
Kecelakaan yang di alami oleh amira saat itu ternyata cukup parah hingga ia mengalami cedera kepala yang cukup parah dan hilang ingatan.
Saat itu keluarga wijaya sudah berusaha mencari tahu akan indentitas amira namun tidak menemukan apa pun.
Sampai akhirnya amira pun sadar dari koma nya namun ia tak mengingat apa pun atau sekedar nama nya saja keluarga wijaya semakin kesulitan karena zahra tak mau lepas dari amira dan selalu memanggil nya dengan sebutan mama.
Mutiara pun akhirnya berbohong pada amira kalo dia adalah mama nya zahra dan istri iqbal keputusan ini di ambil setelah seluruh keluarga setuju demi zahra karena saat bersama amira ia mau berbicara dan sangat terlihat bahagia.
Mereka tak tega untuk merebut kebahagiaan anak kecil itu begitu saja karena selama ini zahra sudah banyak menderita.
Mutiara pun memberikan menamai amira dengan nama sarah.
Iqbal pun memutuskan untuk membawa sarah ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik lagi agar ingatan nya cepat pulih namu hasil nya tetap saja tak ada hasil.
"Apakah ada perubahan dari nya bal? " Tanya abddul pada iqbal yang sedang berdiskusi di ruang kerja abddul.
"Gak ada sama sekali pa! " Jawab iqbal lesu.
Mereka menghabiskan waktu yang cukup lama disana karena sarah memang sangat membutuhkan pengobatan saat itu.
"Papa gak tega membohongi dia bal! " Ucap abddul sedih.
"Iqbal juga gak tega pa. Tapi kita gak ada pilihan lain ini demi kebaikan semua nya pa! Kan gak mungkin kita membiarkan dia di luar sana tanpa tahu apa-apa dimana letak hati nurani kita pa" Jawab iqbal.
" Kamu benar bal! Terus kalo ingatan nya sudah kembali apa yang akan kamu lakukan bal? Apakah kamu akan mengantarkan dia kepada orang tuanya? " Tanya abddul.
"Tentu saja pa! Iqbal yakin keluarga dia juga pasti sangat merindukan dirinya" Jawab iqbal.
"Lalu bagaimana dengan zahra bal apakah kamu akan memisahkan mereka? " Tanya abddul membuat iqbal tak bisa berkata-kata lagi.
Bingung itu yang di rasakan iqbal ia tak mungkin menahan sarah kalo ingatan nya sudah kembali karena mereka tak memiliki hubungan apa-apa tapi ia juga tak tega bila memisahkan zahra darinya karena kehadiran sarah lah zahra banyak berubah sekarang di sudah tak mudah marah dia bisa mengontrol emosi nya zahra juga sudah mulai banyak bicara iqbal juga takut kalo zahra berpisah dari sarah ia khawatir zahra kembali seperti dulu lagi.
Iqbal tak mau zahra kembali seperti dulu lagi namun ia tak memiliki pilihan lain.
__ADS_1
"Hah, iqbal juga gak tahu harus bagaimana pa satu sisi iqbal gak mau membohongi sarah satu sisi nya lagi iqbal gak tega pada zahra iqbal takut zahra kembali seperti dulu kalo sarah pergi pa! " Kata iqbal dengan nada sedih.
"Kamu benar bal ini pilihan yang sangat sulit!" ucap abddul mereka sama-sama bingung.
"Bal, papa punya usul bagaimana kalo kalian menikah saja ! " Usul abddul membuat iqbal kaget.
"Pa... Sarah itu hilang ingatan kita juga gak tahu siapa diri nya apakah sudah memiliki suami atau tidak kalo nanti iqbal nikahin dia terus ingatan dia pulih tau-taunya dia ada suami yang ada jadi duda lagi iqbal pa! " Jawab iqbal membuat abddul tertawa.
"Hahaha, gak apa-apa lah jadi dudu yang kedua kali nya bal! " Kata abddul sambil tertawa.
"Ya allah papa! gak mama gak papa sama saja suka sekali meledek iqbal sudah ah iqbal mau pergi aja" Kesal iqbal.
