
Sudah mencoba untuk terus bertahan dan berjuang dalam hubungan ini.
Namun hati mu sama sekali tak tergerak mata mu tak pernah menatap ku dengan cinta.
Karena hati dan cinta mu bukan lah untuk ku kau tak mencintai ku sama sekali namun kau menyakiti ku begitu dalam.
"Yang sabar ya ndok! mbok yakin kamu kuat! " kata si mbok sambil memeluk amira yang masih menangis.
"Terima kasih ya mbok untuk semua nya amira pasti akan kangen sama mbok "
"Apa kamu mau pergi sekarang juga ndok, ini sudah malam kamu akan kemana? "
"Kemana saja mbok yang penting tidak disini aku sudah gak kuat mbok! " jawab amira ia sudah siap dengan tas nya untuk pergi dari rumah ini.
" Kamu hati-hati ya ndok jaga diri baik-baik di luar sana"
"Ia mbok"
Amira keluar dari dalam kamar berjalan menuju pintu depan ia melihat mereka sedang berkumpul di ruang tamu sambil tertawa bahagia sama sekali tak peduli dengan amira.
Amira melangkah kan kaki nya meninggal kan kediaman keluarga mahesa sambil berjalan amira terus terngiang dengan kata-kata mereka yang menghina amira.
Bulir-bulir air mata nya tak bisa ia tahan sama sekali ia tak tahu mau kemana ia hanya berjalan mengikuti langkah kaki nya ia sudah cukup jauh berjalan melewati jalanan yang sepi saat ia mau menyebrang jalan ada mobil fortuner dengan kecepatan tinggi langsung menabrak amira.
"Ahhhhh..... " teriak amira ia pun terhempas beberapa meter dari tempat nya berdiri kepala nya terbentur trotoar jalan ia pun kehilangan kesadaran.
" Astaghfirullah ada apa bal?" tanya mutiara
"Apa yang terjadi bal? " tanya anddul.
"Sepertinya iqbal menabrak orang ma! " kata iqbal dengan panik.
"Ya ampun! cepat lihat nak dan angkat dia bal biar kita bawa ke rumah sakit" teriak mutiara.
" Ya ma" jawab iqbal gugup lalu segera keluar dari mobil disusul oleh abddul.
"Seperti nya dia terluka parah, cepat kita bawa ke rumah sakit!"
"Ya pa" iqbal pun mengangkat tubuh amira masuk dalam mobil karena wajah dan tubuh nya sudah berlumuran darah tidak ada yang menyadari siapa dia.
" Cepat bal, dia harus segera mendapatkan pertolongan" kata mutiara panik.
Zahra yang ada di pangkuan mutiara langsung turun dan mengengam tangan nya amira tak ada yang protes karena semua sedang panik.
Iqbal pun melajukan mobil nya dengan cepat sesampainya di rumah sakit ia segera minta tolong sama perawat untuk membantu mengangkat tubuh amira.
__ADS_1
Amira masuk dalam ruangan UGD langsung di tangani oleh dokter! di depan mutiara menunggu dengan gelisah sedangkan iqbal membawa zahra keruangan lain untuk di periksa zahra terus saja memberontak ia tak bisa di kendalikan oleh siapa pun.
"Anak lo kenapa nih bal! gak kayak biasanya? " tanya danu.
"Gue juga gak tahu dan tadi gak seperti ini! "
" Sebaiknya biarkan dia turun bal, seperti nya dia mau pergi kesuatu tempat kita ikuti saja dia gue takut kalo kita paksa begini makin bahaya" kata danu
Iqbal pun menurunkan zahra benar saja kata danu zahra langsung lari keluar ruangan danu mereka pun mengikuti kemana zahra pergi zahra berlari menuju arah UGD terlihat di sana ada sangat oma.
"Disana ada oma nya mungkin dia mau sama oma nya bal! ".
"Bisa jadi dan! " jawab iqbal.
Mereka mempercepat langkah kaki nya mengejar zahra.
