
Orang tua mana yang tak sakit hati saat tahu anak kesayangan mereka mendapat perlakuan tak baik dari mertuanya.
Anak yang di besarkan penuh dengan cinta dan kasih sayang malah mendapat luka dan penghinaan saat di rumah mertua nya semua orang tua pasti tak akan rela.
Begitu juga dengan imah hati nya begitu sakit saat ia tahu bahwa anak nya di perlakuan buruk oleh suami dan mertuanya, orang yang pernah ia tolong sakit hati kecewa benci semua jadi satu.
"Apakah hanya karena kami orang miskin anda jadi berhak menghina kami bu indira? " Tanya imah dengan suara serak mata nya sudah berkaca-kaca air mata nya sudah akan tumpah.
"Itu memang sudah sepantasnya kalian terima! " Jawab indira ketus.
Indira benar-benar belum sadar juga ia sama sekali tak percaya dengan kata suami nya sebelum melihat buktinya namun saat dia tahu kenyataan nya semua sudah terlambat karena ke egoisnya sendiri.
"Ternyata seperti itu ya! Karena kami orang miskin dengan seenaknya anda menghina dan memfitnah anak saya. walaupun kami orang miskin kami masih punya hati nurani kami mendidik anak kami dengan baik bu indira kalo sejak awal anda memang tak setuju anak mu menikah dengan anak ku kenapa anda tak menolak nya saja sejak awal!"
"Kenapa Anda siksa anak saya bu apa salah dia sehingga kalian perlakuan dia seperti itu! " Kata imah yang sudah terisak rasanya ia tak rela menerima kenyataan anak nya di perlakuan buruk.
Apalagi saat ini ia tahu bahwa anak nya hilang dan dengan enak nya indira menuduh amira hilang karena pergi dengan selingkuhan nya tentu saja ia tak percaya anak nya seperti itu.
" Itu salah kalian yang sudah menipu kami bukan salah kami kalo kami memperlakukan anak mu seperti itu seharusnya kalian itu sadar diri siapa kalian" sindir indira.
"Apakah kamu belum selesai juga indira mau sampai kapan kamu seperti ini indira sadar indira sadar! " Ucap irfan yang sudah mulai kehilangan kesabaran.
"Yang seharusnya sadar itu kamu pi kamu yang sudah di buta kan oleh mereka kamu itu sudah di guna-guna sama mereka ! " Bentak indira dalam emosi.
Plak.
Satu tamparan melayang di pipi indira ia tercengang tak pernah menyangka bahwa suami nya akan melakukan ini.
"Papi menampar mami! " kata indira dengan suara bergetar.
"HANYA KARENA MEREKA KAMU MENAMPAR KU PI! " Teriak indira tak terima.
__ADS_1
Bagaimana dia bisa menerima ini semua padahal selama 20 tahun lebih berumah tangga irfan tak pernah membentak atau pun berbuat kasar padanya namun saat amira mulai masuk dalam kehidupan mereka untuk pertama kalinya irfan marah dan membentak nya dan kali ini menampar nya.
"Karena kamu sudah keterlaluan indira! Dari tadi papi sudah berusaha menahan emosi namun kamu gak sadar juga sudah papi bilang berhenti kamu tetap tak mau malah memfitnah mereka! " Jawab irfan.
"Puas kalian telah membuat suami saya membenci saya gara-gara kalian anak saya menderita diluar sana gara-gara kalian suami saya berubah! Apa mau kalian sebenarnya HAH!" Bentak indira kepada imah dan hasan.
"Jangan menyalahkan orang lain indira yang salah disini adalah kamu! " Ucap irfan.
"Papi lebih membela mereka ketimbang mami istri kamu sendiri pi! Padahal belum tentu mereka yang sudah menolong kita mereka itu cuma pembohong yang mau menipu kita pi agar bisa mengambil semua harta kita PI! " Teriak nya tak terima suami nya selalu membela orang tua amira.
