
Iqbal yang baru saja selesai telepon dengan amira langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya sambil senyum-senyum untuk berganti pakaian.
Tentu saja mutiara yang melihat iqbal seperti itu jadi penasaran.
Saat sedang dalam kamar memilih baju yang mau di pakai tiba-tiba mutiara masuk kedalam kamar nya iqbal sambil berteriak membuat iqbal kaget.
"IQBAL! " Teriak mutiara.
"Ya ampun ma, kalo masuk ketuk pintu dulu napa bikin orang kaget aja pun! " Kata iqbal sambil mengelus dadanya.
"Maaf sayang! " Ucap mutiara merasa tak enak hati karena sudah membuat iqbal kaget.
"Mama mau ngapain kesini? " Tanya iqbal.
"Tadi apa yang kalian bicara kan kok lama banget? " Tanya mutiara kepo tentang pembicaraan antara iqbal dan juga amira.
"Mama kepo ya! " ledek iqbal.
"Ya nih mama kepo makanya nanya iqbal! " Jawab mutiara kesal.
"Mau tau banget atau mau tau aja? " Tanya iqbal lagi sambil menggoda mutiara.
Mutiara yang di goda iqbal seperti itu jadi marah lalu memukul iqbal.
"Cepat kasih tahu! " Kata mutiara dengan kesal nya sambil memukul legan iqbal.
"Aw, ia ma! " Jawab iqbal sambil mengelus legan nya yang terasa sakit.
"Amira minta tolong sama aku untuk bantuin dia mengurus perceraian dia sama mantan suami nya! " Jelas iqbal.
"Alhamdulillah! " Kata mutiara bersyukur.
"Mama! " Kata iqbal kaget saat mutiara mengucapkan alhamdulillah.
"Mama masa bilang alhamdulillah sih? " Tanya iqbal bingung.
"Loh memang nya salah ya! " Kata mutiara.
"Ya salah lah ma, masa orang cerai mama malah bersyukur! " Jawab iqbal.
"Loh, amira kan memang sudah di talak iqbal secara agama mereka sudah bercerai satu tahun yang lalu tapi secara negara belum karena belum mengurus perceraian nya! " Jelas mutiara.
"Eh ia ya! " Kata iqbal seperti linglung.
__ADS_1
"Dasar aneh! " Ejek mutiara.
"Aneh kayak gini juga anak mama lo! " Ucap iqbal tak mau kalah.
"Kasihan kali lah nanti amira menghadapi kamu iqbal kayak anak-anak aja! " kata mutiara yang merasa pusing melihat tingkah iqbal.
"Lah apa hubungannya ma? " Tanya iqbal tak paham.
"Sudah lah lupakan masalah itu! " Kata mutiara.
"Terus kamu mau membantu amira gak? " Tanya mutiara kembali pada topik.
"Ya mau lah ma, nanti siang iqbal akan menghubungi teman iqbal yang seorang pengacara agar bisa membantu amira! " Jelas iqbal santai namun mutiara bisa melihat saat membicarakan amira iqbal akan tersenyum.
"Kapan amira akan mengajukan perceraian nya? " Tanya mutiara.
"Kata amira kalo bisa secepatnya ma! " Jawab iqbal.
"Memang nya amira gak kesini? "
"Kesini ma, setelah iqbal menghubungi pengacara nya dan tahu apa saja yang di perlukan iqbal akan jemput mereka ma! " Jelas iqbal.
Mendegar itu mutiara pun menjadi tenang karena iqbal yang menjemput amira kesana bukan amira sendiri yang kesini.
"Ini mau gerak ma! " Jawab iqbal yang salah paham sama pertanyaan mutiara.
"Memang nya kamu sudah siap? "
"Dari tadi iqbal sudah siap ma, dan mau berangkat sekarang juga! " Jawab iqbal.
Mendegar jawab iqbal membuat mutiara marah dan menjewer telinga iqbal.
"Dasar anak ini, mama tanya apa kamu jawab apa kalo mama ngomong itu di dengar biar paham apa yang di bicara kan! " Ucap mutiara marah.
"Aduh aduh, ma sakit memang nya iqbal salah apa sih? " Tanya iqbal tanpa dosa.
"kamu ini ya benar-benar bikin orang kesal deh,! " Kata mutiara sambil melepaskan telinga iqbal.
"Ya allah ma, salah iqbal apa lagi memang nya asik di siksa terus pun? " Tanya iqbal tak berdaya.
"Mama tadi nanya kamu kapan mengutarakan perasaan sama amira? " Tanya mutiara kesal.
"Hah, mama ngomong apa sih! " Jawab iqbal mendegar jawab iqbal membuat mutiara semakin kesal.
__ADS_1
"Sekarang mama tanya sama kamu! Kamu suka gak sama amira? " Tanya mutiara memastikan.
Namun iqbal tak menjawab ia seperti nya malu untuk mengatakan pada mutiara.
"Ok lah kalo kamu gak suka sama amira nanti akan mama jodoh kan aja dia sama sepupu kamu lah? " Ucap mutiara memancing iqbal.
"Jangan dong ma! " Jawab iqbal cepat.
"Kamu kan gak suka sama dia terus kenapa kamu gak setuju? " Tanya mutiara .
"I... itu ma! " Kata iqbal kikuk.
"Lama! Mama mau hubungi sepupu kamu" Ancam mutiara.
"Aku suka sama dia ma! " Jawab iqbal sedikit berteriak.
Tapi sedetik kemudian dia menundukkan kepala nya karena malu.
Mutiara tersenyum senang dengan pengakuan iqbal karena sudah lama mutiara tahu kalo iqbal suka dengan amira tapi dulu situasi nya amira lupa ingatan jadi iqbal memilih diam.
Namun kini sudah berbeda ingatan amira sudah pulih dan
"Kalo kamu suka sama dia cepat ungkapan iqbal kalo kamu menunda nya nanti keburu di ambil orang lain! " Jelas mutiara.
"Iya ma, sebenarnya iqbal berniat memberitahu amira setelah masalah dia selesai setelah itu iqbal akan langsung lamar dia ma! " Jawab iqbal.
"Bagus lah kalo kamu sudah memikirkan semua nya, mama dan papa akan mendukung kamu! " Kata mutiara pada iqbal.
Mendengar hal itu iqbal tersenyum senang karena orang tua nya setuju.
"Apa perlu mama yang bilang sama amira kalo kamu suka sama dia? " Goda mutiara.
"Mama! Jangan dong " Jawab iqbal.
"Habis nya kamu lama banget gerak nya kayak anak abg aja padahal asli nya duda! " Kata mutiara meledek.
"Sudah lah, iqbal mau pergi kerja dulu assalamu'alaikum! " Ucap iqbal melarikan diri dari ledekan mutiara.
"Walaikumsalam salam, semangat ya anak mama! " Teriak mutiara sambil tertawa melihat iqbal langsung lari.
"Hahaha, dasar anak itu masih saja sama seperti dulu susah sekali mengutarakan perasaan nya seperti nya aku harus bertindak terlebih dahulu kalo gak nanti keburu di rebut sama orang lain pula! " Gumam mutiara.
Sedangkan iqbal langsung masuk dalam mobil dan pergi ke rumah sakit bareng haikal yang sudah menunggu nya dari tadi di bawah.
__ADS_1