
" Nyonya"
" Nyonya"
panggil seseorang sedikit berteriak karena sedang panik.
" Ada apa bi, kok teriak - teriak sih" tanya mutiara pada pembantu nya.
" Nyonya... gawat nona muda kumat lagi"
" APA, kok bisa bi" tanya mutiara dengan panik lalu ia pun pergi ke kamar sang cucu.
" Zahra, ya allah... " teriak nya dengan histeris melihat keadaan sang cucu.
" Kenapa bisa sampai seperti ini bi? "
tanya mutiara dengan berteriak
" Maaf kan bibi nya, dari tadi non zahra bergumam bibi gak paham lalu dia mulai memukul badan nya karena takut kenapa- napa bibi pergi mencari nyonya gak tahu kalo sudah seperti ini" jelas sang bibi.
" Cepat panggil supir kita harus bawa zahra ke rumah sakit "
" Ia nya"
Sang bibi pun pergi untuk memanggil supir, tak lama supir pun sampai lalu membawa zahra kedalam mobil mereka pun pergi menuju rumah sakit.
Sesampainya di sana sudah ada perawat yang menunggu karena mutiara sudah menghubungi rumah sakit.
Zahra pun di bawa ke dalam ruangan oleh perawat dan dokter.
Mutiara nampak panik ia tak tenang bolak balik mondar mandir.
" Ma" panggil seseorang.
" Iqbal, ya allah nak, zahra nak! zahra" ucap mutiara yang sudah menangis dalam pelukan sang anak.
" Apa yang terjadi ma, kenapa zahra bisa sampai seperti itu? " tanya iqbal pada sang mama dengan nada sopan.
" Mama gak tahu nak, tiba - tiba saja bibi kasih tahu mama kalo zahra kumat nak, ini semua salah mama nak semua salah mama"
" Seandainya mama gak bawa pengasuh itu zahra gak akan seperti ini nak, maaf kan mama nak" kata mutiara
" Ini gak salah mama, mama jangan seperti ini, kalo zahra tahu ia akan sedih ma ini semua sudah takdir kita ma"
Mutiara cuma bisa menangis, melihat keadaan sang cucu.
Lama mereka menunggu sampai akhirnya dokter pun keluar dari ruangan.
" Bagaimana keadaan nya?" tanya iqbal
" Kita bicara di ruang saya saja ya"
__ADS_1
Iqbal pun pergi mengikuti sang dokter sedang kan mutiara menemani sang cucu.
" Apa ada hal serius dan?" tanya iqbal saat sudah di dalam ruang sahabat nya itu.
" Apa ada hal buruk yang di alami zahra bal? "
" Kenapa kamu bertanya seperti itu dan!"
" Saat aku periksa zahra tadi emosi nya sangat tidak ter kontrol, ia seperti merasakan kekecewaan bal"
" Sebenarnya beberapa hari yang lalu pengasuh nya mengatakan kata-kata yang tidak baik pada zahra, apa itu yang memicu penyakit zahra?"
" Sepertinya tidak deh bal, kalo masalah nya karena ucapan itu dia akan ketakutan dan tertekan tapi ini tadi seperti kehilangan harapan dari sorot mata nya ia sangat kecewa banget bal! coba lo ingat-ingat mana tahu ada yang kalian janji kan pada nya namun tidak kalian tepati"
" Kalo aku tidak ada, sebaiknya kita tanya sama mama dulu deh"
Mereka pun keluar dari ruangan dokter danu menuju ruang inap zahra.
Iqbal affandi wijaya memiliki satu putri kecil yang masih berusia 5 tahun namun ia berbeda dengan anak pada umum nya karena anak nya memiliki PTSD ( post-traumatic stress)
Ganggu mental karena mengalami peristiwa yang tidak di inginkan, akibat nya ia tidak bisa mengontrol emosi nya yang sangat berlebihan karena merasa cemas atau tertekan.
Iqbal dan danu pun masuk dalam ruangan VIP. tempat zahra di rawat.
" Bagaimana nak, zahra baik-baik saja kan? " tanya mutiara saat iqbal masuk ruangan.
