
Setelah selesai bekerja kevin pulang ke kediaman orang tua nya karena tadi indira sempat menghubungi diri nya dan menyuruh nya pulang ke rumah mereka.
Dari suaranya kevin bisa menebak kalo karina sudah mengadu pada mami nya karena indira sangat marah pada kevin meminta penjelasan pada kevin.
Kevin sudah menyiapkan segala nya dia akan membuat karina tak bisa berkutik lagi dan tak akan berani menunjukkan wajah nya di depan kevin.
"lihat saja nanti gua akan buat lo menyesal karina" gumam kevin.
Ia pun melajukan mobil nya menembus jalanan kota, karena memang jam nya pulang kantor jalan pun sudah macet saja.
Membuat kevin harus banyak bersabar agar bisa sampai ke kediaman orang tuanya.
Setelah 45 menit akhirnya kevin pun sampai juga, ia memasuki halaman rumah di lihatnya ada dua mobil yang sudah terparkir di halaman rumah.
Satu mobil ia tahu mobil nya karina satu nya lagi ia tak tahu mobil siapa namun kevin tak ambil pusing ia pun keluar dari dalam mobil.
Saat hendak masuk ia di datangin sama si mbok dari pintu samping.
"Den! " Panggil mbok seperti berbisik.
Kevin berjalan mendekati mbok.
"Ada apa mbok? " Tanya kevin, ia sedikit heran kenapa mbok nya ini seperti berbicara dengan nya sambil sembunyi-sembunyi.
"Aden dalam masalah besar lo! " kata mbok sedikit panik namun tetap dalam mode berbisik.
"Maksudnya apa mbok? kalo ngomong yang jelas dong! " Ucap kevin.
"Itu di rumah ada perempuan nangis-nangis katanya dia di lecehkan sama aden orang tuanya juga ikut dan mereka sangat marah sama aden!.
"Ohhh, kalo masalah itu mbok tenang aja aku sudah tahu kok! " Jawab kevin santai.
"Tapi kan den....
" Mbok gak usah khawatir ya kevin bisa menghadapi mereka kok! " Kata kevin sebelum mbok lanjut bicara.
'Hem, ternyata orang tua lo ikut juga ini semakin bagus buat gua' Batin kevin.
Kevin berjalan masuk, ia menuju ruang keluarga karena di ruang tamu tak ada orang kevin sudah bisa mendengar suara tangisan nya karina.
'Drama di mulai' Kata kevin dalam hati.
"Ada apa mami suruh aku pulang kesini? " Tanya kevin dengan dingin setelah sampai rumah keluarga wajah nya pun terlihat sangat tak bersahabat.
__ADS_1
Di sana kevin melihat ada papi nya duduk di sofa singel tanpa ekspresi mami dan jessica sedang menenangkan karina yang sedang menangis dan dua orang tua seperti nya orang tua karina.
Indira yang mendengar suara kevin langsung bangkit dari duduk nya mendekati kevin tanpa aba-aba indira menampar kevin.
Plak....
Tamparan yang begitu keras sampai suara nya pun bisa di dengar semua nya.
Semua orang terkejut akan tindakan yang di lakukan indira termasuk irfan.
"INDIRA! " Teriak irfan sambil berdiri terlihat ia sangat marah matanya memancarkan nya membuat suasana semakin tertekan.
"Apa-apaan kamu, kenapa kamu menampar kevin? " Tanya irfan pada indira.
"Dia ini jadi anak sudah kurang ajar pi, bikin malu aja! " Bentak indira.
"Kamu....
" Stop pa, biar kevin yang urus ini! " Kata kevin membuat irfan memilih diam.
"Coma mami jelas kan dimana letak kurang ajar nya aku? " Tanya kevin.
