
Azan subuh berkumandang membangunkan insan yang masih tertidur untuk melaksanakan tugas nya.
Imah bangun lalu melaksanakan sholat terlebih dahulu setelah selesai ia pun pergi menuju kamar amira.
Tok...
Tok...
Tok...
"Mir! " Panggil imah namun tidak ada jawaban.
"Apa amira masih sholat ya! " Gumam imah.
"Ya sudah lah nanti tak lihat lagi! " Ucap imah pergi untuk mengerjakan pekerjaan nya.
Rumah sudah mulai ramai karena hari ini adalah hari bahagia untuk amira.
"Assalamualaikum! " Ucap seseorang di luar pintu.
"Waalaikumsalam! " Jawab imah lalu membuka pintu nya.
"Ada perlu apa ya dek? " Tanya imah.
"Saya marisa bu yang akan mendandani pengantin nya! " Jelas seorang wanita bernama marisa.
"Oh, ayo silahkan masuk dek! " Kata imah dengan ramah.
"Terima kasih bu! " Ucap marisa.
"Mau sarapan dulu apa langsung ketemu sama mira dek? " Tanya imah.
"Kami langsung ke kamar pengantin nya aja bu biar siap-siap dulu nanti sarapan nya gantian aja! " Jawab marisa
"Baik lah kalo begitu, mari ibu antar kan ke kamar anak ibu! "
"Iya bu! "
Mereka pun berjalan menuju kamar amira.
"Mira! " Panggil imah.
"Ya bu! " Jawab amira sambil membuka pintu.
"Tadi ibu panggil kok gak jawab? " Tanya imah.
"Tadi mira masih sholat bu! " Jawab amira.
" Oh ya sudah kalo gitu! Ini penata rias nya sudah datang! " Ucap imah.
"Ya bu! " Jawab amira.
__ADS_1
"Silahkan masuk mbak ris! " Ucap amira mempersiapkan mereka masuk.
"Terima kasih mbak! " Jawab marisa.
Mereka pun langsung sibuk mempersiapkan semua apa yang di butuh kan karena amira sudah bersiap dari tadi jadi dia hanya duduk menunggu saja.
"Bisa kita mulai mbak? " Tanya penata rias nya.
"Ya mbak ris! " Jawab amira.
"Mbak ada permintaan untuk riasan nya? " Tanya marisa.
"Kalo boleh make up nya yang sederhana aja ya mbak gak usah terlalu mencolok kali! " Kata amira dengan suara lembut.
"Baik lah mbak kalo begitu! " Jawab marisa.
Marisa pun mulai mendandani amira walaupun acara nya mulai masih beberapa jam lagi namun mereka selalu mendandani pengantin perempuan dari subuh agar tidak keteteran saat sudah mau dekat acara nya.
Jam menunjukkan pukul delapan lewat para tamu sebagian sudah ada yang berdatangan pihak laki-laki sudah dalam perjalanan dan sebentar lagi akan tiba.
"Sepertinya mbak sangat gugup ya! " Ucap marisa pada amira karena melihat dia sedikit gelisah.
"Ya mbak! " Jawab amira dengan suara sedikit bergetar.
"Namanya juga hari bahagia mbak pasti seperti itu namun setelah ijab kabul selesai mbak pasti gak akan gugup lagi ! Yang semangat ya mbak! " Kata marisa memberi semangat pada amira agar tidak merasa gugup.
"Terima kasih banyak mbak! " Jawab amira singkat.
Ia takut kalo kevin akan datang dan mengacaukan semua nya dan melakukan hal gila seperti dalam mimpi nya apa yang akan dia lakukan kalo itu terjadi.
"Sudah siap mir? " Tanya imah yang berada di luar pintu kamar nya.
"Sudah bu! " Jawab amira.
Imah pun membuka pintu kamar amira agar membawa amira ke depan karena acara akan segera di mulai.
"Masya allah cantik sekali kamu ndok! " Ucap imah sambil tersenyum bahagia.
"Ibu bisa saja ah! " Jawab amira malu.
"Ya lo mir, kamu cantik sekali lo nak kalo iqbal melihat kamu ibu yakin mata nya pasti gak akan berpaling dari kamu! " Goda imah.
"Sudah lah bu, ibu bikin mira makin malu aja! " Ucap amira.
