
Setelah puas berbicara dengan zahra amira pun meminta pada zahra untuk memberikan ponsel nya pada iqbal karena ia ingin minta tolong akan masalah dia.
Dalam hati amira sangat berharap agar iqbal bisa membantu dirinya.
Zahra pun dengan patuh memberikan ponsel nya pada iqbal dan mengatakan kalo amira ingin bicara.
Jadi mutiara pun mengajak zahra pergi ke kamar nya agar iqbal dan amira lebih leluasa berbincang.
"Ada apa mir? " Tanya iqbal langsung.
"Mas, kita ganti pakai panggilan aja ya biar bicara nya lebih gampang! " Ucap amira karena mereka masih melakukan video call jadi amira sedikit canggung padahal ia tak melihat wajah iqbal namun jantung nya terasa berdegup kencang dan dia pun malu melihat wajah iqbal seperti ini.
"Ya mir! " Jawab iqbal cepat.
Setelah itu mereka pun menyudahi video call nya melanjutkan dengan panggilan biasa.
"Kamu ada masalah disina? " Tanya iqbal yang seperti nya tahu saja pikiran amira.
"Ya mas! " Jawab amira.
"Kamu ada masalah apa mir? " Tanya iqbal dengan cepat ia merasa khawatir pada amira apa lagi setelah amira bilang kalo dia dalam masalah pikiran nya langsung berkelana pada amira seorang.
Amira pun menceritakan perihal kedatangan kevin kesini untuk mencarinya amira juga menceritakan kalo ia sangat takut kalo kevin kembali lagi dan menemukan nya disini apa lagi tadi kevin sampai nekat seperti itu juga.
Ia benar-benar belum siap bertemu dengan kevin apa lagi dia adalah orang yang membuat trauma pada amira dulu sampai sekarang pun amira masih merasakan trauma itu namun ia berusaha bersikap biasa aja agar orang-orang tidak khawatir pada nya.
Bukan perkara mudah untuk bersikap biasa saja saat kita memiliki trauma seperti itu namun kalo kita tak tegar kita juga tak akan bisa melawan ketakutan dalam diri ini sehingga kita hanya akan terbelenggu disana saja.
"Terus sekarang kamu mau bagaimana? " Tanya iqbal.
"Mira mau mengurus perceraian kami mas agar mira bisa bebas dari dia! " Jawab amira.
"Tapi mira sama sekali gak tahu apa-apa tentang itu semua mas, makanya mira mau minta tolong sama mas apa mas bisa membantu mira? " Tanya amira.
"Soalnya mira takut kalo mira melakukan sendiri tanpa ada yang membantu mira akan kalah dan balik lagi sama dia mas dan mira gak punya siapa-siapa lagi selain mas untuk di mintai tolong! Apa mas bisa membantu mira? " Tanya amira sambil menjelaskan keadaan dia.
Ia tak mau kalo iqbal sampai salah sangka atas permintaan nya ini ia takut kalo iqbal berfikir amira ingin memanfaatkan dirinya karena masalah ini padahal karena cuma iqbal lah yang dia punya saat untuk bisa membantu diri nya agar bisa keluar dari belegug ini.
__ADS_1
"Apa kamu sudah yakin mir? " Tanya iqbal untuk memastikan bahwa amira sudah yakin dengan keputusan nya dan tak bimbingan sama sekali agar tidak menyesal di kemudian hari nanti.
"Insya allah yakin mas! " Jawab amira yakin.
"Baik lah kalo begitu mas akan bantu! " Jawab iqbal.
Mendengar jawaban itu amira sangat senang bukan main seperti perempuan mendapatkan jawab dari pacar nya bahagia seperti itu lah yang di rasakan oleh amira saat ini.
"Makasih banyak ya mas sudah mau membantu mira! " Ucap amira.
"Sama-sama mir kamu kan mama nya zahra tentu saja mas akan membantu kamu! " Jawab iqbal membuat amira kebingungan.
"Maksudnya mas? " Tanya amira.
"Gak apa-apa! " Jawab iqbal cepat.
"Jadi kapan kamu mau mengurus perceraian nya? " Tanya iqbal menganti topik.
"Kalo bisa secepatnya mas agar masalah ini cepat selesai! " Jawab amira.
"Gak usah mas, mira akan datang naik bus saja! " Tolak amira ia merasa tak enak sudah minta tolong ini malah mau di jemput lagi.
"Jangan, kalo kalian datang naik bus itu akan lebih berbahaya takut nya nanti dia tahu kamu mau ke kota bisa jadi nanti ada masalah pula saat itu dan mas gak ada disana untuk membantu! Pokoknya mas akan jemput aja tidak ada penolakan" Kata iqbal menjelaskan padahal karena ia tahu kalo kevin menyuruh orang untuk mengawasi keluarga nya dan ia tak mau kalo kevin sampai tahu keberadaan amira saat ini.
Kalo sampai kevin tahu itu akan mempersulit proses perceraian mereka karena iqbal yakin kevin akan melakukan hal nekat untuk menemui amira.
"Begitu ya mas, tapi mira gak enak selalu merepotkan mas iqbal! Padahal mas iqbal sudah banyak membantu amira dulu " Ucap amira.
"Mas merasa tidak di repot kan kok jadi gak usah merasa tak enak! " Jawab iqbal.
"Maksih ya mas! " Kata amira senang.
"Sama-sama, ya sudah mas mau ke rumah sakit dulu nanti mas hubungi lagi setelah mas cari tahu apa saja yang mau kamu sediakan untuk perceraian kamu ya! " Ucap iqbal.
"Ya mas! " Jawab amira.
"Assalamu'alaikum! " Ucap iqbal.
__ADS_1
"Walaikumsalam ! " Jawab amira.
Sambungan telepon pun terputus setelah amira menjawab salam iqbal.
Amira masih duduk di dipan nya sambil memperhatikan ponsel nya sambil tersenyum ia sangat senang iqbal menghubungi dirinya.
Ia sempat khawatir kalo iqbal tidak bisa dihubungi seperti tadi membuat ia sedikit takut.
"Ya ampun mira apa sih yang kamu pikirkan belum tentu mas iqbal suka sama kamu! " Kata amira sambil menepuk jidat nya.
Lalu ia segera bangkit untuk menemui orang tua nya untuk memberi tahu kalo iqbal mau membantu dia.
"Pak bu! " Panggil amira.
"Sini mir! " Jawab imah suara nya berasal dari dapur amira pun berjalan menuju ke dapur ternyata kedua orang tua nya sedang duduk disana.
"Ada apa nak? " Tanya imah.
"Alhamdulillah bu mas iqbal mau membantu mira mengurus perceraian mira dengan kevin! " Ucap amira.
"Alhamdulillah! " Jawab serempak imah dan juga hasan.
"Syukur lah mira nak iqbal mau membantu kita! Kata hasan.
" Iya Pak! ” Jawab amira.
"Kalo begitu kamu sudah tahu apa saja yang di perlu kan mir? " Tanya hasan.
"Belum pak, kata mas iqbal nanti dia akan cari tahu dulu baru kasih kabar sama mira! " Jawab amira.
"Ya nak, kalo sudah di kasih tahu bilang sama bapak biar di urus semua nya! " Ucap hasan.
"Ya pak! " Jawab amira.
Dalam hati amira ia berharap masalah dia segera selesai dan dia tidak ada lagi sangkut pautnya dengan kevin lagi.
Ia ingin hidup tanpa bayang-banyang kevin dan bisa lepas dari masa lalu buruk nya juga akibat ulah kevin dulu.
__ADS_1