" Zahra, baik-baik saja tante untuk saat ini, kita gak akan tahu kalo ia sudah sadar nanti" jawab danu.
" Bagaimana ini nak, semua ini salah mama" kata mutiara dengan lirih.
" Maksudnya apa nak"
" Ma, selain masalah pengasuh kemarin ada kejadian lain gak atau mama sama papa membuat janji pada zahra dan kalian melupakan nya mungkin "
" Mama sama papa gak ada menjanjikan apa pun sama zahra nak, kamu kan tahu kondisi zahra bagaimana kami mana berani "
" Kalo bukan itu, apa ada sesuatu yang mungkin dia alami dengan orang lain tante?"
" Coba mama ingat-ingat dulu, mungkin ada yang terlupa kan mama"
Mutiara berusaha mengingat apa yang sudah terjadi pada cucunya dan siapa yang ber interaksi dengan nya.
" Ah... mama ingat nak"
" Apa ma? "
" Apa tante"
Ucap mereka bersama.
" Mama baru ingat, saat kejadian pengasuh itu berkata kasar pada zahra kami berada di swalayan zahra sempat hilang karena kabur mungkin setelah dia mendengar perkataan pengasuh"
__ADS_1
" Terus apa yang terjadi ma"
" Saat kami sibuk mencari zahra, rupanya ada perempuan yang menolong zahra nak dan saat itu lah mama dengar zahra berbicara dengan perempuan itu dan zahra sempat mengucapkan kata mama nak" jelas mutiara.
" Mama serius, kalo zahra sempat bicara apa mama dengar sendiri" tanya iqbal dengan nada sedikit tinggi karena merasa terkejut.
" Ya nak, zahra yang cerita sama perempuan itu tentang pengasuh nya, lalu saat zahra mau di berikan sama mama zahra gak mau nak perempuan itu membujuk zahra disitu lah mama dengar suara zahra bicara 'mau sama mama' kata nya nak"
" Kalo begitu, bisa jadi perempuan itu yang memicu emosi zahra"
" Mama tahu siapa perempuan itu dan dimana dia tinggal"
" Mama gak tahu nak, karena mama sudah terlanjur emosi mama lupa menanyakan nama dan alamat rumah nya"
" Ah, bakalan susah nih" gerutu danu
Tanpa mereka sadari zahra sudah sadar dan mendengar percakapan mereka.
Zahra pun menangis dengan teriakan kuat membuat mereka terkejut.
" Sayang ada apa? " tanya iqbal pada putri nya itu
Tidak ada jawaban hanya tangisan dan teriakan saja zahra pun memukul tubuh iqbal, meluap kan emosi nya.
Danu yang melihat kondisi zahra saat ini sangat sedih apa lagi ini anak sahabat nya.
" Tante? " panggil danu.
" Ada apa nak"
" Apa tante ingat ciri-ciri perempuan itu mana tahu kita bisa mencari nya agar zahra bisa tenang "
" Tante kurang tahu nak, yang tante tahu dia itu perempuan sederhana memakai gamis syair't dan khimar besar wajah nya cantik cuma itu aja nak"
Danu pun mengaruk kepala nya yang tidak gatal, bagaimana dia bisa mencari informasi kalo petunjuk nya gak ada.
" Apa zahra sedang menunggu seseorang sayang?" tanya iqbal sambil memeluk putri nya
Hanya anggukkan yang di berikan.
" Apa zahra tahu dimana dia berada? "
Menggeleng kepala.
" Terus zahra gak kasih tahu rumah zahra dimana agar ia bisa datang "
Menggeleng kepala.
" Zahra sayang, janji sama papa ya zahra gak boleh marah lagi, papa janji akan cari dia sampai dapat mungkin dia lagi mencari zahra tapi gak tahu zahra di mana! zahra mau kan menunggu papa mencarinya"
Menganguk kan kepala.
__ADS_1
Iqbal pun tersenyum melihat putri kecil nya itu, ternyata perempuan itu berpengaruh besar untuk anak nya.
' Aku harus mencari nya, bagaimana pun cara nya demi zahra' batin iqbal