"Hahahaha, anak ibu memang cantik kok! Ya sudah ayo kedepan acara sudah mau mulai! " Ajak imah.
Amira pun keluar dari dalam kamar nya untuk menuju ruang depan karena akad nikah akan di laksanakan di sana.
Sepanjang jalan jantung nya berdegup cukup kencang dia sangat gugup karena pernikahan ini dan gugup karena mimpi.
Saat memasuki ruangan semua mata tertuju pada amira yang terlihat sangat cantik apa lagi gaun pengantin berwarna putih itu sangat cocok dengan nya membuat ia terlihat bagaikan putri.
__ADS_1
Tak lain hal nya dengan iqbal ia sangat kagum melihat amira hari ini sampai-sampai ia tak memalingkan pandangan nya dari amira sama sekali.
"Lihat mir nak iqbal lihatin kamu sampai segitu nya! " Bisik imah sambil tertawa kecil.
Amira hanya bisa tersenyum malu karena imah menggodanya amira pun diam-diam mencuri pandang melihat iqbal mengunakan stelan jas iqbal terlihat semakin tampan dan gagah.
"Silahkan duduk semua nya akad nikah akan segera kita mulai! " Ucap pak penghulu.
'Bismilah, ya allah lancarkan pernikahan kami hindarkan kami dari hal-hal buruk' Doa amira dalam hati nya.
"Mari pak hasan kita mulai ijab kabul nya! " Kata penghulu pada hasan.
"Baik lah pak! " Jawab hasan.
"Apa kamu sudah siap nak iqbal? " Tanya hasan pada iqbal.
"Insya allah saya sudah siap pak! " Jawab iqbal dengan pasti.
"Baik lah mari kita mulai ijab kabul nya! " Ucap penghulu.
"Bismillahirrahmanirrahim! "
"Saya nikah kan dan kawinkan engkau saudara iqbal afandi bin abdul wijaya dengan anak saya yang bernama amira alifia binti hasan dengan mas kawin cincin berlian dan uang tunai sebesar 30 juta di bayar tunai! " Ucap hasan.
"Saya terima nikah dan kawinnya amira alifia binti hasan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai! " Jawab iqbal dengan suara tegas.
"Bagaimana para saksi? Sah! " Tanya penghulu.
"Sah! "
"Sah! "
Jawab para saksi bergantian.
Ucapan syukur pun terdengar dari semua nya lalu pak penghulu pun memimpin membacakan doa setelah itu penghulu memberikan sedikit nasehat pada iqbal dan amira yang baru sah menjadi suami istri agar rumah tangga mereka selalu damai.
Setelah itu acara pun di lanjutkan amira dan iqbal melakukan sungkeman kepada kedua orang tua.
"Bapak titip kan amira ya nak iqbal jaga dia sayangi dia mengantikan bapak namun kalo suatu saat nanti kamu sudah tidak mencintai amira lagi pulang kan dia kepada bapak jangan kamu sakiti hati nya jangan kamu siksa dia bapak akan selalu menerima dia kembali bersama kami! " Ucap hasan lirih ia berusaha menahan tangis nya.
"Iqbal janji pak iqbal akan selalu menjaga amira dan memperlakukan dia dengan baik sampai maut memisahkan kami! " Jawab iqbal.
Amira menangis tidak bisa menahan rasa sedih nya ia memeluk hasan dengan erat.
"Bapak! " Kata amira sedih.
"Berbahagialah nak, kamu sudah cukup menderita selama ini sejak kecil kamu sudah sangat kesulitan yang harus bersabar terhadap orang tua kamu yang tidak memperhatikan kamu karena terpuruk ketika adik kamu pergi meninggalkan kita saat kamu dewasa kamu harus menjadi tulang punggung keluarga kita lalu menikah dengan orang yang salah karena paksaan orang tua kamu! "
"Bapak doa kan agar kamu bahagia selalu dan maafkan lah bapak dan ibu ya nak! " Kata hasan sambil berlinang air mata ia tak tahan melihat amira menangis sehingga ia pun ikut menangis.
"Amira selalu bahagia bersama bapak dan ibu mau seperti apa pun keadaan kita dulu bapak gak perlu minta maaf karena amira tahu bapak melakukan itu semua demi kebahagiaan amira karena bapak sayang amira!" Jawab amira.
__ADS_1
Para tamu yang melihat acara sungkeman itu pun ikut menangis karena amira dan hasan.