
Sudah 1 tahun kevin belum juga menemukan keberadaan amira, ia seperti di telan bumi menghilang tanpa jejak.
Malam ini kevin sedang berada di club malam robet ia minum untuk menghilangkan stress nya karena belum juga menemukan amira.
"Lo kenapa bro? " Tanya robet saat melihat kevin minum sudah terlalu banyak namun dia tak mau berhenti.
"Hahaha, gua gak kenapa-napa bro! " jawab kevin sedikit melantur.
"Gak usah bohong bro! "
"Hahaha, dia gak mau ketemu gua lagi rob dia pergi meninggalkan gua!" Keluh nya.
"Gua kangen sama dia! " Dengan nada sedih.
"Gua kangen sama senyum dia, cara dia menatap ku! " gumam kevin.
"Gua kangen dia! " lanjut nya.
Robet tahu siapa yang di bicarakan oleh kevin, siapa lagi kalo bukan amira dari robet juga lah kevin tahu kalo sebenarnya dia sudah jatuh cinta dengan amira.
Saat kevin selalu bercerita tentang amira ada binar cinta dimata kevin dan robet sadar akan hal itu, setiap menyebutkan nama amira ia bahagia namun sayang kevin terlambat menyadari nya.
" Kalo lo jodoh sama dia lo pasti akan bertemu lagi dengan nya! " Kata robet.
Kevin yang sudah setengah sadar tak menghiraukan ucapan robet, ia masih saja minum.
Malam semakin larut robet mengantarkan kevin pulang karena sudah tak sadar, sesampainya di rumah kevin ternyata ada mami nya yang sedang menunggu dia.
" Ya ampun kevin, kamu kok seperti ini sih ! " Keluh indira.
"Dia kenapa? " tanya indira pada robet.
"Dia kebanyakan minum tante! " Jawab robet.
"Ya sudah bawa ke kamar nya saja biar dia istirahat! " ucap indira
Robet membawa kevin ke dalam kamar dan membaringkan tubuh kevin, dalam tak sadar saja kevin masih menyebutkan nama amira.
"Amira.... amira" kata kevin dengan lirih.
"Kenapa baru sekarang lo sadar akan perasaan lo vin, semua nya sudah terlambat! " ucap robet.
Robet pun pergi meninggalkan kevin ia pun langsung pulang dari rumah kevin.
__ADS_1
***
Pagi hari nya kevin terbangun dengan sakit kepala karena kebanyakan minum, ia bangkit lalu membersihkan diri ke kamar mandi setelah selesai ia pun keluar dari kamar nya saat menuruni tangga dia mencium aroma masakan membuat dia lapar.
Kevin pun berjalan menuju meja makan ia kira bibi yang sedang memasak namun ia salah, ia melihat seorang wanita berpakaian Muslim sedang memasak di dapur.
Sontak saja membuat kevin langsung memeluk nya dari belakang ia kira itu amira.
"Amira..., akhirnya kamu pulang juga sayang aku sangat merindukanmu! " Kata kevin sambil memeluk dari belakang.
"Kamu kemana saja sayang, sudah lama aku mencari mu! " Lanjut nya namun tak ada jawaban yang ia terima.
Namun kevin tak melepaskan pelukan nya dari sang wanita sampai indira tiba di dapur mengagetkan kevin.
"Kamu sedang apa vin? " Tanya indira.
Kevin menoleh lalu menaikan alis nya sebelah, merasa heran kenapa pagi-pagi mami nya sudah ada disini.
"Kamu sudah kenalan sama karina ya, sampai di peluk seperti itu! " Ujar indira membuat kevin tersadar lalu melepaskan pelukan nya ia melihat orang yang ia peluk ternyata bukan amira melainkan orang lain.
"Lo siapa? " tanya kevin dengan suara dingin.
Dari bola mata nya terpancar ketidak sukaan pada sang wanita.
Sedangkan karina sudah tersenyum manis untuk kevin, bukan nya merasa senang kevin malah tambah gak suka sama karina.
