
Setelah mereka pergi baru lah hasan bisa bebas bertanya pada amira tentang keadaan nya selama ini.
"Kemana saja kamu nak dalam satu tahun ini, kamu tidak memberikan kabar pada bapak dan ibu membuat kami khawatir begitu lama! " Tanya hasan pada amira.
"Amira minta maaf pak bu kalo sudah buat kalian khawatir selama ini, amira gak bermaksud membuat kalian kepikiran namun amira sempat mengalami kecelakaan dan tak bisa menghubungi kalian lagi saat itu! " Jelas amira.
"Kecelakaan! " Kata imah kaget.
"Kecelakaan apa nak, kok kamu bisa kecelakaan sebenarnya apa yang sudah terjadi pada mu mir? " Tanya hasan cemas.
Amira terdiam akan pertanyaan hasan ia tak bisa menjawab karena ia belum siap untuk menceritakan kepada orang tuanya.
Hasan pun sadar kalo amira seperti ingin mengatakan sesuatu namun belum berani atau tak mau.
"Terus Zahra itu siapa mir kok dia panggil kamu mama? " Tanya hasan menganti topik pembicaraan.
"Zahra itu anak nya mas iqbal pak! " Jawab amira sambil tersenyum amira bisa bernafas sejenak karena bapak nya menganti pertanyaan nya.
"Mama nya zahra sudah meninggal dunia saat melahirkan dia pak! " Lanjut amira.
"Terus kenapa dia memanggil kamu mama nak, seharusnya kamu jelaskan pada dia nak kalo kamu bukan mama nya? " Tanya imah.
"Saat amira kecelakaan, amira hilang ingatan bu karena cedera kepala yang cukup serius. Keluarga mas iqbal lah yang menolong aku dan membawa aku ke rumah sakit saat mira sadar zahra sudah memanggil mira mama bu dan karena zahra juga lah amira di bawa kerumah mereka untuk di rawat orang tuanya mas iqbal sangat baik bu mereka memberikan mira nama baru saat aku hilang ingatan"
"Dan mas iqbal sampai membawa amira ke singapura untuk berobat namun sayangnya ingatan amira gak sembuh juga bu baru beberapa hari ini lah ingatan amira pulih dan bisa pulang kesini lagi bu pada akhirnya! " Jelas amira pada orang tuanya.
"Ya allah nak, apa yang sudah terjadi sama kamu sampai kamu mengalami musibah itu nak? " Tanya imah.
__ADS_1
"Hemm, bu lebih baik kita tidur yok amira sudah ngantuk besok saja kita lanjut kan ceritanya lagian ibu kan harus banyak istirahat biar cepat sembuh! " Ucap amira menganti topik.
Kedua orang tua amira pun paham akan maksud perkataan amira yang belum mau bercerita jadi mereka pun setuju.
***
Saat suara azan sudah berkumandang amira pun bangun untuk melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu.
Saat ia keluar ternyata iqbal eko dan hasan sudah berada di luar kamar siap-siap mau ke masjid untuk sholat subuh berjamaah.
Setelah amira selesai sholat ia pun langsung memasak air untuk membuat teh hangat karena ia lihat ibu nya pun sudah bangun juga.
"Ini bu diminum dulu! " Ucap amira meletakkan teh hangat nya di meja kecil yang ada di dapur.
"Maksih nak! " Jawab imah.
"Bu, mira keluar dulu ya mau beli ikan ! " Ucap amira.
"Gak usah mir, nanti bapak yang akan belikan dari pasar! " Jawab imah.
"Bapak kepasar naik apa bu sepeda nya saja masih di samping rumah? " Tanya amira.
"Bapak pergi sama nak iqbal mir naik mobilnya tadi kata nak iqbal dia ingin keliling kampung sebelum pulang ke kota makanya bapak ajak sholat ke masjid biar sekalian jalan! " Jelas imah.
"Ya sudah lah kalo gitu bu! " Ucap amira lalu duduk di bawah imah dekat kaki nya dan meletakkan kepalanya di paha ibu nya. Imah pun dengan lembut membelai kepala amira.
"Ada apa nak? Ceritakan lah keluh kesah mu pada ibu! " Kata imah dengan lembut.
__ADS_1
Mendegar suara imah membuat air mata amira menetes begitu saja hati nya terasa sakit sekali.
"Bu! " Kata amira.
"Iya nak" Jawab imah.
"Mas kevin sudah menjatuhkan talak pada amira bu! " Kata amira lirih.
"Rumah tangga amira sudah berakhir bu dan tidak bisa di pertahankan lagi bu! " Lanjut amira.
"Maafkan amira ya bu karena tak bisa mempertahankan keutuhan rumah tangga mira yang masih sebentar ini! "
Mendengar perkataan amira air mata imah pun sudah menetas membasahi pipinya.
"Amira belum bisa menjadi istri yang baik buat mas kevin bu dan belum bisa menjadi menantu yang baik buat mertua amira akhirnya amira gak tahan dan minta pisah sama mas kevin bu! " Kata amira bohong ia tak mau mengatakan yang sebenarnya ia tak ingin ibu dan bapak nya benci dengan keluarga kevin yang membuat persahabatan bapak nya hancur.
"Maafkan amira ya bu! " Kata amira lagi sambil terisak ia membenamkan wajah nya di paha imah agar suara tangisan nya tak terlalu terdengar.
"Seharusnya ibu dan bapak yang minta maaf mir, kalo saja kami tidak menerima lamaran itu kamu tidak akan seperti ini nak! " Kata imah dengan suara bergetar.
"Maaf kan kami ya nak" Ucap imah lagi.
"Gak bu, ibu dan bapak gak salah ini memang sudah takdir yang harus amira jalanin amira ikhlas kok bu! " Jawab amira.
Imah pun menarik tubuh amira lalu memeluk nya amira menangis pilu dalam pelukan ibunya.
Tanpa ia sadari kalo hasan ada di depan dan mendengarkan semua cerita amira ia sengaja melakukan ini agar amira mau bercerita pada ibunya karena ia yakin amira akan sangat sulit bercerita kalo ia ada di rumah.
__ADS_1