"Hahaha, bal jangan marah dong papa cuma bercanda! "
"Gak lucu pa! " Kata iqbal kesal.
Iqbal pun pergi meninggalkan ruang kerja abddul ia benar-benar kesal akan ledekan papa nya itu gak ada bedanya dengan sang mama nya yang selalu menggoda dia juga untuk menikahi sarah.
Iqbal berjalan menuju kamar nya, sesampainya di sana ia tak melihat keberadaan sarah ia duduk di tepi tempat tidur iqbal tak sadar kalo sarah sudah masuk ke dalam kamar karena ia terhanyut dalam lamunan nya memikirkan sarah dan zahra.
Sarah berjalan mendekati iqbal memanggil nya sekali lagi namun iqbal tak juga sadar akhirnya sarah pun menepuk pundak iqbal dengan pelan sambil memanggil.
"Mas! " Kata sarah sambil menepuk pundak iqbal.
Karena terkejut iqbal malah reflek menepis tangan nya sarah membuat sarah pun terkejut juga.
"Ya allah, maaf kan mas sar mas gak sengaja! Mas kaget tadi" Ucap nya saat tahu tangan sarah yang ia tepis.
" Ia mas gak apa-apa kok! " Jawab sarah dengan canggung membuat iqbal menjadi merasa bersalah.
"Emmm, mas mau mandi biar sarah siapkan air nya? " Tanya sarah untuk menghilangkan ke canggung gan antara mereka.
"Gak usah sar biar mas aja! " Jawab iqbal lalu pergi ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari sarah.
__ADS_1
Setelah iqbal masuk ke kamar mandi wajah sarah menjadi sendu ia merasa sedih akan perlakuan iqbal.
Sarah merasa kalo iqbal seperti sengaja menjaga jarak pada diri nya karena setiap sarah mendekati iqbal ia akan mencari alasan agar tak terlalu lama berduaan sama sarah.
Kadang saat sarah ingin bicara berdua dengan iqbal ia selalu beralasan sibuk lah ada kerjaan lah dan masih banyak lagi lah.
Disini sarah berfikir kalo iqbal marah pada nya karena sarah melakukan kesalahan namun ia tak ingat sama sekali.
Sarah pergi menemui mutiara ia ingin menanyakan perihal ini padanya.
"Mama! " Sapa sarah saat melihat mutiara sedang bersantai di balkon lantai dua.
"Eh sarah, ada apa nak? " Tanya mutiara sambil menoleh ke arah sarah.
"Sini duduk sayang! " Ajak mutiara
Sarah pun duduk di sebelah mutiara.
"Ma sarah boleh tanya sesuatu gak? " Kata sarah lembut.
" Boleh dong sayang, memang nya kamu mau tanya apa? " Jawab mutiara.
" Hemm, sebelum sarah kecelakaan dan hilang ingatan apakah sarah dan mas iqbal sedang bertengkar ma? " Tanya sarah hati-hati.
"Setahu mama gak sayang, memang nya kenapa sar? " Tanya mutiara.
"Ah gak apa-apa ma! Sarah kira kami bertengkar sebelum kecelakaan itu! " Kata sarah sedikit kikuk.
Mutiara tahu kalo sarah ingin bertanya kenapa iqbal menghindari dirinya dan kalo bicara cuma seperlunya saja.
Mutiara tak mungkin memberi tahu kebenarannya pada sarah karena sarah tak tahu apa pun di masa lalu nya yang ia tahu saat ini ia adalah istri iqbal dan zahra anak nya.
"Sayang kalo kamu ada masalah cerita aja sama mama, mama akan mendengar kan kamu kok! " Ucap mutiara membuat sarah sedikit tenang.
__ADS_1
"Makasih ya ma! " Jawab sarah sambil memeluk mutiara.
Sebenarnya keluarga wijaya sangat menyukai sarah karena dia anak yang baik sopan dan juga cantik mutiara sangat senang kalo sudah bercerita dengan sarah karena sarah pendengar yang baik bagi mutiara.