Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 106


__ADS_3

Azan subuh berkumandang membangun kan insan yang masih terlelap dalam tidur nya.


Amira bangun dan membersihkan diri agar bisa melaksanakan sholat subuh setelah selesai sholat amira pun mencurahkan semua keluh kesal yang ia rasakan saat ini.


Ia tidak tahu bercerita pada siapa jadi ia lebih memilih bercerita pada sang tuhan.


Setelah selesai amira pun pergi ke dapur untuk membantu imah yang sudah ada disana sedang memasak.


"Apa kamu baik-baik saja mir?" Tanya imah dengan rasa khawatir


"Mira baik-baik saja kok bu, ibu tenang saja ya! " Jawab amira dengan lembut.


"Serahkan semuanya kepada gusti allah mir semua akan baik-baik saja! " Kata imah memberi nasehat.


Imah juga ikut sedih saat amira mengatakan kalo cinta nya di tolak oleh iqbal.


"Ya bu! " Jawab amira sambil tersenyum.


Setelah selesai membuat sarapan mereka pun berkumpul dan makan bersama di meja makan.


Saat sedang menikmati makanan nya amira di kejutkan dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh zahra pada nya.


"Mama mau meninggal kan zahra ya? " Tanya zahra tiba-tiba dengan pandangan sedih.


Mendengar pertanyaan seperti itu bukan hanya amira saja yang kaget hasan dan imah pun ikut kaget.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang? " Tanya amira kembali dengan suara lembut.


"Semalam om itu bilang kalo mama milik nya dan akan membawa mama! " Jelas zahra dengan sedih.


Melihat kesedihan zahra hati amira terasa sakit selama ini ia sudah menganggap zahra seperti anak nya sendiri ia sangat sayang pada zahra namun keadaan sekarang membuat mereka tak berdaya.


"Tidak sayang! Zahra pasti salah dengar mana mungkin mama meninggal kan zahra! " Ucap amira berusaha menghibur zahra.


"Kalo begitu ayo kita pulang ma, kita tinggal bareng papa dan juga oma! " Kata zahra.


Mendengar ini amira tak bisa berkata-kata lagi bagaimana mungkin ia mengiyakan permintaan zahra sedangkan ia tak memiliki hubungan apa dengan iqbal.


"Sabar ya zahra sayang, mama masih ada urusan disini nanti kalo urusan mama sudah selesai secepatnya kita akan pulang kok! " Bujuk imah karena melihat amira tak bisa menjawab zahra.


"Benar eyang? " Tanya zahra semangat.

__ADS_1


"Ya sayang! " Jawab imah.


Zahra yang mendengar jawaban dari imah kembali semangat dan melanjutkan sarapan nya namun berbeda dengan amira yang sudah tidak nafsu makan lagi.


Ia tidak tahu bagaimana reaksi zahra nanti saat mereka tak bersama lagi amira merasa bersalah akan hal ini.


Setelah mereka selesai sarapan hasan pun berpamitan untuk pergi keluar.


"Bu! " Panggil hasan.


"Ada apa pak! " Kata imah.


"Bapak pergi dulu ya! " Ucap nya.


"Bapak mau kemana? " Tanya amira yang baru keluar dari dapur.


"Bapak mau pergi ke rumah orang tua nya kevin ingin membicarakan masalah kalian lagi agar cepat selesai! " Kata hasan.


"Apa perlu ibu ikut pak? " Tanya imah.


"Tidak usah bu, ibu di rumah saja bersama anak-anak ! " Kata hasan.


"Dan ingat kalian jangan keluar rumah dulu bapak takut kejadian semalam terulang lagi karena melihat sifat kevin ia pasti kembali untuk berulah! " Ucap hasan.


"Ya pak! " Jawab amira.


Namun belum lahir hasan pergi keluar ada yang mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salam.


"Siapa ya pagi-pagi gini sudah bertamu? " Tanya hasan.


"Gak tahu pak! " Kata imah.


"Apa mungkin itu keluarga kevin ya bu! " Ucap hasan.


"Lah buat apa mereka kesini pak? " Tanya imah binggung.


"Mungkin mereka mau membicarakan masalah amira dan kevin atau mau membujuk amira agar tidak bercerai dengan kevin bu! " Jelas hasan.


"Hah, kalo tujuan mereka mau membujuk amira agar tidak bercerai ibu gak setuju pak ibu akan menentang nya! "


"Iya bu, sudah cukup anak kita menderita jangan terulang kembali lagi! " Kata hasan setuju.

__ADS_1


"Sudah pak bu! " Kata amira.


"Jangan berburuk sangka dulu mana tahu bukan mereka! " Kata amira.


"Biar mira buka pintu nya dulu ya gak enak membiarkan tamu menunggu lama! " Ucap mira ingin melangkah menuju pintu depan.


"Biar ibu saja mir, kamu sebaiknya ke dapur saja membuat kan minuman! " Kata imah menahan amira.


Amira pun menurut saja dengan perintah imah ia pergi kedapur sedang kan imah dan hasan pergi membuka kan pintu.


Saat membuka pintu imah dan hasan terkejut akan tamu yang datang mereka tak berfikir kalo yang datang adalah iqbal.


"Assalamu'alaikum pak bu! " Ucap iqbal.


"Waalaikumsalam nak iqbal! " Jawab imah dan hasan.


"Ada apa nak iqbal pagi-pagi sudah kesini? " Tanya imah ramah.


"Apa nak iqbal mau menjemput zahra? " Tanya imah lagi.


"Tidak bu, saya ada perlu sama ibu dan juga bapak! " Ucap iqbal.


"Ada perlu apa nak iqbal? " Kini hasan yang bertanya.


"Ada yang ingin saya bicarakan dengan bapak dan ibu ini sedikit serius! " Ucap iqbal lalu ia pun melirik ke arah jalan seperti mencari seseorang.


"Apa nak iqbal menunggu seseorang? " Tanya imah.


"Ya bu, tadi mama juga mau ikut kesini tapi kok belum sampai juga ya! " Kata iqbal.


"Mungkin sebentar lagi sampai nak iqbal, kalo begitu kita masuk dulu nak, kita bicara kan di dalam saja jangan di depan pintu begini lah! " Kata imah mengajak masuk.


"Ya bu!" Jawab iqbal mengikuti hasan dan juga imah masuk menuju ruang tamu.


"Memang nya nak iqbal mau membicarakan apa? Apakah ini tentang perceraian amira nak? " Tanya hasan langsung setelah duduk.


"Kita tunggu yang lain nya dulu ya pak biar semua nya dengar! " Kata iqbal dan hasan pun mengiyakan nya walaupun dia sedikit penasaran dengan apa yang ingin iqbal sampaikan.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya mutiara pun sampai namun bukan dia seorang saja melainkan ada yang lain juga.


Imah pun semakin bingung akan kehadiran mereka semua dalam hati nya sedikit khawatir apakah masalah amira tidak ada jalan keluar nya.

__ADS_1


__ADS_2