
Tak terasa sudah 2 minggu kevin bekerja sebagai OB di hotel yang di tunjuk bokap nya. Ia sudah mulai bisa berbaur dengan yang lain ia juga sedikit demi sedikit sudah tak berkata kasar lagi.
Ia juga tak mempermasalahkan pekerjaan nya sebagai OB dia sudah bertekad akan membuktikan pada bokap nya kalo dia layak menjadi pewaris keluarga nya.
"Sudah mulai betah bro? " tanya ipul rekan kerja kevin yang baru mulai masuk.
karena ia anak baru dia satu tim dengan kevin jadi dia gak tahu apa-apa tentang kevin.
"Terpaksa! " jawab kevin.
"Jangan seperti itu vin seharusnya kamu itu bersyukur bisa bekerja walaupun cuma jadi OB di luar sana masih banyak orang yang kurang beruntung ketimbang kamu! "
"Itu karena mereka gak berguna makanya masih menganggur! "
"Bukan karena mereka gak berguna, keadaan yang memaksa! "
"Contohnya? "
"Pendidikan dan latar belakang keluarga! Kalo pendidikan gak tinggi gak bisa kerja yang bagus kalo gak punya latar belakang keluarga yang baik kita tak akan di pandang sama orang yang ada di atas kita malah di injak-injak ia! "
"Kenapa lo bisa berfikir seperti itu? "
"Kenyataan nya seperti itu, contohnya aku cuma tamat SMA tak ada perusahaan yang mau menerima aku apalagi aku ini dari keluarga miskin yang ada di desa! "
"Kenapa lo gak kuliah aja!"
"Biaya kuliah mahal, aku masih ada adik yang masih sekolah makannya aku lebih memilih kerja agar bisa membiayai kehidupan keluarga ku di kampung! "
"Itu berarti kamu bodoh! "
"Kenapa kamu bilang seperti itu? "
"Karena kamu membuang impian mu hanya demi keluarga! mereka kan bisa memikirkan cara sendiri gak perlu kita yang ikut campur! "
"Haha! kamu salah vin ini semua aku lakukan agar bisa mengubah nasip keluarga ku, aku ini anak pertama memang sudah sewajarnya lah aku bekerja dan membiayai keluarga ku" jelas ipul.
Kevin pun hanya mengangguk saja saat ipul bicara tak ada yang bisa menebak apa yang sedang ia pikir kan.
Kevin dan ipul pun kembali bekerja setelah jam istirahat selesai.
Saat tengah asik bekerja tiba-tiba kevin melihat seseorang yang dia kenal.
"Eh, kayak amel tapi benar gak ya! " lirih kevin saat melihat seseorang.
__ADS_1
Kevin pun berusaha mengikuti orang yang ia lihat tadi namun sudah hilang ia sangat yakin kalo yang di lihat nya tadi itu amel.
"Aku yakin tadi itu amel! Tapi buat apa dia kesini apa sebaiknya aku tanya resepsionis aja ya! " Gumam kevin.
Karena masih penasaran kevin pun pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan apakah ada nama amel memesan kamar hotel apa tidak.
Saat resepsionis menggatakan tidak ada tamu atas nama amel kevin lega karena salah melihat orang.
Jam sudah menunjukkan jam 10 malam kevin dan ipul lagi istirahat di mes namun waktu istirahat mereka terganggu karena ada tamu yang minta di bersihkan kamar hotel nya.
"Hah, orang yang minta kita bersihkan kamarnya gak ada otak apa! " Keluh kevin.
"Sudah gak usah marah lebih baik kita cepat kesana biar cepat siap! " Jawab ipul.
"Sudah malam lo jam segini buat apa dia minta kita bersihkan kamarnya gangu orang lagi istirahat tau! "
"Yang sabar ya! " Jawaban si ipul pun membuat kevin geleng-geleng mendengar nya.
Mereka pun sampai di kamar yang meminta pelayanan kebersihan, mereka berdua pun masuk dan mulai membersihkan kamar saat kevin sedang membersihkan ia mendengar suara yang sangat ia kenal.
Ia masih berusaha tenang dan ingin memastikan kalo ia gak salah orang kevin berjalan pelan menuju ruang tempat tidur.
