
Setelah kami sarapan pagi aku pun berpamitan pada bu mutiara dan juga pak abdul aku sangat berterima kasih pada beliau karena sudah sangat baik sama aku dan mau merawat aku sampai sembuh.
"Terima kasih ya ma sudah menjaga mira selama ini sampai amira sembuh! " Ucap amira sambil memeluk mutiara.
"Sama-sama sayang mama sudah menganggap kamu seperti anak mama sendiri jadi kamu gak perlu sungkan! " Jawab mutiara.
"Ya ma! " Kata ku sambil mengangguk.
Aku berjalan untuk menyalami pak abdul sekalian berterima kasih padanya.
Aku sangat beruntung bertemu keluarga ini pak abdul pun memperlakukan aku dengan baik ia jadi mengingatkan aku dengan bapak di rumah.
"Pak!...
Kata ku namun pak abdul mengangkat tangan nya membuat aku berhenti bicara.
" Panggil papa saja nak, papa sudah terbiasa di panggil itu! " Ucap abdul.
"Ya pa, amira pamit terima kasih sudah jaga amira amira sangat senang disini karena papa sangat baik pada mira seperti bapak amira! "
"Papa juga senang kamu disini nak rumah ini jadi tambah ramai karena kehadiran kamu! " Jawab abdul.
"Kirim salam sama orang tua kamu ya nak sehat selalu disana! " Ucap abdul.
"Kalo kamu ingin kesini datang lah sayang pintu rumah akan selalu terbuka untuk kamu! " Kata mutiara.
"Makasih ya ma pa! " Jawab ku.
"Kenapa harus pulang sih disini aja napa kak!" Kata haikal.
"Kakak mau lihat orang tua kakak kal, sudah satu tahun kami tidak bertemu mereka pasti sangat merindukan kakak dan khawatir juga! " Jawab ku.
"Kan bisa kami yang jemput kak, gak perlu kakak yang kesana mana jauh lagi tempat nya! "
"Kita tidak tahu kondisi orang tua amira haikal memang lebih baik amira yang kesana untuk melihat nya langsung! " Jawab mas iqbal.
"Terus kakak bakalan balik kesini lagi kan? " Tanya haikal.
Aku tak bisa menjawab pertanyaan haikal karena aku tak tahu akan seperti apa keadaan ku nanti setelah bertemu dengan bapak dan ibu aku bingung memberitahu mereka akan pernikahan ku dengan mas kevin yang sudah kandas.
__ADS_1
"Insya allah ya kal, doa kan saja kakak bisa berkunjung kesini lagi! " Jawab ku akhirnya.
"Janji ya! " Kata haikal.
"Insya allah ! " Jawab ku karena aku tak bisa menjanjikan apapun untuk saat ini.
"Sudah haikal kalo ada waktu amira akan datang kesini! " Ucap abdul agar haikal tak bicara lagi.
Setelah selesai berpamitan aku zahra mas iqbal dan pak eko masuk dalam mobil lalu pergi.
'Terima kasih semua nya' ucap ku dalam hati setelah keluar dari dalam rumah.
Karena perjalanan yang cukup jauh mas iqbal sengaja membawa pak eko agar bisa bergantian menyetir mobil, awal nya dia tak mau namun karena zahra merengek untuk ikut mas iqbal tak mau mengambil resiko.
***
Sementara itu Kevin sudah tahu dimana amira tinggal selama ini awalnya kevin sempat terkejut karena ada anak yang memanggil dirinya mama ia kira amira sudah menikah lagi namun setelah kevin cari tahu ternyata amira tinggal di kediaman Wijaya dan anak yang ia lihat tempo hari itu cucu keluarga wijaya.
Kevin merasa lega karena amira belum menikah ternyata dalam pikiran nya amira bekerja disana sebagai pengasuh keluarga wijaya.
"Grandpa! " Panggil kevin saat melihat kusuma sedang bersantai di kamar nya.
