
Seseorang sedang tersenyum bahagia saat membaca sebuah pesan yang masuk dalam ponsel nya.
" Yes" kata nya sambil tersenyum bahagia
" Kenapa jes?" tanya indira yang merasa heran melihat putri nya itu.
Ya ini semua adalah rencana jessica untuk menyakiti amira agar dia mundur sendiri tanpa menunggu papi nya pulang ia merasa terlalu lama bila menunggu papi nya.
" Ini mi, jessica baru saja menerima pesan dari kak amel rencana kami berhasil "
" Rencana apa jes"
" Rencana membuat perempuan itu gak betah lah mi, seperti yang aku bilang sama mami lo"
" Loh, kamu sudah mulai rupanya "
" Ya lah mi, lebih cepat lebih baik mi agar ia sadar diri"
" Kamu benar juga jes, kalo begitu saat dia pulang nanti kita lanjutkan membuat dia gak betah"
" Ya mi, kalo nanti dia gak tahan lagi dia yang akan minta pisah jadi papi gak bisa menyalah kan bang kevin"
" Kamu benar jes"
*
*
*
Sementara itu amira sedang dirawat di rumah sakit karena pingsan tadi, dia di selamatkan oleh orang yang ia tabrak tadi.
" Bagaimana keadaan dia bang?" tanya pria yang membawa amira.
" Demam nya cukup tinggi dia juga sempat dehidrasi, lebih baik dia di rawat dulu" jawab dokter.
" Baik lah"
" Emang dia siapa kamu al sampai khawatir gitu?"
" Gak siapa-siapa bang dan aku aja baru ketemu tadi" ucap kemal
" Lah bagaimana cerita nya? " tanya dokter danu.
" Aku tadi lagi jalan-jalan gak sengaja bertabrakan sama dia eh, dianya malah pingsan wajah nya terlihat pucat aku kan jadi khawatir bang makannya aku bawa ke sini "
" Gagal dong jalan-jalan nya, gak jadi libur deh"
" Mau bagaimana lagi bang, aku gak bisa tinggal dia dalam kondisi seperti itu "
" Kamu benar mal, karena itu sudah menjadi tugas kita sebagai dokter"
" Ya bang, aku mau lihat dia dulu ya bang?
" Ok"
Kemal pun pergi menuju ruangan inap amira.
__ADS_1
Kemal duduk di samping nya ia melihat wajah amira yang sangat pucat.
" Bisa-bisanya lagi sakit malah keluyuran" keluh kemal.
Saat kemal memperhatikan amira ia mengigau sampai -sampai air mata nya pun menetes.
" Jangan pergi... jangan.. " lirih amira
" Seperti dia sedang mimpi, tapi kenapa kamu menangis apakah kamu bermimpi buruk"
" adik ku... jangan tinggal kan kakak" lirih amira pilu.
" Kenapa hati ku sakit mendengar nya ya, lebih baik aku ke ruangan bang danu aja ah" kemal pun pergi meninggalkan amira karena merasa gelisah karena mendengar amira mengigau.
Tinggal lah amira seorang diri dalam ruangan itu.
Waktu sudah menjelang sore namun amira belum juga sampai di kediaman keluarga kevin.
" Kemana sih dia, sudah jam segini belum pulang juga" gerutu jessica
" Apa jangan - jangan dia kabur" kata jessica
" Gak mungkin lah jes, dia mau kabur kemana disini dia gak punya saudara dan gak tahu jalan kan" jelas indira
" Ya sih mi, tapi kenapa sampai sekarang dia belum pulang juga"
" Mungkin di ke sasar"
" Lebih bagus lagi kalo dia di cukik mi, biar gak usah balik sekalian"
Di rumah sakit amira sudah sadarkan diri kebetulan perawat masuk kedalam untuk mengecek keadaan amira.
Amira hanya bisa menganguk saja, setelah selesai perawat ingin kembali amira pun bertanya.
" Maaf sus yang bawa saya kesini siapa ya? " tanya amira.
