
Indira dan jessica sedang berbincang di ruang keluarga rumah mereka, mereka terlihat sangat senang karena amira sudah pergi dari rumah ini.
"Ah, aku senang banget mi dia sudah pergi dari sini udara di rumah ini seakan kembali segar ya mi" ucap jessica
" Kamu benar sekali sayang, mami pun merasa tidak sumpek lagi " jawab Indira
Mereka tertawa bersama dengan bahagia nya tanpa merasa bersalah.
Tak lama kevin pun kembali ke rumah setelah mengantarkan amel pulang.
" Bagaimana sayang? " tanya Indira saat kevin sudah duduk di sofa.
"Mami gak usah khawatir dia baik-baik saja kok! " jawab kevin.
" Terus apa rencana kamu vin? "
" Aku akan menikahi amel secepatnya ma! akau gak mau bikin dia malu! "
"Kamu benar vin mami setuju dengan ide kamu"
"Terus papi bagaimana mana ma, mami kan tahu sendiri papi gak suka kalo aku menikah dengan amel"
"Kalo masalah itu kamu tenang aja sayang biar mama yang atur mami sudah punya rencana untuk itu, lagian kamu kan sudah menceraikan amira berarti kamu sudah bebas memilih siapa pun papi kamu gak akan memaksa kamu " jelas Indira...
Kevin dan jessica hanya tersenyum mendengar penjelasan dari Indira.
Tanpa mereka sadari ada yang mendengar pembicaraan mereka, hati nya tiba-tiba sakit niatnya mau memberi kan kejutan ternyata dia yang terkejut.
Dia pun keluar dari tempat persembunyian nya berusaha bersikap biasa aja agar tahu apa maksud mereka kalo kevin sudah cerai.
"Siapa yang sudah cerai mi? " ucap nya sambil melangkah mendekat.
Tentu saja membuat mereka bertiga terkejut melihat siapa yang bicara sampai mereka berdiri sangking terkejut nya mereka merasa tegang wajah nya sudah pucat.
"Coba jawab siapa yang sudah bercerai mi? " tanya nya sekali lagi.
"Pa.. papi kapan pulang nya kok gak kasih tahu sih! " kata indira dengan gugup ia berusaha menganti topik pembicaraan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan kita mi, jawab dengan jujur" tegas irfan lalu duduk di sofa singel wajah nya nampak bisa saja membuat istri dan anak nya tidak tenang.
'' Gak ada yang bercerai kok pi, mungkin papi salah dengar kali! " elak Indira
"Oh kalo begitu panggil amira kesini ada yang mau dibicarakan! " tegas irfan.
"Besok saja lah pi, papi kan baru saja pulang lagian dia pasti sudah tidur" jawab Indira.
__ADS_1
"Aku bilang panggil amira kesini" kata irfan penuh penekan.
Membuat Indira tak bisa menjawab perkataan dari sang suami bagaimana mau memangil kalo orang nya saja sudah ia usir dari rumah ini.
"Mbok" teriak irfan dengan kuat tak lama si mbok pun datang menghadap irfan
"Ada apa tuan? "
"Panggil amira! "
"Maaf tuan.. itu...
Kata si mbok terputus lalu melihat Indira dan yang lain nya ia bingung harus bagaimana.
" Ada apa mbok katakan saja! "
"Sudah lah pi, besok kan bisa kita bicara kan ini sudah malam amira sudah tidur dari tadi kasih dia kalo harus dibangunkan pi" jelas Indira
"Benarkah, mbok coba kamu lihat amira sudah tidur apa belum" perintah irfan
Indira mengedip kan sebelah mata nya agar si mbok mau bersandiwara.
"Baik tuan" jawab si mbok.
Si mbok pun pergi berjalan menuju dapur ke arah kamar nya selang beberapa menit dia kembali lagi.
Indira tersenyum tipis mendengar kata si mbok ia pikiran malam ini akan bebas sebentar, pagi nya dia akan menjalankan rencana nya.
"Apa mbok yakin? " ucap irfan.
