
Karena sikap angkuh kevin banyak yang tak suka dengan nya mulai dari sesama OB rekan kerja yang lain pun banyak yang tak suku.
Setiap kevin bekerja selalu saja ada masalah yang ia perbuat membuat zakki menjadi pusing.
"Sialan! Kau itu cuma OB disini jadi gak usah sok mengatur saya! " Kata seorang pria.
"Brengsek! Apa lo gak lihat gua lagi membersihkan kamar mandi ini lo kan bisa pergi ke kamar mandi yang lain selain ini! " Bentak kevin.
"Saya tamu di hotel ini jadi suka-suka saya mau ke kamar mandi yang mana! Ternyata hotel bintang 5 seperti ini bisa punya karyawan yang gak tahu diri seperti kamu ya! Panggil manajer kalian! " Teriak nya tak terima.
"Gak usah sok kau jadi orang! pergi sana gak usah ganggu orang kerja! " Ucap kevin.
"Benar-benar karyawan yang buruk bagaimana bisa mereka menerima berandalan seperti ini! "
"Bacot! "
"Ada apa ini? " Tanya zakki yang baru saja datang.
"Kamu siapa? " Tanya tamu
"Saya kepala bagian OB! Ini ada apa ya pak? " Tanya zakki sopan.
"Oh kebetulan sekali! Tolong kasih tahu bawahan kamu ini agar berkata sopan pada tamu! " ucap nya menunjuk kevin.
"Ada apa ini kevin? "
"Dia yang mulai duluan, aku sudah bilang kalo kamar mandi ini mau dibersihkan dia nya gak mau dengar lalu mendorong aku. Terus dia malah marah karena kamar mandi nya masih jorok! Punya telinga tapi gak bisa di pakai! " Jawab kevin.
"APA kamu bilang! " Teriak tamu.
"Apa! "... kevin kesal.
" Sudah kevin! " Bentak zakki.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nya pak dia karyawan baru mohon di maaf kan! " Kata zakki seramah mungkin.
"Saya gak terima di perlakukan seperti ini saya akan tuntut hotel ini! kalo kalian gak kasih ganti rugi! " Ancam nya.
"Hahaha, Lawak lawak ! " kevin.
Zakki memukul tangan kevin agar diam.
"Kamu kira saya gak berani! " Teriak nya.
"Cukup pak! kalo bapak tidak mau menerima permintaan maaf dari saya tidak apa-apa kita bisa melanjutkan nya di kantor keamanan kami akan cek CCTV agar melihat siapa yang salah disini! " Tegas zakki.
__ADS_1
Membuat tamu tersebut takut dan memilih pergi.
"Awas saja kalian ya.. ! " Katanya.
"Dasar orang sinting! " Kevin.
"Kamu juga sama, Berapa kali saya bilang kalo bicara dengan tamu harus sopan kalo tidak nanti kamu kena masalah! " zakki.
"Dia itu bukan tamu makanya aku berani bicara kasar sama dia! " kevin.
"Dari mana kamu tahu kalo dia itu bukan tamu? "
"Kalo dia tamu gak mungkin dia mau menggunakan kamar mandi ini secara ini bukan kamar mandi tamu melainkan karyawan sangat jauh berbeda dengan tamu yang ada! " Jawab kevin.
"Pintar! Cepat kerjakan pekerjaan mu! " Zakki.
"Ya pak zakki! "
Kevin pun kembali bekerja.
***
"Aku gak akan menyesal karena mereka ini memang penipu! Mereka sengaja menikah kan anak nya agar bisa menguasai harta kita. Papi aja yang bodoh mau di bohongi oleh mereka! " Kata indira sambil mencemooh.
"Pembunuh! " Teriak imah dengan kesal nya membuat irfan dan indira terkejut karena imah berteriak menyebut pembunuh.
"Apa maksud kamu orang miskin, siapa yang pembunuh jaga bicara kalian kalo tidak saya akan tuntut kalian! " Indira meradang.
"PEMBUNUH! KAU PEMBUNUH! " Teriak imah lagi wajah nya penuh dengan amarah.