Saat melihat siapa yang ada di atas tempat tidur membuat kevin langsung emosi mereka tertawa bahagia sambil menceritakan dirinya.
"Menurut kamu karena apa! " jawab amel dengan suara manja yang sedang berbaring di samping sang pria yang kevin kenal juga.
"Gak tahu! " jawab mario.
"Karena uang nya lah mario... Menurut kamu kenapa aku mau sama pria egois itu kalo bukan karena uang dia! "
"Selama ini aku cuma memanfaatkan dia saja secara dia kan kaya dan banyak uang jadi aku manfaatkan saja lh! " Jawab amel sambil tertawa.
"Terus sekarang kamu masih mau sama dia? dia sudah gak punya uang lagi lo kabar yang aku dengar perusahaan keluarga nya bangkrut! " Jelas mario.
"Kamu yang benar! "
"Buat apa juga aku bohong beb! "
"Kalo gitu aku harus menjauhi dia sudah gak punya uang pula nya! "
"Terus bagaimana anak yang ada dalam perut kamu? " Tanya mario
"Mana ada anak! " jawab amel.
__ADS_1
Deg....
Seketika jantung kevin berdetak kencang tubuh nya bergetar saat mendengar amel bilang gak ada anak.
"Maksud kamu apa Mel? " tanya mario penasaran.
"Aku tuh bohong sama dia biar dia ceraikan istri nya yang jelek itu kalo gak seperti itu bagaimana aku memaksa dia menikahi aku dan menguasai harta nya! Eh ini malah sudah bangkrut pula!" Ejek amel.
Kevin yang mendengar pun sudah mulai emosi ia menggempalkan tangannya dengan kuat sangking emosi nya.
Ia tak pernah membayangkan orang yang dia cintai dan percaya tega membohongi nya hanya demi uang saja.
Padahal dari awal bokap nya sudah memperingatkan kalo amel bukan perempuan baik-baik namun kevin tak percaya kini ia baru tahu kebenarannya.
"Jadi maksud nya kamu gak hamil? "
"Ya, aku gak hamil aku cuma bohong sama dia aja! "
"Kalo begitu sama aku aja mau, aku juga ada uang bisa memuaskan kamu apa lagi! " Goda mario sambil membelai pipi amel.
"Kalo kamu mampu memberikan apa yang aku mau! Aku bersedia" jawab amel.
"Akan aku kasih untuk mu, tapi segera putus dari dia ya! "
"Kamu tenang saja secepatnya aku akan putus kan dia! " Jawab amel yang membuat mario senang.
Tanpa tahu malu padahal ada yang sedang membersihkan kamar yang mereka tempati.
Mario malah sudah mulai bercumbu dengan amel ia mencium bibir amel dengan ganas nya tangan nya pun sudah mulai bermain dengan gunung kembar amel.
Sangat terlihat jelas oleh kevin amel sudah tak berbusana seperti nya mereka sudah melakukan nya dari tadi.
"Kalian keluar saja, kami mau istirahat! " perintah mario pada kevin dan ipul.
"Baik tuan" jawab ipul
Ipul mengajak kevin keluar namun kevin menyuruh ipul keluar terlebih dahulu karena ia ada urusan dengan tamu hotel ini dan ipul pun mengiyakan.
Mario dan amel sudah mulai dengan permainan panas mereka sedangkan kevin masih berdiri di tempat nya kamar yang di pesan mario kamar VIP yang cukup besar memiliki seperti ruang tamu yang berpisah dengan tempat tidur jadi saat kevin dan ipul membersihkan ruang tamu nya itu mario tidak bisa melihat nya dari tempat tidur jadi dia tak tahu kalo saat ini kevin sedang menonton mereka berhubungan panas.
Saat sudah mulai puncak kenikmatan kevin pun keluar sambil bertepuk tangan membuat amel dan mario terkejut akan kehadiran kevin mereka langsung melepaskan diri saat kevin sudah ada di dekat tempat tidur.
amel menarik selimut untuk menutupi tubuh nya ia terlihat pucat saat melihat kevin tak jauh berbeda dengan mario ia pun sama saja ketakutan karena ketahuan kevin.
__ADS_1