Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 27


__ADS_3

"Apa gak cukup hanya kevin yang papi perlakuan seperti itu, jessica masih kuliah pi dia butuh itu semua" ucap indira


"Bukan hanya kevin dan jessica yang akan papi perlakuan seperti itu kamu juga sama mi, semua kartu mu akan papi bekukan! " tegas irfan.


"PAPI" teriak indira gak terima bagaimana bisa suami nya membekukan kartu nya bagaimana nanti dia akan bertemu dengan teman arisan sosialita nya itu mau di taruh dimana wajah nya ini padahal semua orang tahu kalo indira istri pengusaha sukses kalo sekarang dia gak ada uang apa kata dunia.


"Mami gak terima papi membekukan semua kartu mami bagaimana nanti mami akan hidup dan bertemu dengan teman - teman mami gak bisa pi! "


" Papi gak peduli mi mau mereka meremehkan mami mau mereka gak mau berteman lagi dengan mami itu bukan urusan papi! "


Indira tercengang mendengar apa yang dikatakan sangat suami bagaimana bisa dia memperlakukan aku seperti ini gak bisa.


"Kenapa papi jadi seperti ini sih apa salah mami dan anak-anak pi" teriak indira.


"Apa kamu belum sadar juga apa kesalahan yang telah kalian lakukan"


"Apa! apa memang nya salah kami, apa papi marah sama kami karena kami memperlakukan perempuan kampung itu dengan buruk iya ! " kata indira dengan emosi.


Ia sangat marah hanya karena perempuan kampung itu suami nya menghukum anak -anak nya dan diri nya.


" Karena kalian papi gak tahu apa yang harus papi katakan kepada orang tua amira! bagaimana nanti mereka akan memandang papi yang sudah meminta anak nya untuk di nikahan dengan kevin tapi kalian semua telah menyakiti nya dan membuat dia pergi dari rumah ini" teriak irfan.


"Kenapa papi harus memandang mereka padahal mereka bukan siapa-siapa bukan orang penting atau berkuasa kenapa papi harus takut"


"Kamu benar-benar sudah keterlaluan indira hanya karena harta dan status kamu melupakan jari diri mu kamu membuang rasa kemanusiaan mu" bentak irfan


"CUKUP" teriak jessica yang tak tahan melihat pertengkaran orang tua nya hanya karena seorang amira.


"Apa sih hebat nya dia pi, sampai-sampai papi membela dia apa papi sudah di pelet sama keluarga nya makannya papi seperti ini" kata jessica kesal.


Plak..


Irfan menampar pipi jessica.


"PAPI" teriak indira tadi kevin yang sudah di hajar suami nya kini anak perempuan nya pun kena.


"Jaga ucapan kamu jessica! mereka itu keluarga baik-baik bukan seperti yang kamu katakan sampai kapan pun papi akan memperlakukan mereka dengan baik!

__ADS_1


kalo kamu rasa dia gak ada apa-apa nya coba kamu hidup tanpa uang dari papi apa kamu bisa! " bentak irfan


Jessica menangis memegangi pipi nya yang terasa perih karena tamparan dari papi nya.


"Papi jahat! kenapa papi membela mereka seperti itu apa sih yang sudah mereka lakukan sampai-sampai papi seperti ini" ucap jessica kesal ia tak terima.


"Mereka itu sangat berjasa besar pada keluarga kita! sampai kapan pun kita gak akan bisa membalas nya apa kamu paham! "


"Memang nya apa yang sudah mereka lakukan jasa apa yang sudah mereka berikan pada keluarga ini sampai papi seperti ini" indira.


"Aku gak menyangka kalo kamu bisa melupakan itu dengan mudah nya indira" ketus irfan.


"Apa yang sudah aku lupakan pi! apa? " tanya indira bingung.


"Apa kamu sudah melupakan kejadian 15 tahun yang lalu mi ? " tanya irfan.


"Kejadian apa pi! mami gak tahu? " kata indira


"Semudah itu kamu melupakan kejadian itu mi! apa kamu gak ingat 15 tahun yang lalu saat kita liburan terjadi gempa di sana kalian terjebak reruntuhan bangunan sedangkan papi sudah tak sadarkan diri kamu bilang ada seseorang yang menolong kita saat itu! APA KAMU GAK INGAT MI" kata irfan dengan keras.


Seketika indira terkejut sampai ia mundur satu langkah, begitu juga dengan jessica sampai ia memegang tangan indira.