"Kamu itu sudah melecehkan karina, apa kamu gak malu kevin dia itu wanita baik-baik kenapa kamu memperlakukan dia seperti itu! " bentak indira dia sangat tersulut emosi setelah karina menceritakan kalo kevin melecehkan nya di ruang kantor kevin dan untung nya dia bisa selamat karena ada yang menolong nya.
"Sabar jeng lina!
" Bagaimana saya bisa sabar jeng anak saya hampir kehilangan harga diri nya karena ulah dia! " Kata lina dengan nada naik satu okta.
'Benar-benar pandai bersandiwara mereka' batin kevin.
Kevin masih memilih diam dia ingin melihat sampai mana dan apa yang mereka inginkan.
"Saya tahu anak saya jeng, biar saya buat dia meminta maaf sama karina jeng"
"Minta maaf kamu bilang jeng, setelah dia mempermalukan anak saya di depan umum kalian hanya akan meminta maaf! "
"Terus apa yang harus kami lakukan jeng? "
"Kami ingin anak mu menikahi karina sebagai rasa tanggung jawab nya pada karina ! " Kata papa nya karina.
Dari tadi dia hanya diam saja kini dia bersuara juga.
"Ya kami mau seperti itu! " Tegas lina.
__ADS_1
"Baik lah jeng lina dan pak santo saya akan menyuruh kevin untuk menikahi karina! " Jawab indira dengan seenaknya saja tanpa memikirkan pendapat kevin.
"Mami kali yang mau menikahi dia! " Ketus kevin.
"KEVIN! " Bentak indira.
"Cukup ya mami gak mau kamu bikin ulah lagi pokoknya keputusan mami sudah bulat kamu harus menikah dengan karina! " Kata indira dengan tegas.
Kevin melirik sekilas ke arah karina dan dia tak sengaja melihat karina tersenyum walau sebentar dan kembali menangis lagi.
"Memang nya siapa yang mau menikah dengan perempuan murahan seperti dia, kevin gak sudi! " Hina kevin.
Sontak semua nya terkejut akan perkataan kevin.
"Jaga ucapan kamu ya! " Bentak pak santo.
"Loh apa ada yang salah sama ucapan saya? " tanya kevin sambil mencibirkan bibir.
"Hentikan kevin kamu mau bikin mami malu di depan mereka ya! " Kata indira ketus.
"Memang nya lo siapa? " Tanya kevin mebuat indira melongo.
"KEVIN! " Bentak indira.
"Saya ini mami kamu orang tua kamu! "
"Yakin lo orang tua gua, kayak nya kagak lah papi apa dia beneran mami kevin? " Tanya kevin pada irfan.
"Bukan dia bukan mami kamu! " Jawab irfan semakin membuat indira emosi.
"Ternyata seperti ini sikap anak kamu jeng, tidak punya sopan santun dan tata krama sama sekali suami kamu juga sama saja! " cibir lina.
"Maaf ya jeng! " Kata indira dengan suara merendah.
"Papi kevin kalian jangan bercanda lagi bisa gak sih, kita lagi membahas masalah serius ini! " Ketus indira melihat suami dan juga anaknya.
"Hahaha, lo kocak juga ya tapi gua gak peduli sama sekali! " Kevin.
"Cukup kevin, kamu harus nurut sama mami! Mami ini orang tua kamu jadi mami tahu yang terbaik buat kamu! " Jawab indira.
"Lo bilang, lo orang tua gua lawak coy! " Ejek kevin.
"Kalo lo orang tua gua, seharusnya lo bertanya dulu sama gua tentang masalah ini, ini apa lo cuma mendengarkan cerita dari dia doang padahal lo belum mendengarkan cerita dari gua sudah mengambil keputusan sendiri! Egois lo sebagai orang tua! "
__ADS_1
Kata kevin melupakan kekecewaan nya pada Indira, selama ini dia sudah menahan diri atas semua sikap indira yang menjodohkan diri nya pada anak teman-teman nya sudah berulang kali menolak namun perkataan kevin seperti tak ada artinya.