"Ya tuan mbok sudah lihat tadi! " jawab mbok.
"Benar kan pi yang mami bilang, amira sudah tidur dari tadi papi gak percaya! lebih baik papi istirahat dulu besok pagi baru kita bicarakan lagi ya" bujuk indira.
" Mbok lihat amira di kamar mana? " tanya irfan dengan lembut membuat istrinya berfikir dia tidak marah lagi karena suaranya sudah berubah.
" Di kamar belakang tuan tempat mbok! " jawab mbok polos.
"Kevin amira siapa kamu? " tanya irfan dengan nada suara biasanya yang ramah sambil tersenyum.
"Ya istri kevin lah pa, masa di tanya lagi! " jawab kevin percaya diri.
"Terus kenapa mbok cari amira di kamar nya bukan di kamar kamu apa kamu bisa menjelaskan ini semua? " tanya irfan dengan nada dingin.
Sontak saja membuat mereka bertiga kembali merasa tegang sebab tidak sadar akan kesalahan tadi.
__ADS_1
Brakk
"Jawab" teriak irfan sambil menggebrak meja.
"Mbok jawab dengan jujur apakah amira ada di rumah ini? " kata irfan ketus.
Si mbok masih dia ia tak berani menjawab karena indira sudah melotot melihat nya.
"Apa yang kalian sembunyikan dari papi kasih tahu sekarang! "
"Gak ada yang di sembunyikan pi, besok kan masih bisa kita bahas mami sudah capek ini mau istirahat" elak indira.
"INDIRA" bentak Irfan
Tentu saja membuat indira takut selama mereka menikah tidak pernah sekali pun irfan membentak nya seperti ini ia sangat marah saat ini.
"Jawab dengan jujur mbok pertanyaan saya! sejak kapan amira tidur di kamar mbok dan bagaimana perlakuan mereka saat saya tidak ada? "
"Maaf kan mbok tuan, non amira tidur sama mbok sejak pertama kali datang kesini tuan dan dia di jadikan pembantu disini tuan dan hari ini dengan kevin sudah menjatuhkan talak buat non amira tuan! " jawab si mbok sambil terisak.
"MBOK, kamu kurang ajar sekali ya ikut campur urusan keluarga saya mulai sekarang kamu saya pecat " kata indira dengan lantang .
"Tidak apa-apa nyonya kalo mbok di pecat! tapi sebelum mbok pergi mbok akan memberi tahu yang sebenarnya apa yang sudah non amira alami selama ini pada tuan! " kata mbok tegas.
"Cerita kan semua nya mbok! "
Mbok pun menceritakan semuanya pada tuan nya itu, mulai dari perlakuan kevin dan yang lain kevin yang kasar dan suka memukul belum lagi kevin yang tidak memberikan nafkah pada amira sampai hari ini ia melecehkan amira dan menjatuhkan talak.
"Begitu lah tuan" kata mbok.
"Pergi kamu sekarang juga" usir indira pada pembantu nya itu.
Mbok pun ingin melangkah kan kaki nya namun di tahan oleh irfan.
"Berhenti mbok, kamu gak ada hak untuk memecat dia indira karena dari awal mbok aku yang bawa dari kediaman besar ku dan aku yang mengaji nya bukan kamu! " tegas irfan.
mbok inem adalah pembantu di rumah keluarga irfan namun saat ia berumah tangga mbok ikut dengan irfan untuk melayani nya.
"Hanya karena perempuan miskin dan murah itu kamu seperti ini sama aku mas! dia itu gak layak sama kevin mas dia itu cuma pantas jadi pembantu aja"
"Tutup mulut mu indira!" teriak irfan membuat indira terdiam.
"Apa kamu gak sadar dengan indentitas mu dulu seperti apa kamu lupa kamu dulu itu seperti apa makannya kamu berani menghina amira! kata irfan dengan sinis.
plak...
__ADS_1
Satu tamparan kuat mendarat di pipi kevin meninggal kan bekas merah, semua nya pun terkejut melihat irfan menampar kevin