yang memancarkan cahaya nya membuat iqbal semakin gila.


Iqbal mendekatkan bibir nya ke bibir amira lalu mengecup nya dengan lembut.


Tangan iqbal pun sudah mulai sibuk menjelajah di gunung kembar nya iqbal bisa merasakan kalo amira saat ini sedang tegang.


"Jangan gugup sayang mas akan pelan-pelan kok! " Ucap iqbal sambil mengelus pipi amira.


"Maaf ya mas, mira belum pernah melakukan ini jadi mira sangat gugup! " Jawab amira dengan suara pelan.


Mendengar jawaban amira membuat iqbal kebingungan.


"Maksudnya apa dek? Belum pernah apa? " Tanya iqbal sedikit bingung.


"Jadi kamu masih perawan mir? " Tanya iqbal untuk memastikan.


Amira pun hanya mengangguk saja tanda ia.


'Ya ampun ternyata aku dapat istri yang masih gadis! ' Batin iqbal.


"Mira gak tahu harus berbuat apa mas soal nya ini pengalaman pertama mira! " Jelas amira.


"Ya sudah gak apa-apa, biar mas ajar kan ya mas akan pelan-pelan kok melakukan nya! " Jawab iqbal.


Iqbal pun kembali mencium bibir amira kali ini agak lebih lama dari pada yang tadi ia ******* bibir nya yang terasa sedikit manis itu.


Tangan nya pun perlahan membuka kancing baju amira satu demi satu.


Belum lagi selesai iqbal membuka baju amira terdengar suara ribut dari luar kamar.


"Mas seperti nya zahra nangis! " Ucap amira.


"Seperti nya ia dek dia teriak-teriak juga" kata iqbal panik.

__ADS_1


"Apa zahra kambuh lagi ya! " lanjut iqbal menjadi panik.


Iqbal dan amira membenarkan pakaian mereka lalu keluar dari dalam kamar untuk melihat keadaan zahra.


"Ada apa ma? " Tanya amira khawatir.


Zahra yang melihat amira langsung berlari ke arah nya dan memeluk tubuh amira.


"Ma! " Ucap zahra dengan suara bergetar karena menangis.


"Sebenarnya ini ada apa ma bu? " Tanya iqbal pada mutiara dan juga imah.


"Tadi zahra kebangun karena gak lihat amira tidur di samping nya zahra menangis dan mengamuk sambil mencari amira! " Jawab imah.


"Ibu sudah berusaha menenangkan nya namun gak bisa " Jelas imah.


"Ya ampun, zahra sayang cariin mama ya! Maaf ya sayang tadi mama lagi mandi jadi belum sempat lihat zahra jangan nangis lagi ya sayang! " Bujuk amira sambil memeluk zahra.


"Ma... mama mau ninggalin zahra ya? " Tanya zahra.


"Gak dong sayang tadi mama masih ngobrol sama papa makanya belum tidur maaf ya kalo mama sudah buat zahra takut! " Jawab amira dengan lembut.


"Mama gak akan tinggalin zahra kan"


"Gak akan sayang! " Jawab amira.


"Jangan nangis lagi ya sayang, sekarang kita tidur bareng ya sama papa juga! " Bujuk amira.


"Benar ma!? "


"Ya sayang! " Jawab amira lalu menggendong zahra.


"Tapi mir! " Kata mutiara menggantung kata-katanya.


Tentu saja amira paham akan perkataan mertuanya itu ini adalah malam pertama ia dan iqbal kalo zahra ikut tidur bareng mereka tentu saja tidak akan bisa melakukan nya.


"Gak apa-apa ma yang terpenting sekarang zahra dulu! Kami belakang aja! " Jelas iqbal.


Setelah itu semua pun kembali ke kamar masing-masing untuk melanjutkan istirahat karena hari pun masih malam.


"Gagal deh! " Kata iqbal sambil berbaring di atas kasur.


"Maaf ya mas! " Ucap amira merasa tak enak.


"Buat apa minta maaf sayang, masih ada hari lain kok lagian kamu sudah jadi istri mas setiap hari juga bisa mas makan" Jawab iqbal sambil tertawa kecil agar membuat amira tidak merasa bersalah.


"Makasih ya mas, sebaiknya kita kasih pemahaman dulu sama zahra mas agar dia tidak seperti tadi mira takut kalo nanti emosi nya kembali seperti dulu lagi mas! " Ucap amira.

__ADS_1


"Ya dek, pelan-pelan kita ajari dia ya" Jawab iqbal.


Memiliki anak dengan emosi yang berlebihan bukan lah hal yang mudah selain kita di tuntut memiliki kesabaran lebih kita juga harus menggunakan kata yang baik agar anak bisa lebih paham akan kondisi.


__ADS_2