
Esok hari nya hasan pergi ke rumah keluarga kevin untuk menemui dia.
Agar dia mau menanda tangani surat cerai mereka.
Hasan di sambut ramah oleh irfan dan juga kusuma namun sayangnya nya hasan tak peduli akan hal itu.
Dia tak ingin membuang waktu nya terlalu lama di sana jadi dia memberi tahu kan tujuan dia datang kesini.
"Ya ampun hasan! Kenapa kamu datang gak bilang-bilang kalo kamu bilang aku kan bisa menjemput mu! " Kata irfan dengan ramah menyambut hasan.
Namun hasan hanya diam saja ia tidak menjawab basa basi dari irfan.
Melihat raut wajah hasan yang seperti nya tak senang irfan pun mengajak hasan untuk masuk dan duduk di ruang tamu.
Saat mereka tengah duduk di ruang tamu tak lama kusuma pun datang setelah tahu siapa yang datang bertamu.
Ia pun ikut bergabung bersama hasan dan juga irfan kusuma juga menyapa hasan namun hasan tak menanggapi nya.
Karena hasan hanya diam saja membuat suasana jadi canggung irfan dan kusuma pun tak tahu harus berkata apa lagi.
Setelah beberapa menit mereka diam akhirnya hasan pun mengatakan tujuan dia datang kesini.
"Sebenarnya tujuan saya datang kesini untuk mencari kevin apa dia ada disini? " Tanya hasan.
"Kevin tidak ada di sini hasan dia pasti ada di perusahaan saat ini! " Jawab irfan.
"Baik lah tidak masalah, saya katakan saja pada kalian nanti kalian bisa sampaikan pada nya! "
"Memang nya ada apa san? " Tanya irfan .
"Tolong suruh kevin tanda tangan surat cerai dari anak ku, sudah hampir mau satu minggu dia masih tidak mau menanda tangani surat itu! " Kata hasan.
Kedua nya sangat terkejut mereka saling memandang dalam kebingungan.
"Surat cerai apa maksud nya san? " Tanya irfan.
__ADS_1
"Amira sudah menggugat cerai kevin namun dia masih belum mau menandatangani nya jadi saya mohon tolong sampai kan pada kevin agar dia mau menandatangani surat cerai itu! " Jelas hasan
"Apa! Amira sudah ketemu" Kata irfan terkejut.
" Dimana dia sekarang san? , bagaimana kabar dia? apa dia baik-baik saja? " Tanya irfan begitu banyak pertanyaan.
"Dia baik-baik saja kalian tidak perlu tahu dia ada dimana sekarang! Yang saya inginkan sekarang suruh kevin tanda tangani surat cerai mereka! " Kata hasan dengan tegas.
"San, berikan lah satu kesempatan pada kevin untuk memperbaiki semua nya sekarang dia sudah berubah dia sudah jadi anak yang baik! " Kata irfan memohon.
"Benar hasan, sekarang kevin sudah menjadi orang yang bertanggung jawab saya yakin kalo mereka berbaikan rumah tangga mereka akan baik-baik saja! " Jelas kusuma juga.
"Sudah terlambat! "Kata hasan dengan tegas.
" Kenapa baru sekarang berubah nya! Kenapa tidak dari awal kalo dari awal dia berubah semua ini tidak akan terjadi " Kata hasan dengan nada sedikit tinggi.
"Saya tahu kevin banyak salah san tolong beri dia kesempatan san" Ucap irfan.
"Tidak fan, saya tidak mau anak saya menderita seperti dulu lagi dia sudah sangat trauma akan pernikahan nya dengan kevin jadi saya tidak mau itu terulang lagi! " Kata hasan dengan tegas.
"Seharusnya kalo memang dia tidak mencintai putri ku dari awal seharusnya dia mengatakan nya, apa salah putri ku sehingga dia menerima pelakun seperti itu! " Kata hasan sinis.
"Hasan! Tolong berikan lah kesempatan pada kevin agar bisa menebus semua kesalahan dia! " Ucap irfan.
Hasan sama sekali tidak mau mendengar penjelasan atau permohonan dari mereka keputusan nya sudah bulat ia tidak ingin kembali lagi berhubungan dengan mereka.
Irfan dan kusuma nampak putus asa karena hasan sama sekali tidak mau mendengar penjelasan mereka.
Selama perjalanan pulang hasan hanya diam saja ia sama sekali tidak berbicara kepala nya terasa sakit memikirkan masalah ini.
"Assalamu'alaikum! " Ucap hasan setiba nya di rumah.
"Waalaikumsalam! " Jawab imah cuek.
Hasan sedikit heran melihat tingkah imah biasa nya kalo dia pulang imah akan menyambut nya dengan ramah lalu menyalami dia juga namun kali ini imah hanya diam saja melihat hasan pun tidak mau.
__ADS_1
"Kamu kenapa bu? " Tanya hasan pada imah yang bersikap cuek pada nya.
"Gak apa-apa! " Kata imah cuek.
"Kalo bapak ada salah kasih tahu bu biar bapak tahu juga kalo ibu seperti ini bapak mana tahu salah apa! " Kata hasan.
"Baru semalam buat kesalahan sudah lupa saja pak! " Ucap imah.
"Ya allah bu itu bapak lakukan demi kebaikan amira bu agar dia gak jauh dari kita kalo dia menikah sama anak kampung kita dia bisa pulang ke rumah kita kalo ada apa-apa! " Jelas hasan.
"Itu bukan demi kebaikan dia pak, itu semua keinginan bapak sendiri apa bapak pikir kalo bapak melakukan itu anak kita akan bahagia? "
"Seharusnya bapak belajar dari kesalahan yang dulu jangan mengulang nya lagi pak apa bapak gak kasihan sama amira mungkin saja dia sudah memiliki pilihan nya sendiri! "
"Biar kan amira bahagia pak dengan cara memilih pasangan nya sendiri pak! " Kata imah menjelaskan pada hasan ia berharap hasan berubah pikiran dengan penjelasan dia.
"Bapak melakukan ini semua juga demi kebaikan mira bu! " Jawab hasan.
"Apa bapak yakin? Amira tidak akan mengalami kehidupan seperti dulu apa bapak bisa menjamin kalo pilihan bapak kali ini tidak seperti yang dulu? " Tanya imah dengan nada serius.
Namun hasan tak bisa menjawab nya sama sekali. Ia hanya terdiam saja mendengar pertanyaan dari imah.
"Bapak gak bisa jawab kan, seharusnya bapak itu belajar dari kesalahan yang dulu apa bapak mau kehilangannya amira lagi? " Tanya imah.
"Tentu saja tidak! " Jawab hasan tegas.
"Kalo bapak gak mau biarkan dia memilih sendiri pak biarkan dia bahagia! " Kata imah.
"Tapi bapak gak percaya sama anak kota bu mereka itu jahat! "
"Gak semua anak kota itu jahat pak ada juga yang baik dan belum tentu juga anak yang bapak pilih buat amira saat ini baik bisa saja dia juga jahat! " Kata imah.
Hasan kembali terdiam seperti merenung kan sesuatu.
"Ibu tahu bapak sangat menyanyangi mira namun kita juga gak boleh egois pak biarkan dia memilih kebagian nya sendiri! " Kata imah.
__ADS_1
"Akan bapak lihat seperti apa pilihan dia bisa di percaya atau gak! " Jawab hasan setelah lama dia imah pun tersenyum bahagia setelah mendengar itu.
Sementara itu di luar rumah mereka ada seseorang yang sedang mengamati dan melaporkan nya.