
Amelia yang penasaran dengan pria incaran karina diam-diam mengikuti karina untuk tahu di mana tempat sang pria.
Saat tahu tempat nya amelia sedikit bingung karena tempat yang di datangin karina adalah tempat yang sering ia datangi saat masih bersama kevin dulu namun setahu dia kevin sudah bangkrut.
Jadi dia memutuskan untuk masuk kedalam dan mencari tahu sekaligus melihat siapa pemilik perusahaan itu.
Amelia berdandan secantik mungkin untuk memikat pria incaran karina dan dia berharap pria itu suka sama dia.
"Sempurna, amelia kamu harus mendapatkan nya bagaimana pun cara nya! " Gumam amelia pada dirinya sendiri di depan cermin saat melihat dirinya.
"Baik lah, aku harus pergi sekarang agar bisa bertemu dengan dia! " Kata amelia.
Ia pun keluar dari dalam kamar berjalan perlahan menuju ke arah depan sebelum sampai pintu dia berhenti karena suara papa nya memanggilnya.
"Amelia! " Panggil adi papa nya.
Amelia menoleh ke belakang untuk melihat papa nya namun tak menjawab panggilan nya.
"Kamu mau kemana dengan pakaian seperti ini? " Tanya adi pada amelia saat melihat anak nya mau keluar dengan pakaian yang sangat seksi.
"Bukan urusan papa suka-suka amel lah mau kemana! " Ketus amelia wajah nya sudah terlihat bete tak seperti tadi sebelum dia bertemu adi.
"Saya papa kamu bicara yang sopan sama orang tua amelia! " Bentak adi.
"Halah sudah lah pa gak usah bahas itu lagi aku mau pergi jadi gak usah banyak cakap! " Jawab amelia lalu pergi meninggalkan adi yang masih berteriak memanggil amelia.
Amelia masuk dalam mobil nya lalu pergi meninggalkan kediaman nya.
Dia malas berbicara pada papa nya karena adi mau menjodohkan amelia dengan anak teman nya saat tahu anak nya itu ada kekurangan amelia sangat kesal papa nya cuma mau menyelamatkan perusahaan nya dengan cara menjual amelia pada teman papa nya itu.
Mulai hari itu amelia sudah berubah jadi kasar di depan adi dia tak mau bicara sopan sama adi karena kekecewaan nya.
"Dasar orang tua sialan! Bagaimana bisa dia melakukan itu pada anak satu-satunya ini dia mau menikah kan aku dengan orang cacat aku gak bakalan mau! " Kata amelia dengan kesal nya sambil mengumpat.
Setelah beberapa menit akhirnya dia pun sampai di depan perusahaan kevin ia pun memberitahu kepada satpam kalo sudah ada janji dan dia di ijinkan masuk.
__ADS_1
Tanpa amelia sadari bahwa karina ada di belakang nya dan melihat dirinya.
"Buat apa amel kesini, apa dia ada kenalan disini ya atau jangan-jangan! " Ucap karina sambil berfikir.
Dia tahu sifat amelia kalo ada pria ganteng dan kaya dia akan mendekati nya amelia tak akan peduli itu pria teman nya atau incaran teman nya selama dia mau dia akan merebutnya.
Karina mengikuti amelia dari belakang setelah dia melakukan penyamaran terlebih dahulu karena dia sudah tidak bisa masuk karena ada larangan dirinya masuk.
Amelia berjalan menuju ruang kerja nya kevin namun sebelum dia sampai di sana amelia melihat kevin sedang menyapu di sana dengan pakai biasa melihat itu amelia semakin percaya kalo kevin sudah bangkrut dan perusahaan ini bukan milik keluarga kevin lagi.
Amelia pun ingin menggoda kevin dan sekaligus mengerjai nya.
"Yo yo yo, ada yang lagi bersih-bersih nih! " Kata amelia sambil berjalan mendekati kevin.
Kevin langsung menoleh karena sangat familiar dengan suara ini saat ia tahu siapa itu kevin menatap tak suka.
