
Sementara itu di kediaman wijaya mereka sedang berkumpul untuk makan malam.
" Dimana zahra bi? " tanya mutiara yang tak melihat keberadaan cucu nya.
" Non zahra masih di kamar nya nyonya sebentar biar saya pangil kan! " jawab sangat bibi ia pun pergi menuju kamar zahra.
" Bagaimana hasil nya bal, apakah sudah ketemu? " abddul sambil melihat ke iqbal
" Belum pa! " jawab singkat
" Apakah sangat sulit untuk mengetahui keberadaan nya nak? " mutiara
" Seperti nya begitu ma! "
" Semoga zahra sabar menunggu nya ya nak!"
" Ya ma! "
Saat mereka sedang berbincang bibi datang dengan berlari wajah nya pucat seperti ketakutan.
" Den, non zahra den! " kata bibi panik.
Semua yang sedang di rumah makan berdiri dengan risau.
" Ada apa dengan zahra bi? " tanya iqbal.
"Non zahra kumat den! "
"APA" kaget mutiara
Meraka pun berlari menuju kamar zahra.
" Ahhhhh.....
Mereka bisa mendengar teriakan dari dalam kamar zahra semakin mempercepat langkahnya.
" Sebenarnya zahra kenapa bisa? " tanya mutiara dengan panik.
Sesampainya di kamar zahra terlihat semua barang sudah berantakan berserak dimana-mana.
Iqbal segera mendekati putri nya lalu berusaha menenangkan nya.
" Sayang! ada apa cerita sama papa ? " kata iqbal lembut.
Zahra tak menjawab ia hanya menangis sambil menjerit histeris sambil mencakar diri nya sendiri.
" Ini sebenarnya kenapa sih bi, kok bisa zahra seperti ini padahal dia dari tadi masih tenang aja" kata mutiara
__ADS_1
" Maaf kan bibi nyonya, sebenarnya tadi sore saya cuci baju Non zahra ternyata didalam saku nya ada kertas yang sering non zahra pegang terus kertas nya sudah bibi bakar sama tumpukan sampah yang lain mungkin non zahra mencari itu nyonya "jelas bibi
" Emang itu kertas apa sih? " tanya anddul.
" Kalo gak salah non zahra pernah sebut itu punya mama katanya tuan ! "
" Apa! jadi selama ini zahra punya nomor perempuan itu bal, ya ampun kita sama sekali gak tahu dan sekarang nomor nya sudah gak ada! " kata mutiara penuh sesal.
Mendengar ucapan dari sang oma membuat zahra marah ia mencakar wajah iqbal sampai ia melepaskan pelukan nya zahra berlari kaki nya tersandung dan menabrak meja kening nya terluka membuat semua nya semakin panik.
Mereka sepakat untuk membawa zahra ke rumah sakit saja.
*
*
*
"Berhenti" kata amel dengan ketus nya
" Ada apa non amel? " tanya si mbok sambil melihat amel.
plak
Amel melayangkan satu tamparan di pipi amira.
"Non amel" teriak si mbok sangking terkejut nya.
Amira yang masih terluka akan perlakuan kevin kini mendapatkan hinaan dari ceweknya sakit yang ia rasakan bertambah lagi.
"Saya tidak pernah menginginkan harta nya, tidak ada dalam pikiran ku sedikit pun" kata amira lirih.
"Pembohongan, mana ada orang miskin gak mau harta tipu lo"
"Biarkan amira memakai baju dulu non kasihan dia"
"DIAM! gue gak ngomong sama kamu" kata amel ia sama sekali tidak ada sopan santun pada orang yang lebih tua darinya.
" Gue mau lo pergi dari hidup nya kevin, lo itu cuma pengangu hubungan kami kalo bukan karena lo kami sudah menikah dari awal lo itu perusak hubungan orang lain tau muak gue lihat lo yang sok polos padahal munafik! lo pura-pura jadi korban disini padahal lo yang jadi penghancur hubungan kami" sindir amel.
" Saya akan pergi sekarang juga, biar kalian tenang" jawab amira lirih namun masih bisa di dengar oleh amel.
"Bagus lah kalo lo tahu diri" kata amel.
Amel melihat kevin dan mami nya turun dari tangga amel pun langsung menarik satu tangan amira lalu berpura-pura jatuh seperti di dorong amira.
"Aww.. " teriak amel yang sudah ada di lantai
__ADS_1
Kevin yang melihat amel terjatuh langsung berlari dengan amarah.
"AMIRA" teriak kevin membuat amira dan si mbok terkejut.
plak..
Tamparan pun mendarat mulus di pipi amira yang sudah terluka akibat tamparan yang tadi.
"Apa yang kamu lakukan HAH! " teriak kevin ia pun membantu amel berdiri.
"Sakit yank" kata amel lirih sambil memegang perut nya kevin pun makin marah pada amira.
"Dasar wanita gak tahu diri apa yang sudah kamu lakukan sama amel hah, dia itu calon menantu ku kalo dia sampai kenapa-napa apa kamu bisa tangung jawab" kata indira.
Amira tak bisa menjawab sama sekali kalo pun ia menjawab tak akan ada yang percaya dengan nya.
" Apa yang terjadi sayang kenapa kamu bisa sampai jatuh? " tanya kevin lembut itu membuat hati amira semakin sakit ia tak pernah di perlakuan seperti itu walaupun ke adaan nya seperti ini sekarang namun Kata-kata kasar yang ia terima.
"Aku cuma mau bicara sama dia sebentar vin, kalo dia mencintaimu dan kamu pun mencintai dia biar lah aku yang mundur aku ikhlas melepaskan mu! " kata amel dengan nada sedih.
Si mbok ingin bicara namun di tahan oleh amira dengan mengelus tanggan si mbok.
" Apa yang kamu bicarakan sayang, yang ku cintai itu hanya kamu bukan dia! dia sama sekali bukan apa-apa buat ku jadi kamu jangan seperti itu lagi ok! "
" Kalo kamu emang gak mau sama dia ceriakan dia sekarang juga vin di depan aku" kata amel yang sudah berlinang air mata.
Kevin yang melihat amel bersedih seperti itu membuat dia tak nyaman namun ia sangat berat untuk melepaskan amira ia sangat bingung sekarang.
"Seperti nya kamu gak akan menceritakan dia ya vin, ya sudah lah biar aku yang pergi" kata amel lirih.
"Kamu gak perlu pergi dari sini mel, yang seharusnya pergi itu dia bukan kamu! kevin talak dia sekarang juga! " perintah indira.
Kevin masih diam tak menjawab membuat amel sedikit kesal lalu ia pun pura-pura lemas sambil memegang perut nya dan merintih.
"Kalo kamu mau sama dia vin gak apa-apa kok" kata amel
Kevin pun memeluk tubuh amel dengan lembut sambil berkata.
"Aku pilih kamu sayang" ucap nya
Mendengar itu membuat amel sangat senang sekali.
Kevin membantu amel berdiri ia menatap ke arah amira dengan sorot mata yang entah bagaimana mana tak bisa di tebak.
"AMIRA ALLIFIA BINTI HASAN AKU TALAK KAMU MULAI SEKARANG KAMU BUKAN LAGI ISTRI KU" kata kevin dengan tegas.
Deg...
__ADS_1
Jantung amira berdetak kencang mendengar kata-kata itu, sekarang ia sudah tidak ada hak lagi untuk mendambakan nya.
"Terima kasih mas" jawab amira lalu pergi meninggalkan mereka semua.