" Maaf bu saya baru ganti siff jadi kurang tahu, kalo ibu mau tahu ibu bisa tanyakan saja sama resepsionis "
" Baik lah, terima kasih sus"
" Sama-sama bu"
Perawat nya pun pergi, amira melihat sekeliling hanya ia sendiri dalan ruangan itu.
Ia lihat jam yang tergantung di dinding menunjukkan jam 5 lewat.
" Astagfirullah, sudah jam segini aku pasti akan kenak marah" kata amira dengan terkejut lalu melepaskan infus yang di pasang.
Dalam pikiran amira saat ini kembali ke rumah mertua nya karena ia sangat takut bila nanti mereka marah.
Saat berjalan melewati lorong rumah sakit ia mendengar suara anak kecil menangis, amira mencari sumber suara itu ia khawatir kalo anak itu tersesat dan terpisah dari orang tua nya.
Karena amira ada di bangsal vip jadi tidak banyak orang yang lewat sedangkan amira ada di lantai 5.
Amira menusuri jalan sambil melihat kanan kiri, saat hampir mendekati tangga ia semakin jelas mendengar suara nya ia mempercepat langkah nya bisa ia lihat ada anak kecil disana sedang menangis.
" Nak" panggil amira dengan lembut agar sang anak tak terkejut.
__ADS_1
Saat anak membalikan badan ia melihat wajah nya seperti tidak asing, sang anak yang melihat amira pun langsung tersenyum dan memeluk amira.
" Mama" kata si anak dengan lirih.
Baru lah amira sadar bahwa ini anak yang ia tolong saat di swalayan tempo hari.
" Kenapa kamu disini sayang" tanya amira.
" Menunggu mama" suara nya sangat pelan namun masih bisa amira dengar karena sang anak ada dalam pelukan nya.
" Mama nya ada di mana sekarang sayang, biar tante panggil kan" kata amira.
sang anak mendongakkan kepala nya lalu tangannya menunjukkan amira baru berucap.
" Mama" kata nya
' Apa maksudnya aku mama nya, jadi pas di swalayan dia bilang mau sama mama itu mau sama aku rupanya apa dia sudah tidak memiliki mama nya lagi ya' batin amira
" Kamar kamu dimana sayang, biar tante bawa kesana disini gak baik udara nya dingin"
Sang anak turun dari pangkuan amira lalu memegang tangan nya dan Membawa nya ke ruangan dimana ia di rawat.
Sampai disana tidak ada orang sama sekali.
' Ya allah, keluarga nya pada kemana sih kok gak ada satu pun disini'
" Sayang, kamu istirahat dulu ya tante harus pulang dulu" ucap amira
namun zahra tak ingin melepaskan tangannya, amira bingung harus bagaimana kalo ia pergi secara paksa itu akan membuat hati sang anak terluka.
" Mama" kata sang anak lagi dengan lirih seperti mau menangis.
" Jangan menangis sayang, tante jadi ikut sedih lihat nya"
" Mama" kata nya sambil memeluk amira.
Amira tak tega meninggal kan nya seorang diri namun ia harus segera pulang kalo tidak ia kan mendapatkan masalah.
" Sayang, tante harus segera pulang nanti kita ketemu lagi ya" ucap amira sambil mengelus pucuk kepala sang anak
Zahra menggeleng kan kepala tanda tak mau.
" Begini saja sayang, tante akan kasih no ponsel tante nanti kalo kamu mau ketemu sama tante kamu bisa menghubungi tante bagaimana? "
Zahra pun menganguk kan kepalanya.
Amira pun mengambil buku yang ada di atas meja dan menulis no ponsel nya.
" Ini sayang, kalo kamu kangen sama tante hubungi tante ya"
zahra pun menganguk lalu tersenyum
" Cantik nya kalo lagi tersenyum, sering - sering tersenyum ya sanya tante suka melihat nya kamu semakin cantik bila tersenyum " ucap amira.
" Ya ma" kata nya amira pun tersenyum mendengar nya
" Tante pulang dulu ya sayang, jangan lupa no nya disimpan ya" kata amira
__ADS_1
Zahra pun menganguk kan kepala nya.
Amira pun pergi meninggalkan ruangan zahra ia bergegas pulang karena takut akan kena masalah.