"Mami mengingat itu pi, mami gak pernah melupakan janji mami sama sekali! terus apa hubungannya dengan perempuan kampung itu dan keluarga nya! "


"Karena orang tua amira yang sudah menyelamatkan nyawa kita dan anak-anak mi! aku mencari mereka kemana-mana sampai akhirnya aku menemukan mereka aku menunaikan janji mu yang akan menikah kan anak kita pada anak nya! setelah itu apa mi kamu memperlakukan nya dengan buruk papi benar-benar kecewa dengan sikap mu mi! " kata irfan dengan nada sedih dari mata nya indira bisa melihat kekecewaan yang besar.


Kaki indira lemas tak bisa menopang tubuh nya ia merosot terduduk di lantai.


"Mami " kata jessica panik


'Ya allah! apa yang sudah aku lakukan' batin indira.


* flashback 15 tahun yang lalu*


"Tolong... tolong" ucap indira lirih.


Ia meminta tolong dengan putus asa tenaga nya sudah mulai habis kaki nya terjepit runtuhnya bangunan yang cukup besar sedangkan keadaan suami dan anak-anak nya entah seperti apa di bawah sana.

__ADS_1


"Tolong... " kata indira lagi berharap ada yang mendengar nya.


Tak lama ada seorang perempuan yang mendekat seperti nya dia juga korban bencana ini karena dia juga terluka


"Ya allah bu, bertahan lah saya akan mencari bantuan " kata wanita itu


Lalu ia pun pergi memangil seseorang tak lama ia kembali dengan seorang pria mereka bekerjasama membantu ku agar keluar.


Setelah beberapa saat aku pun bisa keluar dari reruntuhan aku bernafas lega.


"Anak ku... tolong anak ku... " kata ku memohon pada mereka.


Mereka pun mau membantu ku untuk menolong anak ku.


Tak berapa lama mereka bisa mengeluarkan suami dan anak ku yang dalam keadaan pingsan. mereka pun mau menolong mengantarkan kami ketempat penampungan para korban.


Aku menggenggam tangan pria dan wanita itu mengucapkan terima kasih dengan tulus pada mereka, aku bersyukur mereka mau membantu ku padahal orang lain sudah pasti lebih memilih menyelamatkan diri sendiri.


aku tak bisa melihat dengan jelas wajah mereka yang bisa ku ingat hanya ada tanda lahir berwarna hitam di tangan pria yang cukup besar.


Setelah suami ku sadar aku pun menceritakan semua nya pada nya lalu mengucapkan janji untuk menikah kan anak ku pada anak nya saat nanti kami bertemu.


*Flashback selesai *


Indira terisak mengingat kejadian itu lalu ia teringat sesuatu, indira mendekati irfan lalu bertanya.


"Mami masih ingat saat orang itu menolong kita di tangan kanan nya ada sebuah tanda lahir tapi mami gak melihat itu pada ayah nya amira! apa kamu di bohongi oleh mereka pi? " kata indira ingin memastikan.


"Papi gak di bohongi mi, apa kamu gak pernah sadar saat kita bertemu degan orang tua amira pak hasan selalu mengenakan baju lengan panjang agar ia bisa menutupi tanda itu dari kamu mi" jelas irfan.


"Apa maksud kamu pi! kenapa juga dia harus menutupi nya dari mami? " tanya indira heran.


"Karena! saat papi berhasil menemukan mereka papi langsung mengutarakan niat kita dulu awalnya pak hasan menolaknya ia tak ingin menikah kan putri nya dengan cara seperti itu setelah papi memohon pak hasan pun mau dengan satu syarat! "


" Syarat apa pi! cepat kasih tahu mami pi? "


"Pak hasan bilang dia tak ingin mami dan yang lain tahu kalo mereka lah yang menolong kita 15 tahun yang lalu ia tak mau anak perempuan nya menikah dengan cara seperti itu kalian akan memperlakukan amira dengan baik hanya untuk membalas budi dan pak hasan tak setuju ia ingin anak kita menikahi amira dengan ikhlas karena allah dan perlahan mencintai amira apa ada nya bukan karena utang budi" jelas irfan

__ADS_1


Tentu saja membuat indira menjadi terpuruk orang yang selama ini mereka cari ada di depan matanya namun dia malah melakukan hal yang kejam pada amira.


Indira hanya bisa menangis merutuki penyesalan nya.


__ADS_2