
Setelah selesai sarapan iqbal pun bersiap-siap untuk kembali ke kota dan berpamitan pada orang tua amira.
"Pak saya ingin pamit kami harus pulang ke kota hari ini" Kata iqbal.
"Kenapa cepat sekali pulang nya nak iqbal? tinggal lah beberapa hari lagi disini agar bisa berkeliling di desa bapak! " Ucap hasan.
"Apakah nak iqbal tidak betah tinggal disini? " Tanya imah.
"Bukan begitu bu, saya senang bisa datang kesini kok bu saya sangat menikmati suasana di desa tapi saya masih ada pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan bu! " Jawab iqbal merasa tak enak.
"Bu mas iqbal ini dokter jadi tidak bisa libur terlalu lama kasihan nanti pasien nya lama nunggu! " Jelas amira.
"Ah, ibu sampai lupa padahal tadi ibu sudah di periksa juga sama nak iqbal ! " Kata imah.
"Kalo ada waktu datang lah lagi nak iqbal bapak dan ibu akan menyambut kamu! " Ucap hasan.
"Ya pak insya allah kalo ada waktu saya akan kesini lagi dan terima kasih karena sudah mau menjamu kami ya pak" Ucap iqbal sopan.
"Seharusnya bapak yang berterima kasih nak iqbal karena nak iqbal sudah menolong dan menjaga anak bapak! " Kata hasan.
"Ya nak kalo bukan karena kebaikan nak iqbal dan keluarga mungkin ibu belum bertemu dengan amira sampai saat ini! " Ucap imah.
"Jangan berkata seperti itu pak bu, itu memang sudah seharusnya kami lakukan untuk menolong siapa pun! " Jawab iqbal.
"Zahra sayang ayo pamit sama eyang! " Kata iqbal pada zahra.
"Mama ikut pulang? " Tanya zahra dengan wajah polosnya.
"Mama gak ikut pulang sayang mama tinggal disini sama eyang! " Jawab iqbal.
"Gak mau zahra mau sama mama! " Kata zahra sedikit berteriak lalu memeluk amira.
"Zahra sayang, zahra ikut papa pulang dulu ya mama masih harus jaga eyang yang lagi sakit disini! Kalo zahra gak ikut pulang kasihan oma sama opa gak ketemu sama zahra! " Bujuk amira.
"Tapi zahra mau nya sama mama! " Kata zahra dengan nada sedih.
__ADS_1
"Sayang eyang uti disini kan lagi sakit dan mama disini mau jaga eyang biar cepat sembuh! " Jelas iqbal.
"Kalo eyang sembuh mama akan pulang ke rumah kan pa? " Tanya zahra dengan polosnya.
Iqbal tak bisa menjawab pertanyaan zahra bagaimana bisa ia menjawab secara ia tak memiliki hubungan apa pun dengan amira dan tak memiliki hak untuk membawa amira pulang ke rumah nya walaupun dia mau.
"Mama akan pulang lagi ke rumah kan ma? " Kini zahra bertanya pada amira karena tak mendapat jawaban dari iqbal.
Amira pun sama saja tak dapat menjawab pertanyaan zahra.
"Ya zahra, kalo eyang uti sudah sehat mama dan eyang akan menemui zahra lagi! " Kata imah pada akhirnya.
"Eyang janji! " Kata zahra senang sambil mengulurkan jari kelingking nya.
Imah meraih jari kelingking zahra dengan jari kelingking nya untuk membuat janji.
"Eyang janji sayang! " Jawba imah.
"Kalo gitu kita pulang sekarang ya sayang! " Ajak iqbal.
"Mama zahra pulang dulu ya! " Kata zahra sambil memeluk amira.
"Ya ma! " Jawab zahra.
Setelah berpamitan mereka pun masuk dalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah orang tua amira.
Hasan pun pamit untuk pergi ke kebun sebentar untuk melihat apakah ada yang bisa di panen.
"Kenapa tadi ibu berkata seperti itu pada zahra bu? " Tanya amira saat semua nya sudah pergi.
"Jadi mau bagaimana lagi nak, kalo ibu gak berkata seperti itu zahra pasti gak mau pulang" Jawab imah.
"Amira hanya khawatir bu tidak bisa menepati janji pada zahra! " Kata amira.
"Kamu akan menepati janji sama zahra setelah ibu sehat nanti! " Kata imah.
__ADS_1
"Maksud ibu? " Tanya amira.
"Saat ibu sehat nanti kita akan ke kota untuk mengurus masalah perceraian kamu dengan kevin mir jadi ibu harap kamu cepat kasih tahu bapak ya! " Jawab imah.
Amira hanya diam saja tak tahu apa yang ia pikirkan saat ini.
"Apa yang sedang kamu pikirkan nak? " Tanya imah yang melihat amira diam saja.
"Mira takut bicara sama bapak bu! " Jawab amira.
"Apa yang kamu takut kan nak? " Tanya imah.
"Mira takut kalo bapak akan marah bu! " Jawab amira.
Imah pun memeluk tubuh amira memberikan dia kehangatan dan dukungan.
"Bapak tidak akan marah nak bapak itu sayang sama kamu bicara lah secepatnya ya! " Ucap imah.
"Ya bu! "Jawab amira.
***
Sementara itu....
" Kami sudah berjaga disini dua hari namun tidak ada pergerakan yang aneh pak! " Ucap ilham pada kevin melalui sambungan telepon.
" Kan kamu yang bilang kalo istri saya ada di sana jadi bukti kan pada ku bila dia memang ada disana! " Jawab kevin dengan nada dingin.
" Baik pak saya akan berusaha mencari informasi nya! " Jawab ilham.
Lalu kevin pun mematikan sambung telepon penuh kekesalan.
"Arggggg! " Teriak kevin frustasi.
Saat kevin pulang dari kediaman wijaya ia memarahi suruhan nya karena memberikan informasi yang kurang akurat sehingga dia menyuruh orang suruhan nya untuk mengawasi rumah keluarga wijaya.
__ADS_1
"Kamu sebenarnya ada dimana sih amira apa kamu benar-benar sudah gak mau ketemu sama aku lagi! " Rancau kevin.
Ia terduduk di lantai sambil meremas rambut nya kuat saat dia sudah mulai mendapatkan petunjuk tapi semua sirna begitu saja.