
Aku sangat menikmati perjalanan ku menuju rumah bapak dan ibu walaupun dalam hati ku sangat resah karena sudah menghilang selama setahun lebih tanpa kabar sama sekali, aku tak tahu bagaimana kondisi orang tua ku saat ini aku juga khawatir kalo bapak dan ibu tidak membiarkan aku berpisah dari mas kevin.
Aku sangat risau akan masalah ini aku tak ingin kembali lagi pada mas kevin namun bagaimana kalo bapak dan ibu tidak setuju aku berpisah dengan mas kevin apa yang harus aku lakukan.
Aku benar-benar bingung saat ini aku hanya berdoa semoga orang tua ku mau mengerti akan keadaan ku saat ini.
Saat jam makan siang kami singgah ke sebuah rumah makan yang terletak di pinggir jalan suasana di sana sangat nyaman dan indah karena kami makan di tengah sawah pemandangan nya juga sangat bagus.
Sebelum makanan yang kami pesan datang aku memilih pergi untuk sholat zuhur terlebih dahulu setelah aku selesai baru mas iqbal dan pak eko yang pergi sholat.
Setelah mas iqbal dan pak eko kembali tak lama makanan kami pun datang.
"Wah, lihat makanan nya saja aku sudah ngiler pasti rasanya enak nih! " Ucap mas iqbal.
"Ya den, bapak juga jadi gak sabar mau makan! " Jawab pak eko.
"Ayo pak langsung sikat sampai habis" Kata mas iqbal pada pak eko.
Mereka makan dengan lahap rasa masakan nya memang sangat enak lo gak di ragukan lagi, dengan suasana yang sangat indah makan di tengah sawah semakin membuat kita berselera lah.
Setelah makan kami pun melanjutkan perjalanan lagi agar cepat sampai di kampung ku.
Setelah menempuh 8 jam perjalanan akhirnya kami pun sampai juga di kampung karena kami sampai nya sore banyak para warga di jalan mau pulang kerumah mereka sehabis dari sawah atau kebun.
Tak berapa lama kami pun sampai di rumah bapak dan ibu rumah yang masih sama persis tak ada perubahan hanya bunga-bunga yang sering aku dan ibu rawat sudah pada matian seperti nya tidak pernah di rawat ibu lagi.
Rasa rindu ku semakin dalam saat melihat rumah ini mata ku sudah mulai panas ingin menangis.
"Assalamu'alaikum! " Ucap ku sambil mengetuk pintu rumah.
Tak ada jawaban, kalo melihat jam seharusnya bapak sudah pulang dari sawah.
"Assalamu'alaikum! Pak bu! " Panggil ku sedikit berteriak ada rasa risau di hati
Tak lama pintu pun di bukan dan salam ku di jawab.
"Waalaikumsalam! " Jawab bapak
"Pak! " Ucap ku liris dengan derai air mata sosok yang sangat aku rindukan selama ini ada di depan ku bapak terlihat lebih kurus mungkin ia sangat lelah.
__ADS_1
Bapak menatap ku lama dengan keadaan terkejut mungkin ia tak percaya kalo aku ada di depan nya.
"I... ini kamu nak? " Tanya bapak gugup sambil menangis.
"Ya pak, ini amira pak! " Jawab ku memeluk bapak.
"Alhamdulillah ya allah, anak ku telah kembali ya allah! " Ucap bapak sambil bersyukur kami berpelukan cukup lama meluapkan rasa rindu masing-masing.
"Kamu kemana saja nak bapak sangat merindukan kamu nak? " Tanya bapak.
"Amira juga sangat merindukan bapak! Ibu mama pak? " Tanya ku setelah melepaskan pelukan ku.
"Ibu ada di kamar nak, ibu pasti senang bisa ketemu sama kamu nak! " Jawab bapak senang.
Kami pun masuk kedalam rumah, mas iqbal zahra dan pak eko istirahat sebentar di ruang tamu aku menuju kamar ibu untuk bertemu dengan nya.
Ku lihat ibu sedang berbaring di atas dipan kayu yang beralaskan kasur tipis tubuh nya kurus tak seperti saat aku pergi dari rumah.
Aku menangis saat melihat ibu seperti itu hati ku rasanya sangat sakit karena kecelakaan itu aku kehilangan ingatan dan putus kontak dengan orang tua.
Apakah selama aku hilang bapak dan ibu mengalami ke sulitan sehingga mereka seperti ini.
"Bu... " Kata ku lirih.
"Ibu kenapa pak? " Tanya ku sambil menggenggam tangan ibu.
"Karena tak kunjung mendapatkan kabar tentang kamu ibu syok mir dia jadi teringat akan adik kamu yang hilang rasa bersalah itu akhirnya muncul lagi setelah sekian lama membuat ibu seperti ini! " Jawab bapak.
"Huhuhu! Bu maaf kan mira maaf mira baru bisa datang sekarang! " tangis ku pecah saat mendengar perkataan bapak.
Saat aku menangis ibu terbangun ia membelai kepala ku dengan lembut sambil berkata pelan.
"Amira...! " Kata ibu pelan namun bisa aku dengar.
"Ya bu ini amira ! " Jawab ku cepat lalu memeluk ibu.
Ibu menangis sejadi-jadinya ia memeluk tubuh ku dengan erat.
"Ya allah anak ku, anak ku amira kamu pulang nak! ini benar kamu kan nak ibu gak mimpi kan nak! " Ucap ibu sambil menangis pilu.
__ADS_1
"Ya bu, ini amira anak ibu ini bukan mimpi bu! " Jawab ku mengeratkan pelukan ku.
"Maaf kan amira bu baru datang sekarang amira sudah membuat ibu dan bapak khawatir selama ini! " kata ku
"Gak nak kamu gak salah bapak yang salah nak! " ucap bapak lalu ikut berpelukan dengan kami.
Kehangatan yang sangat aku rindukan dari orang tua ku sudah sangat lama aku tidak dapat memeluk mereka.
Aku sangat bersyukur sekali karena masih bisa bertemu dengan bapak dan ibu.
"Bapak jadi sedih den! " Kata pak eko ikut menangis.
"Ya pak, iqbal juga ikut terharu akan pertemuan mereka! Sudah satu tahun lebih mereka tak bertemu dan tak tahu kabar sama sekali pasti mereka sangat bahagia sekarang! " Jawab iqbal.
"Ya den, syukur lah non amira masih bisa bertemu dengan keluarga nya! " Ucap pak eko senang.
"Ya pak alhamdulillah! " Jawab iqbal.
"Mama kenapa nangis pa? " Tanya zahra dengan wajah polosnya.
"Mama habis ketemu sama orang tua nya makanya mama nangis sayang! " Jawab iqbal.
"Orang tuan" Kata zahra bingung tak paham.
"Seperti oma dan opa sayang orang tua papa yang ini orang tua mama " Jelas iqbal.
"Berarti zahra harus panggil apa pa? " Tanya zahra lagi.
"Hemmm, panggil nya eyang kakung dan eyang uti! " Jawab iqbal
Tiba-tiba zahra pun berlari ke arah kamar orang tua nya amira sambil berteriak membuat iqbal dan pak eko panik.
"Eyang.... " Teriak zahra dengan senang ya.
"Zahra! " Kata iqbal dengan suara tertahan karena zahra sudah berhasil masuk kedalam.
Iqbal panik karena zahra masuk kedalam padahal ia tahu kalo amira saat ini pasti sedang butuh waktu untuk bersama orang tua nya.
ia ingin mengambil zahra namun tak berani kesana karena takut menggangu amira.
__ADS_1