
Amira yang masih melepas rindu dengan orang tuanya di kaget kan suara zahra yang berteriak memanggil eyang.
Amira pun melepaskan pelukan dari orang tua nya tak lama zahra pun masuk kedalam.
"Mama" Kata zahra sambil memeluk amira.
Hasan dan imah nampak bingung akan keadaan ini.
"Ini siapa nak? " Tanya hasan.
"Nanti saja amira jelas kan ya pak sebaiknya kita keluar dulu! " Kata amira.
"Ma zahra haus! " Ucap zahra sambil memegang tenggorokan nya.
"Astaghfirullah, amira lupa kasih minum sama zahra dan yang lain" Jawab amira sambil menepuk jidat.
"Sangking senang nya amira ketemu sama ibu dan bapak amira sampai melupakan orang yang mengantarkan amira kesini! Ibu istirahat dulu ya" Kata amira.
"Ya nak! " Jawab imah lirih.
"Ayo sayang mama buat kan teh hangat! " Ucap amira.
"Ayo! " Jawab zahra semangat.
Hasan melihat ada kebahagiaan di wajah amira saat bersama zahra ia pun jadi ikut tersenyum.
Amira pun membuat kan teh hangat untuk di bawa ke depan ternyata bapak nya pun baru keluar dari dalam kamar setelah membantu imah ia pun ikut bergabung duduk bersama yang lain.
"Maaf ya pak eko mas iqbal minuman nya lama datang amira lupa! " Kata amira sambil meletakkan teh hangat nya.
"Gak apa-apa kok mir kami juga maklum kalo kamu sampai lupa! " Jawab iqbal.
"Ya non " Jawab pak eko.
"Pak kenal kan ini mas iqbal papa nya zahra dan ini pak eko ! " Ucap amira memperkenalkan mereka.
"Iqbal pak! " Kata iqbal sambil mencium punggung tangan hasan. Lalu hasan pun bersalaman dengan eko.
"Saya hasan bapak nya amira! " Ucap hasan memperkenalkan diri.
"Maaf ya ibu nya amira kurang enak badan jadi tidak bisa ketemu saat ini! " Kata hasan.
"Gak apa-apa kok pak kami bisa maklum! " Jawab iqbal sopan.
"Kalian ngobrol dulu ya amira kedapur dulu untuk masak makan malam! " Ucap amira yang di iya kan semua nya.
Amira dan zahra pergi ke dapur untuk memasak pertama-tama amira memasak nasi terlebih dahulu.
Karena tak ada apa-apa di rumah amira ingin kebelakang mencari sayur atau apa yang bisa di masak.
__ADS_1
"Zahra mau ikut mama ke kebun? " Tanya amira.
"Mau ma! " Jawab zahra.
Amira pun mengajak zahra untuk ke kebun yang ada di belakang rumahnya biasanya orang tua amira menanam beberapa jenis sayuran disana untuk di jual atau di makan sendiri.
"Kalian mau kemana? " Tanya iqbal yang tiba-tiba datang membuat amira terkejut.
"Astaghfirullah, mas bikin kaget aja lah! " Keluh amira.
"Maaf mas gak sengaja! " Jawab iqbal tertawa canggung.
"Mas kenapa ke dapur? " Tanya amira.
"Mas mau ke kamar mandi, kamar mandinya dimana mir? " Tanya iqbal.
"Kamar mandi nya ada di luar mas! " Jawab amira sambil menunjukkan kamar mandi nya.
"Maaf ya mas kamar mandi nya seperti ini! " Ucap amira tak enak.
Amira jadi tak enak dengan iqbal karena harus menggunakan kamar mandi yang sangat sederhana dinding nya terbuat dari tepas bambu air nya dari mata air langsung dan pakai bambu juga untuk mengalir kan jadi air pancuran lalu lantai nya dari batu-batu yang di susun di bawah.
"Gak masalah mir santai saja! " Jawab iqbal.
Amira pun merasa tenang karena iqbal terlihat tak keberatan atau merasa jijik melihatnya nya amira sempat khawatir ia kira reaksi nya akan sama dengan kevin dan keluarga nya yang merasa jijik melihat keadaan amira seperti ini apa lagi iqbal kan anak kota yang hidup dalam kemewahan namun ini di luar dugaan amira.