"Biasa aja dong lihat nya nanti kamu jatuh cinta lagi sama aku! " Kata amelia dengan pedenya.
"Najis aku suka sama wanita seperti kau! " Jawab kevin dengan santai.
Karina yang melihat itu semakin marah pada amelia karena tebakan dia benar amelia ingin merebut kevin dari nya.
"Sepertinya dulu aku itu buta dan bodoh makanya mau tertipu siluman kayak kau! " Kata kevin dengan nada dingin.
"Jangan gitu dong sayang, apa perlu kita melakukan nya sekali lagi biar kamu ingat betapa kamu sangat menikmati tubuh ku ini! " Bisik amelia di telinga kevin amelia sengaja melakukan ini agar kevin terpancing setelah dia terpancing amelia akan mempermalukan nya.
"Gak sudi aku menyentuh tubuh wanita murahan seperti kamu! Aku sudah gak bodoh lagi " Jawab kevin dengan ketus membuat amelia sedikit terkejut kalo kevin sudah berubah.
Biasanya kevin akan cepat terpancing kalo amelia melakukan itu namun kini tidak.
"Kamu kira setelah apa yang sudah kamu lakukan aku akan baik pada mu! Gak mel" Ucap kevin dengan nada dingin.
"Jangan gitu lah vin, walaupun sekarang kamu sudah miskin aku akan melayani kamu dengan baik soal nya aku juga kangen sama permainan kamu! " Goda amelia lagi.
Dalam benak amelia sejujurnya dia sangat merindukan kevin hanya kevin yang bisa memuaskan dirinya yang lain tidak ada apa-apa nya di bandingkan kevin.
__ADS_1
Karina yang melihat adegan itu jadi salah paham pada amelia ia kira amelia sudah berhasil menggoda kevin dan kini mereka sedang berbicara hal-hal yang intim karena ekspresi amelia.
Karina pergi dari sana dia merencanakan sesuatu buat membalas perbuatan amelia.
'Lihat saja nanti kau perempuan sialan, akan aku balas perbuatan mu ini' Gerutu batin karina wajah nya sudah merah karena menahan amarah.
Kevin mendorong tubuh amelia agak keras membuat amelia meringis kesakitan.
"Aw, Berani sekali kau mendorong aku! " Bentak amelia.
"Kenapa pula aku gak berani mendorong kau, yang ada nya kalo aku lama-lama dekat sama kau aku bisa ketularan penyakit! " Ketus kevin.
"Heh, orang miskin gak usah belagu kau disini kau gak tahu ya perusahaan ini milik pacar ku kalo aku mau aku bisa pecat kamu! " Teriak amelia tak terima di hina kevin.
"Hahaha, mimpi kali kau kalo perusahaan ini punya pacar mu! " Tawa kevin.
"Dasar OB sialan aku akan suruh dia pecat kamu sekarang juga! " Kata amelia percaya diri padahal dia gak tahu siapa pemilik perusahaan ini dia hanya berbohong kalo yang punya pacar nya agar kevin takut pada nya.
Namun di luar perkiraan amelia kevin malah menantang nya.
"Ok, panggil pacar kamu kesini lalu suruh dia pecat aku! " Tantang kevin sambil tersenyum simpul pada amelia membuat dia semakin marah.
"Baik, aku akan hubungi dia lihat aja nanti" Jawab amelia.
Sebenarnya amelia sudah gugup dia cuma pura-pura untuk mengulur waktu saja karena sedang bingung.
Tiba-tiba ada karyawan yang datang lalu menyapa kevin dengan sebutan bos membuat amelia menjadi pucat.
"Selamat siang bos! " Kata karyawan sambil menundukkan kepala nya sedikit.
"Ya! " Jawab kevin.
'Apa! bos kevin seorang bos gak mungkin!' Ucap nya.
"Kenapa kamu gak ada nomor pemilik perusahaan ini ya! Sini biar aku telepon kan buat kamu" Kata kevin.
__ADS_1
Membuat amelia kikuk dengan keadaan ini. Amelia yang sudah palang malu lalu pergi dari sana meninggalkan kevin seorang diri.