Kalo dalam kamar kevin segan karena itu tempat privasi kusuma dan nurmala jadi dia tak pernah mau berbicara dalam kamar.
"Kevin bisa minta tolong? " Tanya kevin.
"Minta tolong apa vin? Sepertinya ada hal serius yang ingin kamu bicarakan ya sampai masuk ke kamar grandpa segala gak kayak biasanya! " Ucap kusuma.
Kevin hanya bisa menggaruk kepala nya yang tak gatal.
"Grandpa tahu aja, kevin mau minta tolong sama grandpa soalnya ini hal serius! " Jawab kevin.
"Kamu mau minta tolong apa? " Tanya kusuma.
"Grandpa bisa gak buat janji dengan keluarga wijaya sekarang untuk berkunjung ke kediaman mereka! " Kata kevin.
"Memang untuk apa vin? " Tanya kusuma.
"Sebenarnya kevin dapat kabar kalo amira ada disana grandpa dia bekerja menjadi perawat cucu keluarga wijaya! " Jawab kevin.
__ADS_1
Kusuma sangat kaget saat kevin bilang amira tinggal di kediaman wijaya, orang yang mereka cari-cari akhirnya ketemu juga.
"Kamu serius vin? " Tanya kusuma memastikan.
"Ya grandpa, kevin sudah lihat foto yang di kirim orang suruhan kevin disana memang ada amira! " Jawab kevin.
"Coba grandpa hubungi dulu ya bisa gak kita sekarang kesana kita harus menjemput amira pulang! " Ucap kusuma ia meraih ponsel ya yang tergeletak di meja lalu menghubungi abdul.
Kevin masih terus menyimak pembicaraan kusuma dan juga sahabat grandpa nya itu setelah beberapa menit sambungan telepon pun selesai.
"Bagaimana grandpa ? " Tanya kevin cepat.
" Kita bisa pergi sekarang kebetulan abdul lagi ada di rumah hari ini! " Jawab kusuma.
"Baik lah kevin siap-siap dulu ya grandpa! " Ucap kevin.
"Baik lah! ".
Kevin keluar dari kamar kusuma ia masuk dalam kamar nya untuk berganti pakaian setelah selesai ia langsung turun menuju mobil di sana kusuma sudah menunggu nya.
'Akhirnya sebentar lagi aku akan bertemu sama kamu amira, aku akan membawa kamu pulang tunggu aku mira' Batin kevin.
Kevin menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah.
Setelah satu jam perjalanan mereka pun sampai di kediaman wijaya kevin yang sangat senang tak bisa menutupi nya sepanjang jalan ia selalu tersenyum.
Kusuma yang melihat kevin seperti itu hanya bisa mengelengkan kepala nya karena merasa konyol melihat kevin kenapa baru sadar kalo ia mencintai amira seandainya dia sadar dari awal mereka tidak akan seperti ini.
Sesampainya di sana mereka di sambut oleh abdul dengan ramah.
"Assalamu'alaikum! Apa kabar dul? " Ucap kusuma.
"Waalaikumsala! Alhamdulillah aku baik bagaimana dengan kamu kus? " Tanya abdul.
"Alhamdulillah aku juga baik! Sudah lama kita tidak bertemu ya! " Kata kusuma.
"Kamu benar kus, Habis nya kita tidak memiliki waktu kosong kamu di luar negeri aku sibuk sama rumah sakit ku! Hari ini aja aku libur karena tadi anak ku mau pergi ke luar kota makanya ambil cuti satu hari! " Jelas abdul.
"Ayo kita masuk kedalam kita ngobrol di dalam! " Ajak abdul.
__ADS_1
Mereka bertiga masuk ke dalam duduk di ruang tamu mendegar tamu sudah datang mutiara pun keluar untuk bergabung bersama mereka ia juga tak lupa membawa minuman dan juga cemilan buat para tamu.