"Ternyata dimata anda kami adalah seorang pembohong dan penipu ya bu indira! " Kata imah.
"Ya! Kalian itu penipu! " Jawab indira lantang.
" Seandainya dulu saya memiliki hati jahat seperti kamu saya tak akan berhenti saat kamu berteriak minta tolong dalam putus asa indira! Seharusnya saya tak menghampiri kamu saat kalian tertimpa reruntuhan" Kata imah dengan suara tegas mata nya sudah merah menahan air matanya.
Hasan yang melihat istri nya sudah sangat terpukul memegang tangan imah seperti memberikan kekuatan.
"Saya sangat menyesal pernah menolong kalian! saya benar-benar sangat menyesal! " lanjut imah.
"Jangan kata kan itu bu imah, saya mohon! Kalo bukan karena kalian yang berbaik hati mau menolong keluarga saya ini mana mungkin kami bisa sampai seperti ini sekarang! " Jawab irfan dengan nada sedih.
Apakah karena kita miskin sangat rendah dimata orang yang ada di atas kita?
Apakah hanya karena kita miskin kita bisa dihina sesuka hati mereka?
Apa kami orang yang kalian bilang miskin ini tak pun hati dan harga diri.
Kami juga manusia sama dengan kalian namun kenapa perbedaan itu sangat kalian buat seolah-olah kami tak pantas.
Sakit memang saat kita dihina karena tak memiliki apa pun untuk di banggakan kami cuma memiliki hati yang selalu merasa iba ketika melihat orang lain kesusahan tapi itu pun tetap salah.
__ADS_1
"Tidak perlu lagi anda ucap kan itu pak irfan saya dan istri saya sudah cukup menerima rasa terima kasih dari anda dan keluarga besar anda yang sangat kaya raya ini! " Tegas hasan.
"Sebaiknya cukup sampai di sini saja rasa terima kasih anda pak. Tidak perlu di lanjutkan lagi kami sangat ikhlas saat membantu keluarga bapak dulu kami tak pernah mengharapkan balasan dari anda! "
"Mulai sekarang kita tak memiliki hutang apa pun pak irfan amira biar kami saja yang mencari nya anda tak perlu ikut mencari! "
"Ayo bu kita pergi dari sini! " Kata hasan
Ia berusaha tegar walau sebenarnya ia sangat kecewa dengan irfan.
Tapi apa yang bisa dia lakukan istri nya saja seperti itu memandang mereka apakah ia akan mau kalo diminta mencari amira yang ada mereka akan dibilang memanfaatkan keadaan.
"Ya pak! " Jawab imah lirih.
Mereka pun berbalik badan dan hendak pergi.
"Jangan seperti itu pak hasan saya akan membantu bapak mencari amira! "
"Saya mohon pak izinkan saya ikut untuk mencari nya anggap lah ini sebagai tanda permintaan maaf saya!" Kata irfan menahan mereka pergi.
"Sudah lah pi! Buat apa juga kamu ikut mencari anak penipu itu biar kan saja mereka yang mencari sendiri! " Kata indira tak senang
"Pasti mereka tahu dimana anak nya makanya mereka mau mencari buat apa kita repot akan hal seperti itu! " lagi.
"INDIRA! " Bentak irfan ia benar-benar sudah tak tahan lagi.
"APA BELUM SELESAI LAGI KAMU MEMBUAT MASALAH HAH! "
"Jangan nanti saat kamu tahu kebenarannya semua sudah terlambat indira penyesalan mu tak ada gunanya! " Tegas irfan.
"Aku gak akan menyesal karena mereka ini memang penipu! Mereka sengaja menikah kan anak nya agar bisa menguasai harta kita papi saja yang bodoh mau di bohongin! " Jawab indira.
__ADS_1
Perkataan indira sudah sangat keterlaluan imah sudah tak tahan lagi untuk semua yang dikatakan nya.