"Bu! sudah lah biarkan saja lebih baik kita pergi dari sini! " Bujuk hasan sambil menenangkan imah.
"Gak pak! ibu gak mau pergi sudah cukup 15 tahun lama nya ibu menahan rasa bersalah ini. Ibu benar-benar menyesal pernah menolong mereka! " Ucap imah.
"Gara-gara perempuan ini anak kita meninggal pak gara-gara dia! Dia pembunuh! " isak imah.
"Saya gak ada membunuh anak mu jangan sembarangan bicara kamu ya! " Bentak indira.
"Seandainya saja aku gak berhenti saat kamu minta tolong! Seandainya saja aku gak membantu kamu! Seandainya saja aku jahat seperti kamu anak ku pasti masih hidup! Kamu itu pembunuh! " Teriak imah dengan pilu nya.
"Apa sih yang di bicarakan orang aneh ini! Apa kamu sudah gila karena gak bisa mendapatkan harta kami! " Ejek indira.
Imah menggulung lengan baju suami nya yang ada tanda lahir nya lalu ia menunjukkan nya pada indira.
Saat indira melihat nya betapa terkejut nya dia mata nya melongo melihat tangan hasan ia masih ingat jelas dengan tanda itu walaupun sudah 15 tahun lama nya.
__ADS_1
"I... itu.. Apa benar! " Kata indira terbata bata...
"Hanya karena kamu tidak melihat ini kamu ragukan kebaikan orang bu indira! Dan itu membuat saya benar-benar menyesal pernah menolong kamu! "
"Kalo saja waktu itu saya tidak menolong kamu anak ku tak akan mati! " Teriak nya.
"Kenapa hati ku saat itu iba melihat mu seharusnya kubiarkan saja kalian! Seharusnya aku sama seperti orang-orang yang lain tak peduli dengan teriakan mu! "
"Aku membenci diri ku sendiri karena terlambat menyelamatkan anak ku kenapa saat itu aku harus peduli dengan kalian seharusnya ku biar kan saja biar kau dan keluarga mu saja yang mati! "
"Kamu itu pembunuh indira pembunuh! " Teriak imah.
"Pi... Itu... Itu apa benar? " Tanya indira pada suami nya.
"Kamu bisa lihat sendiri pakai mata mu, kamu juga bisa membedakan benar atau tidak nya tidak perlu bertanya sama ku!" Ketus irfan.
Dada indira sangat sakit mendengar ucapan suami nya namun memang dia yang membuat kesalahan itu.
Indira memegang tangan hasan dan memastikan kalo tanda itu benar tubuh nya bergetar jantung nya berdetak cepat.
"Lepas kan tangan mu pembunuh! " Bentak imah sambil mendorong Indira.
Indira pun mundur beberapa langkah air mata nya sudah berlinang ia terlihat terpukul.
"Maaf.. " ucap nya lirih.
"Tidak ada gunanya kamu meminta maaf bu Indira yang terhormat karena kami ini hanya penipu yang menginginkan harta mu saja! " Sindir imah.
"Bawalah dosa ini bersama mu! Ingat lah selalu kalo kamu itu pembunuh Indira sampai kapan pun kami tidak akan pernah mau memaafkan kalian! " Tegas imah.
"Saya mohon maaf kan saya bu imah saya benar-benar minta maaf! " Mohon indira sambil menangis.
Namun imah sudah tak peduli lagi ia sama sekali tak tergerak hati nya karena sudah terlanjur terluka.
"Ayo pak kita pergi dari rumah pembunuh ini! " Ucap imah mengajak suami nya hasan pun mengangguk kan Kepala nya.
Irfan pun membiarkan imah dan hasan pergi ia pun sudah sangat malu untuk menahan mereka karena istri nya.
Sedangkan indira masih berusaha memohon maaf dia sangat menyesal namun semua sudah terlambat.
Hanya karena kesombongan dia merusak hidup nya sendiri.
Hanya karena rasa angkuh dalam hati nya membuat ia sengsara.
Indira menangis memohon pada irfan agar memanggil mereka ia ingin minta maaf namun semua tidak ada gunanya nya lagi irfan pun sudah terlanjur kecewa dengan indira.
__ADS_1