"Aku sudah punya istri! Apa mami lupa? " Kata kevin dengan dingin.
Karina yang tadi nya tersenyum kini sudah cemberut indira yang menyadari nya pun tidak suka dengan perkataan kevin.
"Kalian sudah bercerai kevin! " Tegas indira.
"Kami belum resmi bercerai mami, apa mami pura-pura lupa akan hal itu, amira masih istri ku sampai kapan pun hanya amira istri kevin! " Tegas kevin.
Ia benar-benar muak melihat ulah mami nya yang selalu saja menjodohkan kevin, padahal kevin sudah bilang kalo dia mau memperbaiki hubungan nya dengan amira namun perkataan kevin seperti angin lalu bagi indira.
"Dia sudah pergi vin, sudah 1 tahun lama nya vin mungkin saja ia sudah menikah dengan laki-laki lain. Jadi lupakan saja dia vin! " Kata indira dengan nada ketus.
" Amira gak akan seperti itu ma, dia perempuan baik-baik aku suami nya gak mungkin dia pergi meninggalkan aku! " Jawab kevin datar.
"Kalo dia istri yang baik gak mungkin dia pergi meninggalkan kamu selama ini, mami yakin dia sudah menikah dengan laki-laki lain di luar sana vin"
"Cukup ma, apa mami gak lelah memaksa kevin, kevin gak mau ma! "
__ADS_1
"Tapi ini demi kebaikanmu vin, lihat karina dia cantik anak yang baik dari keluarga terpandang sangat cocok untuk kamu! " Kata indira membanggakan karina.
Karina yang lagi di puji indira tersenyum manis kepada kevin berharap kevin melihat diri nya.
Kevin malah tertawa mendengar perkataan indira lalu mencibir karina.
"Mana ada wanita baik-baik, pagi-pagi sudah datang ke rumah pria yang tidak dikenal nya itu nama nya murahan! " Sinis kevin melihat karina.
Karina yang merasa tersindir langsung menundukkan kepala nya karena malu.
"KEVIN" bentak indira.
"Jaga ucapan kamu ya mami yang mengajak dia menginap kesini dia ini perempuan baik-baik bukan seperti yang kamu bilang! " Kata indira tak terima.
"Itu semakin membuktikan kualitas diri nya buruk ma, kalo dia memang perempuan baik-baik gak mungkin dia mau menginap di rumah pria walaupun ada mami disini, terus saat aku peluk tadi dia diam saja padahal sudah jelas aku panggil nama amira bukan nama dia kenapa dia diam saja! "
"Sudah jelas kan kalo dia gak sebaik yang di lihat! " Ucap kevin dengan ketus nya membuat karina sedih.
"Karena saya mencintai kamu kevin! " Kata karina dengan lirih sambil tertunduk.
Kevin malah tersenyum remeh pada karina
" Cinta kamu bilang, Bacot tau! "
"Kevin kamu kok jadi kurang ajar seperti ini sih, apa pikiran kamu sudah di cuci sama amira makannya kamu seperti ini! " teriak indira.
"Mami yang buat aku seperti ini, dihari aku di usir sama papi padahal mami sudah tahu kebenarannya tapi apa mami diam saja membuat aku membenci amira dan kehilangan dia! "
"Apa mami belum puas juga! "
"Itu sudah berlalu vin, kamu harus membuka hati kamu beri kesempatan pada karina vin! " Mohon indira.
"Aku akan membuka hati ku kalo amira sudah memaafkan aku ma! " Tegas kevin.
"Sampai kapan vin, sedangkan amira sudah lama pergi dan belum kembali! "
"Aku akan terus menunggu nya ma, sampai dia mau memaafkan aku! " Ucap kevin lalu pergi meninggalkan dua wanita itu di dapur.
Kevin masuk ke kamar lalu membanting barang yang ada
"Argggggg" teriak nya kuat melampiaskan amarah.
"Kamu dimana ra, aku mohon pulang lah ra! " Kata kevin lirih dalam putus asa.
__ADS_1
Ia terduduk di lantai sambil memukul dada nya yang terasa sesak.