
Hari-hari yang di jalanin oleh kevin sangat lah jauh berbeda hidup nya berubah 180 derajat dalam semalam.
Biasanya dia di layani mau makan tinggal makan mau apa tinggal suruh tinggal perintah gak perlu repot.
Hukuman yang ia terima dari irfan terasa berat baginya tidak ada uang mau pun mobil atau fasilitas yang lain membuat dia frustasi.
"Silahkan lewat sini nak! " ucap seorang wanita paru baya.
"Ya bu! " jawab kevin mengikuti si ibu.
"Ini kamar nya nak kamu lihat-lihat aja dulu kalo cocok ambil kalo gak juga gak apa-apa! " kata si ibu dengan ramah.
"Ya bu saya lihat dulu ya! " jawab kevin lalu masuk ke dalam di lihat nya cuma ada kasur ukuran satu orang lalu lemari plastik kamar mandi juga di dalam.
Bagi orang biasa ini sudah termaksud mewah bagi mereka apa lagi ada fasilitas itu semua namun jangan tanya bagi kevin ini bukan dunia nya namun keadaan memaksanya untuk menerima.
"Satu bulan berapa bu? " tanya kevin.
"Satu bulan kos di sini 3 juta nak tapi gak sama makan ya nak! " jelas bu kos.
"Baik lah bu saya ambil! " jawab kevin pasrah ia pun mengeluarkan uang sebesar 3 juta untuk membayar kosan nya.
Setelah selesai ia pun masuk kedalam untuk istirahat sudah hampir setengah hari ia mencari kosan namun sangat susah di dapat ada kosan yang bagus harga nya mahal kevin tak mampu akhirnya ia memilih kosan ini.
"Hah, uang ku tinggal 1 juta gak akan cukup untuk bertahan apa aku minta sama mami aja ya! " gumam kevin.
Uang yang ia pinjam dari robet sudah hampir habis untuk membayar kamar hotel dan juga uang taksi nya kemana-mana.
Karena takut gak ada tempat tinggal akhirnya kevin pun memilih mencari kosan dari pada masih di hotel.
Kevin mengambil ponsel nya di dalam saku celana nya lalu menghubungi mami nya.
Satu dua panggil belum juga di angkat panggilan ketiga baru lah indira mengangkat nya.
"Halo vin. Ya ampun sayang kamu dimana sekarang nak bagaimana kabar kamu? " tanya indira saat setelah mengangkat panggilan kevin.
"Kevin baik ma, mami sama jessica bagaimana disana? "
"Mami sama jessica baik vin! kamu tinggal dimana sayang? "
"Aku tinggal di kosan ma nanti aku kirim alamat nya ya biar mami bisa kesini! "
__ADS_1
"Ya sayang ! "
"Ma kevin bisa minta tolong gak? "
"Minta tolong apa sayang? "
"Mami bisa kirimkan kevin uang gak kevin sudah gak ada uang lagi mi! " jelas kevin.
"Maaf kan mami ya sayang bukannya mami gak mau tapi kehidupan kami sama jessica juga gak jauh beda sama kamu nak! " jawab indira lesu.
"Maksud mami? " tanya kevin bingung.
"Mami dan jessica juga di hukum sama papi sayang semua fasilitas di sita sama papi sekarang aja jessica kerja part time untuk memenuhi kebutuhan dia sayang ! " Jelas indira.
"Apa mami sama jessica juga di hukum papi! papi sudah kelewatan ma ini gak bisa di biarkan! " kata kevin penuh dengan kekesalan.
"Jangan salahkan papi mu vin, kita yang salah telah menyakiti amira tanpa tahu siapa dia sebenarnya ! "
"Maksud mami apa? "
"Mami akan cerita sama kamu kalo mami kesana ya sayang mami gak bisa cerita sekarang! Maaf ya vin mami gak bisa bantu kamu! " kata indira penuh dengan penyesalan.
"Ya sudah lah ma gak apa-apa kevin akan cari pekerjaan aja apa mami bisa kirimkan ijasah dan juga surat yang lain nya buat aku? "
"Ya mi! "
panggilan pun berakhir kevin mengacak-acak rambut nya ia sangat frustasi dengan keadaan nya ingin minta tolong malah ia pun tahu kalo mami dan adik nya juga kena hukum oleh papi nya.
"Ini semua salah perempuan kampung itu, coba kalo gak ada dia hidup kami gak akan seperti ini! " keluh kevin.
Kevin pun berbaring di kasur sambil menatap langit kosan nya ia pun memikirkan apa rencana kedepan nya.
Ia harus mencari pekerjaan untuk bisa bertahan hidup karena tak akan ada yang mau menolong kevin.
Saat ia sedang berbaring kalut dalam pikiran nya ponsel nya pun berdering ada panggilan masuk
Drett... Drett....
Kevin pun mengambil ponsel nya yang ada di samping nya ia lihat amel yang menghubungi nya kevin pun dengan cepat mengangkat nya.
"Ada apa sayang? " tanya kevin lembut.
__ADS_1
"Kamu kemana aja sih yank kok gak ada kabar? " Tanya amel manja.
"Maaf ya sayang beberapa hari ini aku masih sibuk! " alasan kevin.
"Sibuk melulu lah, jadi kapan kamu akan kerumah sayang mami sama papi sudah nanyain nih! " Keluh amel.
"Sabar ya sayang, kalo nanti waktu nya sudah pas pasti aku akan datang kok! "
"Kamu gak bohong kan sayang? "
"Ya gak lah sayang mana mungkin aku bohong sama kamu! " jelas kevin.
"Ya deh aku percaya, sayang ketemuan yok aku kangen sama kamu? " Manja amel.
"Untuk saat ini kayanya gak bisa deh sayang aku masih sibuk banget apa lagi papi sudah pulang aku gak mau dia nanti makin marah! " Bohong kevin.
Kevin tahu kalo ia bertemu dengan amel pasti akan menghabiskan uang yang banyak makan di restoran mewah belum lagi dia minta shoping nanti ribet lah.
"Ihh, kamu kok gitu sih yank kamu udah gak sayang sama aku ya! " Rengek amel.
"Bukan begitu sayang! aku kan harus meyakinkan papi agar ia mau mengizinkan kita menikah kalo kita ketemuan sekarang yang adanya papi bakalan marah sayang! "
"Alasan aja kamu yank! "
"Jadi kamu gak mau nikah sama aku yank? "
"Ya mau lah yank! "
"Kalo begitu kamu harus sabar ya yank sampai aku bisa menyakinkan papi! "
"Ya deh! tapi aku kangen yank pengen di peluk! " manja amel dengan suara menggoda amel sangat ingin belanja makannya berusaha membujuk kevin agar mau ketemuan dengan nya.
"Ya sama sayang tapi kita harus sabar! " Jawab kevin ia pun sangat ingin bertemu dengan amel namun ia harus tahan karena takut ketahuan kalo dia sedang di usir sama bokap nya.
"Kamu bohong yank! " Kata amel manja
"Aku gak bohong sayang ini demi kita! "
"Kalo begitu kamu transfer aku uang dong sayang biar aku bisa shoping ! " Pinta amel manja
"Maaf ya sayang untuk saat ini aku gak bisa kasih uang sama kamu, aku harus kumpulkan untuk acara pernikahan kita nanti! " jawab kevin.
__ADS_1
Tentu saja membuat amel kesal sudah lah gak bisa ketemuan di minta uang juga gak di kasih amel pun mematikan sambung telepon nya secara sepihak.
Kevin pun hanya bisa meratapi nasibnya saat ini dia belum berani berterus terang sama amel dengan ke adanya saat ini.