Bukan sang oma yang zahra tuju ia malah ingin masuk kedalam ruangan UGD.
"Jangan sayang! " tahan mutiara.
"Zahra sayang di dalam sedang ada orang yang berobat kita gak boleh sembarangan masuk nanti bisa kena marah sayang! " ucap danu dengan lembut.
"Kenapa kalian kesini, terus zahra kenapa belum di obatin " kata mutiara
"Zahra gak mau ma dia mau nya kesini kami kira dia mau sama mama ternyata malah mau masuk! " jawab iqbal.
"Hah.. gue nabrak orang tadi dan pas mau kesini jadi dia lagi ada di dalam masih di tangani oleh dokter! " jelas iqbal ia menghela nafas panjang ia terlihat menyesal dengan kejadian tadi.
Danu pun ikut terkejut mendengar perkataan sahabatnya itu.
"Lo yang sabar semua akan baik-baik saja" semangati danu.
Iqbal pun hanya mengangguk kan kepala nya.
Tak lama dokter pun keluar dari dalam ruangan di ikuti dengan abddul.
"Bagaimana keadaan dia dok? " tanya mutiara.
"Untuk saat ini dia masih dalam keadaan kritis karena benturan yang cukup kuat dia mengalami cedera bagian kepala nya kita akan tahu keadaan nya saat dia sudah sadar nanti" jawab sang dokter
Semuanya terdiam tak ada yang bersuara karena kaget.
"Semua akan baik-baik saja ma! jangan khawatir" kata abddul pada sang istri.
"Kalian semua ada disini terus zahra siapa yang menjaga? " kata abddul melihat iqbal dan danu.
__ADS_1
"Zahra disini pa itu dia! " jawab iqbal sambil menunjukkan ke arah zahra duduk tadi namun anak nya tak ada di sana.
"Ya allah, zahra kemana tadi disini kok! " kata iqbal panik.
"Bagaimana kamu ini iqbal cepat cari dia" kesal abddul.
"Jangan-jangan dia masuk ke dalam bal! " kata danu.
Makin panik lah keluarga Wijaya dibuat zahra karena di dalam ada pasien yang mereka bawa tadi.
Mereka pun masuk kedalam untuk melihat dan benar saja zahra ada di dalam sambil menangis memegang tangan wanita yang iqbal tabrak tadi.
Mutiara melangkah mendekati cucunya agar membawa dia pergi namun sayang cucunya tak mau dia mau bersama wanita yang sedang terbaring lemah ini.
Amira pun di pindah kan ke ruang rawat inap di rumah sakit zahra pun mengikuti nya sambil menggenggam tangan amira ia tak mau melepaskan sama sekali.
Mereka pun hanya bisa mengikuti kemauan zahra agar tak mengamuk.
Sesampainya di dalam ruangan zahra masih saja menangis menatap sang wanita itu membuat danu sedikit heran jadi dia pun mendekati zahra dan bertanya.
"Dia siapa sayang? " tanya danu dengan suara lembut.
Zahra belum menjawab ia masih terus menangis beberapa menit danu masih menunggu nya.
"Mama" kata zahra lirih namun masih bisa didengar oleh danu.
Danu pun terkejut sepontan ia melihat wanita yang sedang terbaring lemah ini.
"Bal sini deh! " kata danu
Iqbal pun melangkah mendekati danu.
"Sepertinya dia wanita yang kita cari itu! " ucap danu.
"Masa sih! " kata iqbal tak percaya soal nya ia belum pernah bertemu ia hanya melihat dari cctv dan tak terlalu jelas.
"Gue yakin bal lihat aja anak lo lengket banget sama dia gue yakin lah ini dia" jawab danu.
Mendengar Kata-kata danu mutiara pun ikut mendekat dan melihat wanita itu.
"Ya allah, ini dia bal akhirnya kita menemukan nya" ucap mutiara sambil menangis.
Tadir seperti apa ini.
Saat yang di cari -cari tak kunjung ketemu.
__ADS_1
Mereka malah bertemu dengan kondisi seperti ini.