Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 18


__ADS_3

" Saya tanya kamu simpan dimana cincin nya" teriak indira.


" Saya gak ada simpan nya, " jawab amira.


" Gue yakin lo yang sudah mencuri cincin nya kak amel kan ngaku aja lo" ketus jessica.


" Gak non, saya tidak mencuri apa pun saya gak tahu masalah cincin non amel" kata amira membela diri


' is kok bisa gak ada ya' keluh amel dalam hati.


" Gue gak percaya sama lo, bisa aja kan lo sembunyi kan agar gak ketahuan secara lo kan miskin pasti punya sifat mencuri lah" ejek jessica.


" Saya memang miskin non tapi saya gak miskin hati" jawab amira masih berusaha tenang.


" Alasan aja lo" bentak jessica


" Sudah amira kamu jujur saja dimana kamu sembunyikan cincin nya amel" tegas indira.


" Saya beneran gak tahu nyonya, saya tidak mengambil nya atau pun menyembunyikan nya" kata amira dengan suara bergetar.


Bagaimana bisa seseorang mengakui kesalahan padahal tidak ia lakukan siapa pun pasti tak akan mau di perlakukan seperti ini.


Amira bersikeras membantah tuduhan mereka yang bilang amira mencuri cincin berlian amel.


" Sudah lah tante jangan di terus kan lagi mungkin aku yang salah letak dan tak mengingat nya" kata amel dengan bijak namun bohong dalam hati amel ia sangat kesal tidak bisa menjebak amira malah cincin nya yang hilang.


Wah kasihan juga sih amel cincin berlian nya hilang, kira-kira siapa yang mengambil nya ya?

__ADS_1


" Kak amel jangan gitu lah, kalo kak amel seperti ini bisa di tindas orang yang tidak tahu malu lo" cibir jessica melirik amira.


" Mungkin non amel menyimpan nya dalam tas tapi tak ingat nyonya " kata si mbok


" Hemm, bisa jadi mbok" jawab indira


" Kamu sudah memeriksa tas mu mel? " tanya indira.


" Belum tante, soal nya saat amel lepas cincin nya amel letakkan di atas meja jadi tidak periksa tas" jelas amel


" Mungkin saja cincin nya ada di tas non amel, " timpal si mbok


" Ya mel, coba kamu periksa deh mana tahu ada" kata indira.


" Ya tan"


Setelah di periksa amel pun menemukan cincin berlian nya ada dalam tas, wajah nya nampak terkejut ia tak menyangka cincin nya ada dalam tas.


' Bagaimana mungkin jelas-jelas aku sudah masuk kan dalam tas perempuan sialan itu kok bisa di sini sih' gerutu batin amel.


" Wah, ada mi cincin nya sudah ketemu" kata jessica dengan jelas.


" Syukur lah bila sudah ketemu " jawab indira.


" Ya tante, mungkin amel yang salah letak amel jadi gak enak sama mereka " kata amel kikuk.


" Buat apa kak amel segan, kalo kak amel gak salah letak kurasa sudah di embat sama dia" ketus jessica.

__ADS_1


Padahal sudah terbukti kalo amira tidak salah namun jessica tak terima ia juga berharap kalo amira yang mencuri nya agar di segera di usir dari rumah ini.


" Sudah lah, yang penting cincin nya sudah ketemu " kata indira


Mereka pun pergi ketaman samping dekat kolam renang tanpa meminta maaf sama sekali sama amira yang kena fitnah.


" Yang sabar ya ndok" kata si mbok sambil membereskan kamar mereka karena di serak oleh amel dan jessica.


" Mira gak apa- apa kok mbok" jawab amira lembut.


" Mbok heran lihat non jessica dan nyonya mau-mau nya di bohongin sama non amel " kesal si mbok


" Maksudnya apa mbok? "


" Padahal cincin nya memang gak ada disini mau-mau nya aja mereka membantu non amel kan aneh ndok, jelas-jelas cincin nya ada dalam tas malah memfitnah orang lain"


" Dari mana mbok tahu kalo cincin nya gak ada disini malah ada di tas nya "


" Mbok tadi lihat saat non amel menyelinap masuk kamar kita! jadi mbok intip mau buat apa dia gitu, terus mbok lihat dia memasukan sesuatu ke tas mu ndok saat dia sudah pergi mbok periksa rupanya cincin berlian mbok yakin kalo dia mau membuat kamu kenak masalah ndok jadi saat dia di kamar mandi mbok masuk kan aja dalam tas nya! kan kena batu nya dia ndok" jelas si mbok dengan kesal nya melihat tingkah amel.


" Terima kasih ya mbok sudah menolong mira " ucap tulus amira.


" Kamu itu anak baik ndok memang pantas di tolong " kata si mbok sambil memeluk amira


" Sebentar lagi kamu akan bebas ndok besok tuan besar akan pulang "


" Ya mbok"

__ADS_1


Mereka pun berpelukan dalam isakan tangis, si mbok tidak menyangka nasib gadis baik ini akan sulit setelah menikah rupa nya.


__ADS_2