"Kami mau petik sayur di sana mas untuk makan malam nanti! " Jawab amira.
"Oh, hati-hati ya! " Kata iqbal.
"Ya mas! " Jawab amira yang langsung pergi meninggalkan iqbal.
Amira memetik kangkung untuk sayur mereka lalu mengambil beberapa ikan nila yang ada di kolam dengan tangok.
Setelah selesai ia pun kembali ke rumah untuk mulai memasak.
Ia membuat tumis kangkung dan nila sambal untuk makan malam.
Saat makan malam mereka pun makan bersama imah pun juga ikut makan bersama semua nya.
Setelah selesai makan mereka pun duduk di ruang tamu sambil berbincang.
"Wah masakan non amira gak kalah enak nya kayak koki di restoran kan den! " Kata eko memuji.
"Ya pak ko! " Jawab iqbal.
"Pak eko mah bisa aja cuma masakan sederhana saja kok! " Ucap amira.
"Tapi memang benar non, masakan non amira sangat enak! " Puji eko.
__ADS_1
"Makasih pak eko! " Jawab amira.
"Pak hasan sangat beruntung sekali ya memiliki putri seperti non amira baik pandai masak penyayang lagi! " Ucap eko.
"Alhamdulillah pak eko ini semua berkat didikan ibu nya, pak eko juga sangat beruntung memiliki putra tampan seperti nak iqbal ini! " Kata hasan.
"Pak hasan salah nak iqbal ini majikan saya pak bukan anak saya kalo anak saya sudah lama meninggal dunia " Jawab eko.
"Maaf kan saya ya pak eko saya tidak tahu ! " Kata hasan merasa tak enak.
"Tidak apa-apa pak hasan itu kejadian sudah lama sekali lagian nak iqbal dan keluarga nya sangat baik sama saya mereka memperlakukan saya seperti keluarga sendiri! Jadi saya tidak kekurangan apa pun di dunia ini karena masih memiliki keluarga juga pak hasan " Jawab eko.
"Non amira anak tunggal ya pak hasan dari tadi saya gak ada lihat anak yang lain? " Tanya eko.
"Amira anak pertama pak eko dia memiliki adik namun masih hilang sampai sekarang! " Jawab hasan.
Iqbal melihat ada kesedihan saat mengatakan itu dan ia pun bisa melihat raut kesedihan di wajah imah juga.
"Pak eko sebaiknya istirahat duluan, bapak pasti capek karena bawa mobil dari pagi kan! " Kata iqbal agar eko tidak bertanya lagi tentang adik nya amira.
"Ya den, bapak juga sudah mengantuk ini mau tidur duluan! " Jawab eko yang paham akan ucapan iqbal.
Amira pun menunjukkan kamar yang akan di tempati eko yang sudah di bersih terlebih dahulu oleh amira.
"Apakah ini anaknya nak iqbal? " Tanya hasan menunjuk zahra.
"Ah ya pak, ini anak saya nama nya zahra! " Jawab iqbal.
"Terus kenapa nak zahra memanggil amira mama nya apakah nak iqbal sudah... " Kata hasan menggantung perkataan nya karena bingung mau bilang nya.
Iqbal pun juga bingung mau menjelaskan nya bagaimana pada hasan.
"Mas bawa zahra tidur gih sudah malam! " Ucap amira pada iqbal.
"Ya mir! " Jawab iqbal.
"Sayang malam ini zahra tidur sama papa ya! " Kata amira dengan suara lembut.
"Mau sama mama! " Jawab zahra dengan wajah cemberut.
"Malam ini zahra tidur sama papa mama mau bicara dulu sama eyang, besok mama akan ajak zahra tangkap ikan kayak tadi lagi bagaimana? " Tanya amira berusaha membujuk zahra.
"Mama janji! " Ucap zahra.
"Janji sayang, sekarang tidur ya sudah malam besok biar cepat bangun! " Kata amira.
Zahra pun mau tidur bersama iqbal mereka pun masuk ke dalam kamar sedang kan amira dan orang tuanya masih di ruang tamu untuk berbincang.
Walaupun jam masih menunjukkan pukul delapan amira sengaja menyuruh iqbal dan zahra tidur agar ia bisa berbicara dengan orang tuanya dan iqbal pun paham akan hal itu.
__ADS_1